<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Batam &#8211; gokepri</title>
	<atom:link href="https://gokepri.com/kepri/batam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gokepri.com/kepri/batam/</link>
	<description>Inspirasi Bersama</description>
	<lastBuildDate>Mon, 27 Jul 2026 07:10:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/cropped-IMG_5700-32x32.jpeg</url>
	<title>Batam &#8211; gokepri</title>
	<link>https://gokepri.com/kepri/batam/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Batam Jadi Percontohan Budidaya Pembesaran Lobster</title>
		<link>https://gokepri.com/batam-jadi-percontohan-budidaya-pembesaran-lobster/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2026 07:10:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Lobster Batam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135529</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri) &#8211; Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan Balai Perikanan Budi Daya Laut (BPBL) <a class="read-more" href="https://gokepri.com/batam-jadi-percontohan-budidaya-pembesaran-lobster/" title="Batam Jadi Percontohan Budidaya Pembesaran Lobster" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/batam-jadi-percontohan-budidaya-pembesaran-lobster/">Batam Jadi Percontohan Budidaya Pembesaran Lobster</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> &#8211; Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjadikan Balai Perikanan Budi Daya Laut (BPBL) Batam sebagai percontohan nasional pembesaran benih bening lobster (BBL) untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sebelum diekspor.</p>
<p>Model itu dikembangkan melalui pembesaran benih hingga ukuran konsumsi dengan dukungan fasilitas budidaya, sistem pakan, dan teknologi pendederan yang ditargetkan menghasilkan panen berikutnya pada September 2026.</p>
<p>Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan selama ini potensi ekonomi lobster belum optimal karena sebagian besar masih berhenti pada tahap benih. Karena itu, KKP mengembangkan sistem pembesaran agar nilai ekonomi lobster dinikmati di dalam negeri sebelum masuk pasar ekspor.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/gibran-panen-perdana-lobster-di-batam-dorong-industrialisasi-perikanan/">Gibran Panen Perdana Lobster di Batam, Dorong Industrialisasi Perikanan</a></strong></p>
<p>“Kami ingin potensi BBL tidak berhenti sebagai benih,” kata Haeru dalam keterangan resmi, Senin, 27 Juli 2026.</p>
<p>Batam dipilih sebagai lokasi percontohan karena memiliki daya dukung lingkungan yang sesuai untuk budi daya lobster, dekat dengan pasar ekspor, serta didukung ketersediaan pakan dari pengembangan budi daya kekerangan yang melibatkan masyarakat pesisir.</p>
<p>Model tersebut dibangun di kawasan seluas tiga hektare yang dilengkapi fasilitas pendederan (nursery), ruang penyimpanan dingin (cold room), serta 172 unit Keramba Jaring Apung (KJA). Fasilitas itu terdiri atas 116 KJA berukuran besar dan 56 KJA berukuran sedang.</p>
<p>Program ini dimulai pada akhir 2024 melalui penebaran 33.143 benih bening lobster di unit pendederan. KKP mencatat tingkat kelangsungan hidup (survival rate) benih mencapai lebih dari 80 persen sebelum dipindahkan ke keramba pembesaran.</p>
<p>Dalam tahap pendederan, benih dibesarkan hingga mencapai bobot sekitar lima gram per ekor. Setelah itu, lobster dipindahkan ke keramba jaring apung untuk memasuki fase pembesaran hingga ukuran konsumsi.</p>
<p>Lobster yang dipelihara sejak Oktober 2025 kini memiliki bobot rata-rata 150–200 gram per ekor di KJA berukuran besar. Dengan pertumbuhan tersebut, KKP memperkirakan panen berikutnya dapat dilakukan pada September 2026.</p>
<p>Produktivitas program ini ditargetkan mencapai 40 kilogram lobster pada setiap lubang KJA berukuran 3 x 3 meter.</p>
<p>Untuk menjamin keberlanjutan produksi, BPBL Batam juga mengembangkan budi daya kerang kupang di perairan Tanjung Uma sebagai sumber pakan. Kapasitas produksinya mencapai 3.600 kilogram dalam setiap siklus.</p>
<p>Selain mendukung efisiensi budi daya, sistem itu melibatkan masyarakat pesisir dalam rantai produksi sehingga kebutuhan pakan tidak bergantung pada pasokan dari luar daerah.</p>
<p>Program pembesaran lobster di Batam sebelumnya menghasilkan panen perdana sekitar 1,7 ton pada September 2025. Hasil tersebut menjadi dasar bagi KKP untuk mengembangkan model serupa di wilayah lain yang memiliki potensi budi daya.</p>
<p>Sementara itu, tren pasar juga menunjukkan peningkatan permintaan. Nilai ekspor lobster Indonesia naik dari 23,93 juta dolar AS dengan volume 1.144 ton pada 2023 menjadi 67,83 juta dolar AS dengan produksi 2.120 ton pada 2024. KKP menilai peningkatan nilai ekspor itu perlu diikuti dengan penguatan budi daya dalam negeri agar manfaat ekonomi tidak berhenti pada penjualan benih. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/kkp-garap-ekosistem-lobster-di-batam-kerang-terbuang-jadi-solusi-pakan-murah/">KKP Garap Ekosistem Lobster di Batam, Kerang Terbuang Jadi Solusi Pakan Murah</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/batam-jadi-percontohan-budidaya-pembesaran-lobster/">Batam Jadi Percontohan Budidaya Pembesaran Lobster</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BP Batam Bangun Ulang Jalan Gajah Mada, Pekerjaan Butuh Waktu Empat Minggu</title>
		<link>https://gokepri.com/bp-batam-bangun-ulang-jalan-gajah-mada-pekerjaan-butuh-waktu-empat-minggu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2026 02:58:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135432</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri) &#8211; BP Batam memulai rekonstruksi menyeluruh Jalan Gajah Mada pada ruas Pura Agung <a class="read-more" href="https://gokepri.com/bp-batam-bangun-ulang-jalan-gajah-mada-pekerjaan-butuh-waktu-empat-minggu/" title="BP Batam Bangun Ulang Jalan Gajah Mada, Pekerjaan Butuh Waktu Empat Minggu" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/bp-batam-bangun-ulang-jalan-gajah-mada-pekerjaan-butuh-waktu-empat-minggu/">BP Batam Bangun Ulang Jalan Gajah Mada, Pekerjaan Butuh Waktu Empat Minggu</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> &#8211; BP Batam memulai rekonstruksi menyeluruh Jalan Gajah Mada pada ruas Pura Agung Amerta Bhuana hingga Taman Kota mulai 25 Juli 2026.</p>
<p>Perbaikan untuk mengatasi kerusakan jalan dengan membangun ulang struktur perkerasan, bukan hanya menambal permukaan yang rusak. Selama sekitar empat pekan pengerjaan, arus lalu lintas di kawasan tersebut akan diatur secara bertahap agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik tetap berlangsung.</p>
<p>Pekerjaan diperkirakan berlangsung selama empat minggu, bergantung pada kondisi cuaca dan kompleksitas pekerjaan di lapangan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/kejar-perbaikan-jalan-sambut-tour-de-bintan/">Kejar Perbaikan Jalan Sambut Tour de Bintan</a></strong></p>
<figure id="attachment_135434" aria-describedby="caption-attachment-135434" style="width: 720px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-135434" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/6A7DC617-DD7A-46E5-AE31-B8EA6E50201B.jpeg" alt="Perbaikan jalan depan UIB Batam" width="720" height="1280" /><figcaption id="caption-attachment-135434" class="wp-caption-text">Foto: BP Batam</figcaption></figure>
<p>Berbeda dengan pemeliharaan rutin, proyek kali ini mencakup pembongkaran beton yang rusak, perbaikan dan pemadatan lapis pondasi, pengecoran ulang menggunakan beton bertulang, hingga pengaspalan kembali.</p>
<p>Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam Ariastuty Sirait mengatakan rekonstruksi dipilih pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar jalan memiliki daya tahan lebih lama.</p>
<p>“Kami memilih melakukan rekonstruksi secara menyeluruh pada titik-titik yang mengalami kerusakan agar hasilnya lebih kuat dan memiliki usia yang lebih panjang. Langkah ini merupakan investasi untuk meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat dan logistik,” kata Ariastuty, Jumat, 24 Juli 2026.</p>
<p><strong>Rekayasa Arus Bertahap</strong></p>
<p>Untuk mengurangi dampak terhadap pengguna jalan, BP Batam menerapkan rekayasa lalu lintas secara bertahap selama proses konstruksi berlangsung.</p>
<p>Pada tahap pertama, ruas depan Universitas Internasional Batam (UIB) menuju Taman Kota untuk arah Nagoya ditutup sementara. Kendaraan dialihkan melalui Flyover Sei Ladi menuju Flyover Laluan Madani.</p>
<p>Setelah pekerjaan di sisi tersebut selesai, konstruksi berpindah ke sisi jalan lainnya. Pada tahap kedua, satu lajur ditutup sementara, sedangkan arus kendaraan tetap berjalan dengan pengaturan petugas di lapangan.</p>
<p>Menurut Ariastuty, pola rekayasa tersebut masih dapat berubah mengikuti kondisi pekerjaan maupun situasi lalu lintas.</p>
<p>“Pengaturan lalu lintas akan dievaluasi secara berkala bersama Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang. Apabila diperlukan penyesuaian untuk menjaga kelancaran arus kendaraan maupun keselamatan pengguna jalan, maka rekayasa akan disesuaikan berdasarkan rekomendasi petugas di lapangan,” ujarnya.</p>
<p>BP Batam mengimbau masyarakat memperhatikan rambu-rambu di sekitar lokasi proyek, mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.</p>
<p>Dari rekonstruksi tersebut, BP Batam menargetkan kualitas jalan menjadi lebih kuat sehingga mampu mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik dalam jangka panjang. Pekerjaan ditargetkan rampung dalam empat pekan apabila kondisi cuaca dan pelaksanaan di lapangan berjalan sesuai rencana.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/perbaikan-jalan-vista-bp-batam-alihkan-arus-dari-batam-center-ke-sekupang/">Perbaikan Jalan Vista, BP Batam Alihkan Arus dari Batam Center ke Sekupang</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/bp-batam-bangun-ulang-jalan-gajah-mada-pekerjaan-butuh-waktu-empat-minggu/">BP Batam Bangun Ulang Jalan Gajah Mada, Pekerjaan Butuh Waktu Empat Minggu</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Singapura Tawarkan Transfer Pengetahuan di Sektor Kesehatan</title>
		<link>https://gokepri.com/singapura-tawarkan-transfer-pengetahuan-di-sektor-kesehatan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 00:04:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135332</guid>

					<description><![CDATA[<p>Layanan kesehatan menjadi ruang kolaborasi baru. Transfer pengetahuan dinilai lebih penting daripada wisata medis. SINGAPURA <a class="read-more" href="https://gokepri.com/singapura-tawarkan-transfer-pengetahuan-di-sektor-kesehatan/" title="Singapura Tawarkan Transfer Pengetahuan di Sektor Kesehatan" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/singapura-tawarkan-transfer-pengetahuan-di-sektor-kesehatan/">Singapura Tawarkan Transfer Pengetahuan di Sektor Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Layanan kesehatan menjadi ruang kolaborasi baru. Transfer pengetahuan dinilai lebih penting daripada wisata medis.</strong></p>
<p><strong>SINGAPURA (gokepri)</strong> – Pemerintah Singapura melihat peluang memperluas kerja sama sektor kesehatan dengan Indonesia di tengah tingginya jumlah warga Indonesia yang berobat ke negeri itu. Kolaborasi tidak hanya diarahkan pada layanan medis, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia dan transfer pengetahuan di bidang kesehatan.</p>
<p>Pandangan tersebut disampaikan Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Zhulkarnain Abdul Rahim saat berdialog dengan peserta Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026.</p>
<figure id="attachment_135298" aria-describedby="caption-attachment-135298" style="width: 900px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-135298" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/37834EE6-D3F0-457F-82EE-9CA864B5979A-scaled-e1784795157250.jpeg" alt="Investor singapura indonesia" width="900" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-135298" class="wp-caption-text">Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga, Zhulkarnain Abdul Rahim, bersama wartawan dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026. Foto: Ministry of Foreign Affairs (MFA) Singapore</figcaption></figure>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/bagaimana-singapura-melihat-program-mbg-indonesia/">Bagaimana Singapura Melihat Program MBG Indonesia?</a></strong></p>
<p>Isu tersebut mengemuka ketika jurnalis menanyakan bagaimana tren warga Indonesia yang berobat ke Singapura dapat diubah menjadi kerja sama yang lebih luas, termasuk peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Indonesia.</p>
<p>Zhulkarnain mengatakan banyaknya pasien asal Indonesia yang datang ke Singapura mencerminkan perkembangan layanan kesehatan di negara tersebut. Namun ia menilai hubungan kedua negara tidak seharusnya berhenti pada aktivitas wisata medis.</p>
<p>“Ada peluang untuk memperluas kerja sama melalui pelatihan dan alih pengetahuan,” kata dia.</p>
<p>Ia bercerita pernah menjalani operasi lutut di sebuah rumah sakit di Orchard Road. Saat datang mengenakan batik, petugas rumah sakit langsung menyapanya dalam bahasa Indonesia dan memberikan brosur layanan bagi pasien Indonesia.</p>
<p>Pengalaman itu memperlihatkan besarnya jumlah pasien Indonesia yang datang berobat ke Singapura. Rumah sakit bahkan menyiapkan layanan dan informasi dalam bahasa Indonesia untuk memudahkan pasien.</p>
<p>Zhulkarnain mengatakan Singapura masih menghadapi kebutuhan tenaga kesehatan di sejumlah bidang. Kondisi tersebut membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan dengan Indonesia.</p>
<p>Transfer pengetahuan, pelatihan tenaga medis, hingga peningkatan kompetensi profesional dipandang menjadi bidang yang dapat dikembangkan bersama. Kerja sama itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat kapasitas sumber daya manusia di kawasan.</p>
<p>“Kami membutuhkan tenaga kesehatan di beberapa bidang, dan itu membuka ruang kerja sama,” ujar Zhulkarnain.</p>
<p>Selain pelatihan, perkembangan teknologi kesehatan juga dinilai membuka peluang kolaborasi baru. Penggunaan teknologi medis, sistem digital kesehatan, hingga peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi kebutuhan yang dihadapi banyak negara di ASEAN.</p>
<p>Zhulkarnain menilai hubungan Indonesia dan Singapura memiliki modal kuat untuk memperluas kerja sama tersebut. Kedekatan geografis, intensitas mobilitas masyarakat, serta hubungan ekonomi yang erat menjadi faktor pendukung.</p>
<p>Kerja sama kesehatan juga dipandang sejalan dengan upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat yang menjadi salah satu prioritas Singapura menjelang Keketuaan ASEAN pada 2027.</p>
<p>Pengembangan kapasitas tenaga kesehatan, kata Zhulkarnain, dapat menjadi bagian dari pertukaran pengetahuan yang memberi manfaat bagi kedua negara.</p>
<p>Ia berharap pembahasan mengenai kesehatan tidak hanya berfokus pada perpindahan pasien dari Indonesia ke Singapura. Kolaborasi di bidang pendidikan, pelatihan, riset, dan pengembangan kompetensi dinilai akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan bagi sistem kesehatan kedua negara.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/mengapa-investor-singapura-tetap-melirik-indonesia/">Mengapa Investor Singapura Tetap Melirik Indonesia</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/singapura-tawarkan-transfer-pengetahuan-di-sektor-kesehatan/">Singapura Tawarkan Transfer Pengetahuan di Sektor Kesehatan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerja Sama di Selat Malaka Jaga Rantai Pasok Global</title>
		<link>https://gokepri.com/kerja-sama-di-selat-malaka-jaga-rantai-pasok-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 23:57:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135330</guid>

					<description><![CDATA[<p>Indonesia, Singapura, dan Malaysia dinilai berhasil menjaga jalur pelayaran. Pengalaman itu disebut dapat menjadi contoh <a class="read-more" href="https://gokepri.com/kerja-sama-di-selat-malaka-jaga-rantai-pasok-global/" title="Kerja Sama di Selat Malaka Jaga Rantai Pasok Global" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kerja-sama-di-selat-malaka-jaga-rantai-pasok-global/">Kerja Sama di Selat Malaka Jaga Rantai Pasok Global</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Indonesia, Singapura, dan Malaysia dinilai berhasil menjaga jalur pelayaran. Pengalaman itu disebut dapat menjadi contoh bagi kawasan lain.</strong></p>
<p><strong>SINGAPURA (gokepri)</strong> – Pemerintah Singapura menilai kerja sama Indonesia, Singapura, dan Malaysia dalam menjaga keamanan Selat Malaka dan Selat Singapura telah berkembang menjadi contoh penyelesaian kepentingan bersama di tingkat internasional. Keberhasilan itu dinilai menunjukkan negara-negara ASEAN mampu membangun solusi bersama atas jalur pelayaran paling sibuk di dunia.</p>
<p>Pandangan tersebut disampaikan Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Zhulkarnain Abdul Rahim saat menjawab pertanyaan jurnalis dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026.</p>
<figure id="attachment_135328" aria-describedby="caption-attachment-135328" style="width: 900px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-135328" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/73F9C933-7384-4038-9869-A89BD20653CD-scaled-e1784850479974.jpeg" alt="Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP)" width="900" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-135328" class="wp-caption-text">Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga, Zhulkarnain Abdul Rahim, bersama wartawan dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026. Foto: Ministry of Foreign Affairs (MFA) Singapore</figcaption></figure>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/menjaga-selat-malaka-dari-ancaman-geopolitik/">Menjaga Selat Malaka dari Ancaman Geopolitik</a></strong></p>
<p>Pernyataan itu disampaikan ketika menjawab pertanyaan mengenai hubungan Indonesia dan Singapura di tengah munculnya sejumlah isu bilateral, termasuk polemik mengenai Selat Malaka. Zhulkarnain justru menilai kerja sama di kawasan tersebut menjadi bukti bahwa kedua negara mampu menyelesaikan persoalan melalui dialog.</p>
<p>“Kami selalu mencari solusi bersama,” kata dia.</p>
<p>Zhulkarnain mengungkapkan pengalaman itu sempat ia sampaikan dalam sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ketika membahas situasi Selat Hormuz. Saat itu perhatian dunia tertuju pada pentingnya jalur energi global di Timur Tengah.</p>
<p>Ia kemudian membandingkan Selat Hormuz dengan Selat Malaka dan Selat Singapura. Jika Selat Hormuz memiliki lebar sekitar 22 mil laut pada titik tersempitnya, Selat Malaka dan Selat Singapura hanya sekitar dua mil laut di bagian tersempit.</p>
<p>Meski jauh lebih sempit, arus pelayaran di kawasan itu justru jauh lebih padat.</p>
<p><strong>Nadi Perdagangan Dunia</strong></p>
<p>Zhulkarnain mengatakan sekitar 250 kapal melintasi Selat Malaka dan Selat Singapura setiap hari. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi dibanding lalu lintas di Selat Hormuz yang berkisar antara 90 hingga 120 kapal per hari.</p>
<p>Berbagai jenis komoditas melewati jalur tersebut, mulai dari energi, bahan baku industri, hingga barang konsumsi yang diperdagangkan ke berbagai belahan dunia.</p>
<p>Pengalaman sebagai pengacara maritim membuat Zhulkarnain memahami arti penting jalur pelayaran itu bagi rantai pasok internasional. Barang yang dibeli masyarakat melalui berbagai platform perdagangan elektronik, kata dia, sebagian besar diangkut melalui Selat Malaka dan Selat Singapura.</p>
<p>“Jika Selat Hormuz adalah minyak pelumas dunia, Selat Malaka dan Selat Singapura adalah penggeraknya.”</p>
<p>Karena itu, keamanan dan kelancaran pelayaran di kawasan tersebut bukan hanya menjadi kepentingan tiga negara pesisir, tetapi juga kepentingan perdagangan global.</p>
<p><strong>Model Kerja Sama ASEAN</strong></p>
<p>Zhulkarnain menilai keberhasilan Indonesia, Singapura, dan Malaysia menjaga selat itu lahir dari kemauan membangun kepentingan bersama. Ketiga negara tidak hanya menjaga kepentingan nasional masing-masing, tetapi juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan internasional.</p>
<p>Pendekatan itu diwujudkan melalui Cooperative Mechanism, forum kerja sama yang melibatkan negara pengguna, pelaku industri pelayaran, dan organisasi internasional untuk mendukung keselamatan navigasi serta perlindungan lingkungan di Selat Malaka dan Selat Singapura.</p>
<p>Pengalaman tersebut, kata Zhulkarnain, menarik perhatian banyak negara ketika dibahas di Dewan Keamanan PBB. Sejumlah delegasi ingin mengetahui bagaimana tiga negara di Asia Tenggara mampu membangun mekanisme kerja sama di jalur pelayaran yang sangat strategis.</p>
<p>Keberhasilan itu dinilai menunjukkan bahwa dialog dan kolaborasi dapat menghasilkan solusi yang diterima semua pihak.</p>
<p><strong>Fondasi Hubungan Indonesia-Singapura</strong></p>
<p>Zhulkarnain menegaskan semangat yang sama juga menjadi dasar hubungan bilateral Indonesia dan Singapura. Perbedaan pandangan tidak dihindari, tetapi diselesaikan melalui komunikasi terbuka antara kedua pemerintah.</p>
<p>Ia menilai hubungan kedua negara telah cukup matang untuk membahas setiap persoalan tanpa mengganggu kerja sama strategis di bidang ekonomi, investasi, keamanan, maupun hubungan antarmasyarakat.</p>
<p>Ke depan, Singapura berharap pendekatan serupa terus menjadi fondasi kerja sama kawasan. Bagi Singapura, kemampuan negara-negara ASEAN menyelesaikan persoalan melalui dialog akan memperkuat posisi kawasan di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/apa-respons-singapura-terhadap-narasi-sellsingapore/">Apa Respons Singapura terhadap Narasi #SellSingapore?</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kerja-sama-di-selat-malaka-jaga-rantai-pasok-global/">Kerja Sama di Selat Malaka Jaga Rantai Pasok Global</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Singapura Melihat Program MBG Indonesia?</title>
		<link>https://gokepri.com/bagaimana-singapura-melihat-program-mbg-indonesia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 23:48:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135327</guid>

					<description><![CDATA[<p>Program gizi dinilai menopang pembangunan manusia. Pendidikan dan keterampilan menjadi tahap berikutnya. SINGAPURA (gokepri) – <a class="read-more" href="https://gokepri.com/bagaimana-singapura-melihat-program-mbg-indonesia/" title="Bagaimana Singapura Melihat Program MBG Indonesia?" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/bagaimana-singapura-melihat-program-mbg-indonesia/">Bagaimana Singapura Melihat Program MBG Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Program gizi dinilai menopang pembangunan manusia. Pendidikan dan keterampilan menjadi tahap berikutnya.</strong></p>
<p><strong>SINGAPURA (gokepri)</strong> – Pemerintah Singapura menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan anak, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Program itu dipandang dapat memperkuat daya saing Indonesia dan ASEAN apabila diikuti peningkatan pendidikan serta keterampilan tenaga kerja.</p>
<p>Pandangan tersebut disampaikan Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Zhulkarnain Abdul Rahim saat menjawab pertanyaan jurnalis peserta Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026.</p>
<figure id="attachment_135328" aria-describedby="caption-attachment-135328" style="width: 900px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-135328" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/73F9C933-7384-4038-9869-A89BD20653CD-scaled-e1784850479974.jpeg" alt="Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP)" width="900" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-135328" class="wp-caption-text">Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga, Zhulkarnain Abdul Rahim, bersama wartawan dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026. Foto: MDDI Singapora</figcaption></figure>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/mengapa-investor-singapura-tetap-melirik-indonesia/">Mengapa Investor Singapura Tetap Melirik Indonesia</a></strong></p>
<p>Pertanyaan muncul ketika Zhulkarnain diminta menjelaskan bagaimana Singapura melihat kaitan program MBG dengan pembangunan manusia, ketahanan pangan, dan daya saing ekonomi kawasan.</p>
<p>Zhulkarnain mengatakan pemenuhan gizi anak merupakan fondasi penting bagi keberhasilan pendidikan. Anak-anak, kata dia, sulit memperoleh hasil belajar yang optimal apabila kebutuhan gizinya tidak terpenuhi.</p>
<p>“Program makan gratis itu penting. Saya kira itu langkah yang baik,” kata dia.</p>
<p>Ia menjelaskan pengalamannya menangani keluarga berpendapatan rendah sebagai bagian dari tugas di Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Singapura. Dalam sejumlah kasus, keterbatasan ekonomi membuat anak-anak bergantung pada makanan yang tersedia di sekolah.</p>
<p>Kondisi serupa juga ditemukan di berbagai negara. Karena itu, penyediaan makanan bergizi dipandang sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan, terutama bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas.</p>
<p>Zhulkarnain menilai manfaat program gizi tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan pangan. Program tersebut juga memberi kepastian bagi keluarga sehingga anak dapat bertahan lebih lama di bangku sekolah.</p>
<p>Ia mencontohkan program serupa yang diterapkan di Selangor, Malaysia. Pemerintah daerah setempat memberikan dukungan makanan kepada siswa yang mengikuti pendidikan teknik agar keluarga tidak terbebani biaya tambahan selama anak bersekolah.</p>
<p>Skema seperti itu, kata Zhulkarnain, membantu keluarga mempertahankan anak tetap berada dalam sistem pendidikan sekaligus membuka peluang memperoleh keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.</p>
<p>Setelah kebutuhan dasar terpenuhi, langkah berikutnya adalah memastikan peserta didik memperoleh jalur pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Pendidikan vokasi menjadi salah satu pilihan yang dinilai mampu menjembatani kebutuhan tenaga kerja dengan perkembangan ekonomi.</p>
<p><strong>Program Pelatihan di Singapura</strong></p>
<p>Zhulkarnain mengatakan perubahan teknologi berlangsung semakin cepat sehingga keterampilan yang dibutuhkan industri juga terus berubah. Kondisi itu membuat pendidikan formal saja tidak lagi cukup untuk membekali seseorang sepanjang masa kerja.</p>
<p>Singapura mengembangkan program SkillsFuture Credits untuk mendorong masyarakat terus meningkatkan kompetensi setelah memasuki dunia kerja. Program tersebut memberi kesempatan kepada pekerja mengikuti pelatihan sesuai perkembangan kebutuhan industri.</p>
<p>“Salah satu keterampilan yang selalu dibutuhkan adalah kemampuan untuk beradaptasi,” ujar Zhulkarnain.</p>
<p>Kemampuan beradaptasi, kata Zhulkarnain, akan menjadi modal utama menghadapi perubahan ekonomi dan teknologi. Tenaga kerja yang terus memperbarui keterampilannya akan lebih siap menghadapi perkembangan industri, termasuk kecerdasan buatan dan ekonomi digital.</p>
<p>Zhulkarnain menilai pembangunan sumber daya manusia akan menentukan daya tarik kawasan ASEAN bagi investor global. Pendidikan, pelatihan, dan gizi menjadi satu rangkaian yang saling berkaitan dalam membangun tenaga kerja yang produktif.</p>
<p>Ia juga menyoroti berkembangnya perusahaan rintisan di berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Bogor, dan Surabaya. Pengalaman mendampingi investasi modal ventura membuatnya melihat besarnya potensi inovasi yang dimiliki anak-anak muda Indonesia.</p>
<p>Potensi tersebut, kata Zhulkarnain, akan berkembang lebih cepat apabila didukung pendidikan yang baik, akses pelatihan, dan kolaborasi dengan dunia usaha.</p>
<p>Baginya, pembangunan manusia menjadi fondasi agar Indonesia dan negara-negara ASEAN mampu memanfaatkan bonus demografi serta menarik lebih banyak investasi pada masa mendatang.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/mengapa-investor-singapura-tetap-melirik-indonesia/">Mengapa Investor Singapura Tetap Melirik Indonesia</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/bagaimana-singapura-melihat-program-mbg-indonesia/">Bagaimana Singapura Melihat Program MBG Indonesia?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Investasi Pusat Data Belum Cukup, Batam Perlu Mencetak Talenta Teknologi</title>
		<link>https://gokepri.com/investasi-pusat-data-belum-cukup-batam-perlu-mencetak-talenta-teknologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 12:02:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Berita Utama]]></category>
		<category><![CDATA[Tekno]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135309</guid>

					<description><![CDATA[<p>Investasi AI dan pusat data dinilai membuka peluang baru. Batam perlu mencetak talenta, bukan sekadar <a class="read-more" href="https://gokepri.com/investasi-pusat-data-belum-cukup-batam-perlu-mencetak-talenta-teknologi/" title="Investasi Pusat Data Belum Cukup, Batam Perlu Mencetak Talenta Teknologi" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/investasi-pusat-data-belum-cukup-batam-perlu-mencetak-talenta-teknologi/">Investasi Pusat Data Belum Cukup, Batam Perlu Mencetak Talenta Teknologi</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Investasi AI dan pusat data dinilai membuka peluang baru. Batam perlu mencetak talenta, bukan sekadar menjadi lokasi operasi.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> – Besarnya investasi pusat data dan kecerdasan buatan (AI) di Batam dinilai belum cukup menjamin peningkatan nilai tambah bagi daerah. Pemerintah Singapura menilai tantangan berikutnya adalah memastikan tenaga kerja lokal mampu naik kelas sehingga tidak hanya menjadi operator, tetapi ikut menguasai keahlian dan teknologi.</p>
<p>Pandangan itu disampaikan Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Zhulkarnain Abdul Rahim saat menjawab pertanyaan jurnalis dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/apa-respons-singapura-terhadap-narasi-sellsingapore/">Apa Respons Singapura terhadap Narasi #SellSingapore?</a></strong></p>
<p>Pertanyaan tersebut muncul dari kekhawatiran bahwa derasnya investasi pusat data di Batam hanya menjadikan kawasan itu sebagai operational backyard bagi Singapura. Sementara itu, kemampuan riset, pengembangan teknologi, dan keahlian strategis tetap terpusat di luar Indonesia.</p>
<p>Zhulkarnain mengakui Batam telah menjadi tujuan penting investasi digital di kawasan. Saat berkunjung ke Batam, ia melihat langsung perkembangan pusat data yang kini melayani perusahaan teknologi berskala global.</p>
<p>“Saya terkesan melihat besarnya pusat data di Batam dan perusahaan-perusahaan besar yang menggunakannya,” kata Zhulkarnain.</p>
<p>Keberadaan industri tersebut, kata dia, sudah memberi manfaat melalui penciptaan lapangan kerja dan tumbuhnya ekosistem digital. Namun manfaat ekonomi akan jauh lebih besar apabila tenaga kerja lokal mampu mengisi pekerjaan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.</p>
<p><strong>Naik ke Rantai Nilai Lebih Tinggi</strong></p>
<figure id="attachment_135310" aria-describedby="caption-attachment-135310" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-135310" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/07/EA6963F5-DA17-45AA-BBB7-371CEB169A5E-scaled-e1784808031108.jpeg" alt="Pusat data ai batam" width="800" height="600" /><figcaption id="caption-attachment-135310" class="wp-caption-text">Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga, Zhulkarnain Abdul Rahim, bersama wartawan dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026. Foto: MDDI Singapora</figcaption></figure>
<p>Zhulkarnain mengatakan setiap negara yang membangun industri teknologi menghadapi tantangan serupa. Pada tahap awal, investasi umumnya berfokus pada pembangunan fasilitas dan operasional. Setelah itu, tantangan bergeser pada peningkatan kemampuan sumber daya manusia.</p>
<p>Singapura, kata dia, pernah melalui proses yang sama ketika industri manufaktur semikonduktor mulai berkembang. Dari basis produksi, Singapura kemudian mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja agar mampu mengisi pekerjaan yang lebih kompleks.</p>
<p>“Langkah berikutnya adalah memastikan kita naik ke rantai nilai yang lebih tinggi.”</p>
<p>Ia menilai proses tersebut tidak bisa hanya mengandalkan investasi asing. Pemerintah, lembaga pendidikan, industri, dan masyarakat perlu bersama-sama menyiapkan tenaga kerja yang mampu mengikuti perkembangan teknologi.</p>
<p>Karena itu, pendidikan dan pelatihan menjadi faktor yang menentukan keberhasilan transfer teknologi. Semakin tinggi kemampuan tenaga kerja lokal, semakin besar peluang perusahaan global memindahkan pekerjaan dengan nilai tambah lebih tinggi ke Batam.</p>
<p><strong>Bukan Teknologi Singapura</strong></p>
<p>Zhulkarnain menepis anggapan bahwa investasi pusat data di Batam identik dengan perpindahan teknologi milik Singapura. Sebagian besar investasi itu berasal dari perusahaan teknologi multinasional yang memilih Batam karena berbagai keunggulan yang dimiliki kawasan tersebut.</p>
<figure id="attachment_132449" aria-describedby="caption-attachment-132449" style="width: 1080px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-132449" src="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/DBE8B8B4-6B7E-4B81-80E3-2A77ABE35801.jpeg" alt="Pusat data batam" width="1080" height="1350" srcset="https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/DBE8B8B4-6B7E-4B81-80E3-2A77ABE35801.jpeg 1080w, https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/05/DBE8B8B4-6B7E-4B81-80E3-2A77ABE35801-768x960.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1080px) 100vw, 1080px" /><figcaption id="caption-attachment-132449" class="wp-caption-text">Grafis: GOKEPRI/CANDRA GUNAWAN</figcaption></figure>
<p>Batam, kata dia, memiliki lokasi strategis, lahan yang memadai, serta kedekatan dengan Singapura. Kondisi itu menjadikan kawasan tersebut menarik bagi perusahaan yang membutuhkan infrastruktur digital berskala besar.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/mengapa-investor-singapura-tetap-melirik-indonesia/">Mengapa Investor Singapura Tetap Melirik Indonesia</a></strong></p>
<p>Namun keunggulan geografis saja tidak cukup untuk mempertahankan daya saing dalam jangka panjang. Ketersediaan tenaga kerja dengan keterampilan digital menjadi syarat agar Batam memperoleh manfaat yang lebih besar dari investasi tersebut.</p>
<p>“Kita perlu menciptakan lingkungan yang membuat transfer teknologi benar-benar terjadi.”</p>
<p><strong>Peluang Kerja Sama Pendidikan</strong></p>
<p>Zhulkarnain melihat kedekatan Batam dengan Singapura membuka peluang lebih luas untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi. Kolaborasi itu dinilai penting agar tenaga kerja Indonesia mampu mengikuti perkembangan industri AI yang tumbuh cepat.</p>
<p>Ia mencontohkan program NUS Overseas Colleges di Singapura yang mengirim mahasiswa belajar ke berbagai pusat inovasi dunia, seperti Silicon Valley, Paris, dan Jerman. Pengalaman bekerja di ekosistem teknologi global menjadi bekal ketika mereka kembali membangun perusahaan di negaranya.</p>
<p>Salah satu lulusan program tersebut, kata Zhulkarnain, kemudian mendirikan platform jual beli daring Carousell.</p>
<p>Zhulkarnain menilai perkembangan AI akan menjadi lompatan teknologi berikutnya setelah revolusi digital. Besarnya investasi yang mengalir ke sektor tersebut membuka peluang sekaligus risiko apabila negara tidak menyiapkan tenaga kerjanya.</p>
<p>Ia mengingatkan jangan sampai muncul kesenjangan baru antara kelompok yang mampu memanfaatkan AI dan mereka yang tertinggal karena tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan.</p>
<p>“Gelombang berikutnya adalah AI. Bukan hanya menjadi pengguna, tetapi juga menjadi pengembang AI.”</p>
<p>Karena itu, Batam dinilai memiliki peluang memanfaatkan posisinya sebagai salah satu pusat investasi digital di Asia Tenggara. Namun peluang tersebut hanya akan menghasilkan nilai tambah lebih besar apabila diikuti peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan, dan kompetensi tenaga kerja.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/memahami-visi-negara-digital-singapura-dari-wawancara-menteri-josephine-teo/">Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/investasi-pusat-data-belum-cukup-batam-perlu-mencetak-talenta-teknologi/">Investasi Pusat Data Belum Cukup, Batam Perlu Mencetak Talenta Teknologi</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Respons Singapura terhadap Narasi #SellSingapore?</title>
		<link>https://gokepri.com/apa-respons-singapura-terhadap-narasi-sellsingapore/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 11:38:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[singapura]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135306</guid>

					<description><![CDATA[<p>Hubungan Indonesia-Singapura disebut tetap kuat. Pemerintah memilih dialog dibanding membalas sentimen. BATAM (gokepri) – Pemerintah <a class="read-more" href="https://gokepri.com/apa-respons-singapura-terhadap-narasi-sellsingapore/" title="Apa Respons Singapura terhadap Narasi #SellSingapore?" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/apa-respons-singapura-terhadap-narasi-sellsingapore/">Apa Respons Singapura terhadap Narasi #SellSingapore?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hubungan Indonesia-Singapura disebut tetap kuat. Pemerintah memilih dialog dibanding membalas sentimen.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> – Pemerintah Singapura menilai munculnya narasi #SellSingapore di media sosial dan tudingan campur tangan asing terhadap Indonesia tidak mengubah fondasi hubungan kedua negara. Singapura justru memilih menjaga komunikasi antarpemimpin dan mencari solusi atas setiap persoalan yang muncul.</p>
<p>Sikap itu disampaikan Menteri Negara Singapura untuk Luar Negeri sekaligus Kementerian Pembangunan Sosial dan Keluarga Zhulkarnain Abdul Rahim saat menjawab pertanyaan jurnalis dalam Indonesian Journalists’ Visit Programme (IJVP) di Kementerian Luar Negeri Singapura, Kamis, 16 Juli 2026. Tanya jawab berlangsung hampir dua jam.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/memahami-visi-negara-digital-singapura-dari-wawancara-menteri-josephine-teo/">Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo</a></strong></p>
<p>Pertanyaan tersebut mengemuka setelah muncul kampanye #SellSingapore di media sosial Indonesia beberapa waktu lalu. Narasi itu berkembang di tengah pelemahan rupiah dan aksi jual aset Indonesia yang sempat memicu perdebatan mengenai hubungan ekonomi kedua negara. Pada waktu yang hampir bersamaan, Presiden Prabowo Subianto juga beberapa kali menyampaikan adanya dugaan campur tangan asing yang membiayai sentimen negatif terhadap Indonesia.</p>
<p>Zhulkarnain mengatakan hubungan Indonesia dan Singapura telah cukup matang untuk menghadapi perbedaan pandangan maupun isu yang berkembang di ruang publik. Menurut dia, persoalan yang muncul tidak seharusnya dibiarkan menjadi sumber ketegangan, melainkan dibahas secara terbuka oleh kedua pemerintah.</p>
<p>“Tidak membicarakan persoalan justru menjadi masalah yang lebih besar,” kata Zhulkarnain.</p>
<p>Menurut dia, para pemimpin Indonesia dan Singapura selama ini memilih menyelesaikan persoalan melalui dialog. Pendekatan itu membuat berbagai isu bilateral dapat diselesaikan tanpa mengganggu kerja sama yang lebih luas.</p>
<p>Ia mencontohkan hubungan kedua negara tetap berkembang di tengah berbagai tantangan. Komunikasi antarpemimpin, kata dia, berlangsung terbuka sehingga setiap persoalan dapat dibahas berdasarkan kepentingan bersama, bukan didorong oleh sentimen sesaat.</p>
<p><strong>Hubungan Strategis Tetap Berjalan</strong></p>
<p>Zhulkarnain mengatakan hubungan kedua negara tercermin dalam hasil Leaders’ Retreat Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Lawrence Wong pada pekan sebelumnya. Pertemuan itu menghasilkan berbagai kesepakatan kerja sama di bidang ekonomi, energi, investasi, hingga pengembangan sumber daya manusia.</p>
<p>Menurut dia, konsistensi kedua pemimpin menunjukkan Indonesia dan Singapura tetap memandang satu sama lain sebagai mitra strategis jangka panjang.</p>
<p>“Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata,” ujarnya.</p>
<p>Ia menambahkan Singapura tetap menjadi salah satu investor terbesar di Indonesia. Sebaliknya, banyak perusahaan dan warga Singapura yang bekerja serta menjalankan usaha di Indonesia.</p>
<p>Bagi Singapura, perkembangan Indonesia memiliki arti penting karena pertumbuhan ekonomi kedua negara saling berkaitan. Sebagai negara dengan ekonomi terbuka, Singapura menilai kemajuan Indonesia juga akan memperkuat kawasan ASEAN.</p>
<p>“Kemajuan Singapura juga berarti melihat Indonesia terus berkembang,” kata Zhulkarnain.</p>
<p><strong>Waspadai Sentimen Dunia Maya</strong></p>
<p>Zhulkarnain mengingatkan agar sentimen yang berkembang di media sosial tidak langsung dianggap mewakili pandangan masyarakat. Menurut dia, ruang digital saat ini mudah dipengaruhi berbagai kepentingan, termasuk penggunaan akun otomatis atau bot.</p>
<p>Karena itu, ia mengajak kedua negara tetap berpegang pada hubungan yang dibangun melalui komunikasi resmi dan kerja sama nyata, bukan oleh percakapan yang berkembang di internet.</p>
<p>“Tetaplah terlibat dan tetaplah berinvestasi, bukan hanya dengan uang, tetapi juga dalam hubungan,” ujarnya.</p>
<p>Menurut dia, hubungan Indonesia dan Singapura telah dibangun selama puluhan tahun melalui kerja sama ekonomi, pendidikan, pertahanan, hingga hubungan antarmasyarakat. Modal itu dinilai jauh lebih kuat dibanding gejolak opini yang muncul sesaat di media sosial.</p>
<p><strong>Menjaga ASEAN Tetap Solid</strong></p>
<p>Zhulkarnain mengatakan hubungan erat Indonesia dan Singapura juga menjadi fondasi penting bagi ASEAN. Dengan jumlah penduduk lebih dari 700 juta jiwa, kawasan dinilai memiliki peluang besar menjadi kekuatan ekonomi dunia apabila negara-negara anggotanya tetap menjaga persatuan.</p>
<p>Karena itu, Singapura akan melanjutkan pendekatan konsultatif dan kolaboratif ketika memegang Keketuaan ASEAN pada 2027. Menurut dia, kerja sama kawasan tidak boleh goyah hanya karena muncul sentimen jangka pendek.</p>
<p>Perkembangan hubungan bilateral Indonesia-Singapura, kata Zhulkarnain, akan terus diuji oleh dinamika politik, ekonomi, dan geopolitik. Namun pemerintah Singapura menegaskan jalur dialog tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga kemitraan strategis kedua negara.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/mengapa-investor-singapura-tetap-melirik-indonesia/">Mengapa Investor Singapura Tetap Melirik Indonesia</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/apa-respons-singapura-terhadap-narasi-sellsingapore/">Apa Respons Singapura terhadap Narasi #SellSingapore?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>AJI: Kebebasan Pers di Batam Mengkhawatirkan</title>
		<link>https://gokepri.com/aji-kebebasan-pers-di-batam-mengkhawatirkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 04:56:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135289</guid>

					<description><![CDATA[<p>AJI Batam menilai kebebasan pers terancam. Dua peristiwa penghalangan jurnalis terjadi dalam dua hari. BATAM <a class="read-more" href="https://gokepri.com/aji-kebebasan-pers-di-batam-mengkhawatirkan/" title="AJI: Kebebasan Pers di Batam Mengkhawatirkan" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/aji-kebebasan-pers-di-batam-mengkhawatirkan/">AJI: Kebebasan Pers di Batam Mengkhawatirkan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AJI Batam menilai kebebasan pers terancam. Dua peristiwa penghalangan jurnalis terjadi dalam dua hari.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam kebebasan pers di Batam kian mengkhawatirkan setelah terjadi dua dugaan penghalangan kerja jurnalistik dalam dua hari terakhir. Aparat penegak hukum dan pemerintah diminta menghentikan praktik yang dinilai menghambat hak publik memperoleh informasi.</p>
<p>Dua peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 21 Juli 2026. Yang pertama menimpa seorang jurnalis perempuan Tribun Batam di Pengadilan Negeri Batam. Peristiwa kedua berkaitan dengan larangan meliput audiensi Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra dengan perwakilan warga Rempang.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/saat-kebebasan-pers-digerus-perlahan/">Saat Kebebasan Pers Digerus Perlahan</a></strong></p>
<p>AJI menilai kedua peristiwa itu bukan kasus yang berdiri sendiri. Rangkaian kejadian itu menunjukkan masih rendahnya penghormatan terhadap profesi wartawan sekaligus mempersempit akses informasi publik.</p>
<p>Peristiwa pertama terjadi ketika jurnalis Tribun Batam melakukan peliputan seusai sidang perkara dugaan penggelapan mobil rental di Pengadilan Negeri Batam.</p>
<p>Saat berupaya mengambil gambar dan meminta konfirmasi kepada terdakwa, telepon genggam yang digunakan wartawan itu ditepis hingga terjatuh dan mengalami kerusakan. AJI menyebut tindakan tersebut terjadi ketika jurnalis sedang menjalankan tugas yang dilindungi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.</p>
<p>Pada hari yang sama, AJI juga menyoroti keputusan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra yang tidak memperkenankan wartawan meliput audiensi dengan perwakilan warga Rempang.</p>
<p>Selain melarang jurnalis memasuki ruang pertemuan, warga yang mengikuti audiensi juga diminta tidak membawa telepon genggam dan dilarang merekam jalannya pertemuan. Padahal, forum itu membahas konflik agraria di Pulau Rempang yang berkaitan dengan kepentingan publik.</p>
<p>AJI menilai pembatasan tersebut menimbulkan ketimpangan akses informasi. Setelah pertemuan tertutup, Li Claudia justru mengunggah dokumentasi dan narasi hasil audiensi melalui media sosial pribadinya. Menurut AJI, narasi tersebut kemudian dibantah oleh sebagian warga Rempang.</p>
<p>Kepala Bidang Advokasi AJI Kota Batam Fernando mengatakan kedua peristiwa tersebut berpotensi memperburuk kondisi kebebasan pers di Kepulauan Riau.</p>
<p>“Jurnalis bekerja untuk memenuhi hak masyarakat memperoleh informasi,” kata Fernando dalams siaran pers yang diterima <em>gokepri</em>, Kamis 23 Juli 2026.</p>
<p>Menurut dia, tindakan menghalangi kerja wartawan maupun melarang peliputan agenda yang berkaitan dengan kepentingan publik merupakan preseden buruk bagi demokrasi.</p>
<p>AJI mencatat Indeks Kemerdekaan Pers Kepulauan Riau terus menurun dalam dua tahun terakhir. Pada 2023, provinsi itu berada di peringkat ke-11 nasional, lalu turun menjadi peringkat ke-19 dari 34 provinsi pada 2024.</p>
<p>Organisasi tersebut juga mengingatkan Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers mengatur ancaman pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta bagi setiap orang yang dengan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan kemerdekaan pers sebagaimana diatur dalam Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3).</p>
<p>Atas rangkaian peristiwa tersebut, AJI Batam menyampaikan empat tuntutan. Pertama, meminta aparat penegak hukum mengusut dugaan intimidasi terhadap jurnalis Tribun Batam.</p>
<p>Kedua, meminta Pemerintah Kota Batam menghentikan pelarangan peliputan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan publik dan menjamin akses wartawan menjalankan tugas jurnalistik.</p>
<p>Ketiga, AJI meminta seluruh pejabat publik, aparat keamanan, dan masyarakat menghormati kerja jurnalistik serta tidak melakukan intimidasi, kekerasan, maupun penghalangan terhadap wartawan.</p>
<p>Keempat, AJI mengajak perusahaan media, organisasi profesi pers, dan masyarakat sipil memperkuat solidaritas untuk menjaga kebebasan pers di Kota Batam.</p>
<p>“Kami minta intimidasi ataupun pelarangan liputan terhadap jurnalis tidak lagi terjadi di Kota Batam ini,” kata Fernando.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/rsf-kebebasan-pers-global-terancam-kekerasan-dan-krisis-ekonomi/">RSF: Kebebasan Pers Global Terancam Kekerasan dan Krisis Ekonomi</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/aji-kebebasan-pers-di-batam-mengkhawatirkan/">AJI: Kebebasan Pers di Batam Mengkhawatirkan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Warga Usulkan Skema Pembayaran UWT Kolektif</title>
		<link>https://gokepri.com/warga-usulkan-skema-pembayaran-uwt-kolektif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 03:01:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135284</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tokoh masyarakat mengusulkan pembayaran UWT kolektif. Amsakar menyakan BP Batam menyiapkan layanan jemput bola. BATAM <a class="read-more" href="https://gokepri.com/warga-usulkan-skema-pembayaran-uwt-kolektif/" title="Warga Usulkan Skema Pembayaran UWT Kolektif" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/warga-usulkan-skema-pembayaran-uwt-kolektif/">Warga Usulkan Skema Pembayaran UWT Kolektif</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Tokoh masyarakat mengusulkan pembayaran UWT kolektif. Amsakar menyakan BP Batam menyiapkan layanan jemput bola.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Mekanisme pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) BP Batam kembali menjadi perhatian warga. Tokoh masyarakat meminta pemerintah menghadirkan skema pembayaran yang lebih sederhana, terjangkau, dan dapat dilakukan secara kolektif agar beban administrasi masyarakat berkurang.</p>
<p>Usulan itu mengemuka dalam dialog antara Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan tokoh masyarakat di Golden Prawn 933, Bengkong, Rabu, 22 Juli 2026. Forum tersebut menjadi ruang bagi warga menyampaikan kendala pelayanan publik sekaligus mencari solusi bersama.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/uwt-puskopkar-temui-titik-terang-bp-batam-pastikan-hgb-warga-aman/">UWT Puskopkar Temui Titik Terang, BP Batam Pastikan HGB Warga Aman</a></strong></p>
<p>Ketua RW 02 Kelurahan Tanjung Buntung, Adi Khuswoyo, mengatakan masyarakat membutuhkan mekanisme pembayaran UWT yang lebih mudah diakses. Menurut dia, skema pembayaran kolektif dapat memangkas proses administrasi sekaligus meringankan beban warga.</p>
<p>“Harapannya mekanisme pembayaran UWT bisa dilakukan secara kolektif dengan skema yang lebih mudah dan terjangkau,” kata Adi.</p>
<p>Menanggapi usulan tersebut, Amsakar mengatakan pemerintah terus mengevaluasi layanan pertanahan agar lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu langkah yang disiapkan ialah memperluas layanan jemput bola, termasuk untuk pengurusan administrasi dan pembayaran UWT.</p>
<p>Menurut dia, pendekatan pelayanan langsung ke masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses administrasi sekaligus mengurangi hambatan yang selama ini dikeluhkan warga.</p>
<p>“Terkait UWT, pemerintah terus mengembangkan pelayanan jemput bola agar masyarakat lebih mudah mengurus administrasi pertanahan,” ujar Amsakar.</p>
<p>Ia menambahkan, forum dialog seperti itu akan digelar secara berkala setiap tiga bulan. Selain menyerap aspirasi, pemerintah ingin memastikan setiap persoalan yang disampaikan masyarakat memperoleh tindak lanjut.</p>
<p><strong>Aspirasi Lain</strong></p>
<p>Selain persoalan UWT, warga juga mengusulkan penambahan fasilitas pendidikan. Adi mengapresiasi penyediaan lahan untuk pembangunan SMK Negeri 13 yang dinilai dapat memperluas akses pendidikan bagi generasi muda di Tanjung Buntung.</p>
<p>Menanggapi hal itu, Amsakar menegaskan pengembangan sumber daya manusia tetap menjadi prioritas Pemerintah Kota Batam. Hingga kini, pemerintah telah mengalokasikan dua bidang lahan untuk pembangunan sekolah menengah kejuruan.</p>
<p>“Kalau soal pendidikan saya berdiri paling depan,” kata Amsakar.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Amsakar menyampaikan bahwa komunikasi langsung dengan masyarakat menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas pelayanan publik. Menurut dia, masukan warga menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyempurnakan kebijakan, termasuk layanan pertanahan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/legislator-batam-jangan-persulit-warga-saat-bayar-uwt/">Legislator Batam: Jangan Persulit Warga Saat Bayar UWT</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/warga-usulkan-skema-pembayaran-uwt-kolektif/">Warga Usulkan Skema Pembayaran UWT Kolektif</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Melihat Perayaan Hari Kebaya Nasional di BP Batam</title>
		<link>https://gokepri.com/melihat-perayaan-hari-kebaya-nasional-di-bp-batam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jul 2026 01:24:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135276</guid>

					<description><![CDATA[<p>BP Batam memperingati Hari Kebaya Nasional melalui berbagai kegiatan budaya. Memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus <a class="read-more" href="https://gokepri.com/melihat-perayaan-hari-kebaya-nasional-di-bp-batam/" title="Melihat Perayaan Hari Kebaya Nasional di BP Batam" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/melihat-perayaan-hari-kebaya-nasional-di-bp-batam/">Melihat Perayaan Hari Kebaya Nasional di BP Batam</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BP Batam memperingati Hari Kebaya Nasional melalui berbagai kegiatan budaya. Memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus peran perempuan.</strong></p>
<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> — Kebaya memenuhi Balairung Sari BP Batam, Rabu, 22 Juli 2026. Menjelang Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli, seluruh pegawai perempuan BP Batam mengenakan busana tradisional tersebut sebagai bagian dari perayaan yang digelar Persatuan Istri Karyawan BP Batam (PIKORI BP Batam).</p>
<p>Perayaan itu tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan lomba berkebaya, tetapi juga menjadi ajakan untuk menjaga kebaya sebagai bagian dari identitas budaya Indonesia. Bagi BP Batam, momentum tersebut menjadi ruang memperkuat pelestarian budaya di lingkungan kerja.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/24-juli-ditetapkan-jadi-hari-kebaya-nasional/">24 Juli Ditetapkan Jadi Hari Kebaya Nasional</a></strong></p>
<p>Seremoni berlangsung dengan penampilan Tari Lenggang Kebaya, lomba fashion show kebaya, serta lomba foto berkebaya yang diikuti perwakilan unit kerja di lingkungan BP Batam. Sejumlah organisasi perempuan di Kota Batam juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.</p>
<p>Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengapresiasi penyelenggaraan Hari Kebaya Nasional oleh PIKORI BP Batam. Menurut dia, kebaya tidak hanya merepresentasikan busana tradisional, tetapi juga mencerminkan identitas dan nilai budaya bangsa.</p>
<p>“Kebaya bukan sekadar busana tradisional semata, melainkan simbol identitas, keanggunan, dan kekuatan perempuan Indonesia,” kata Li Claudia.</p>
<p>Ia mengajak perempuan untuk terus melestarikan kebaya sebagai warisan budaya sekaligus menjaga semangat berkarya dalam berbagai bidang.</p>
<p>“Semoga semangat berkebaya terus menguatkan rasa bangga kita terhadap budaya bangsa dan memberikan yang terbaik bagi negeri tercinta,” ujarnya.</p>
<p><strong>Mendorong Kebersamaan</strong></p>
<p>Ketua Umum PIKORI BP Batam Erlita Amsakar berharap peringatan Hari Kebaya Nasional dapat menjadi agenda tahunan organisasi tersebut. Menurut dia, kegiatan itu tidak hanya memperingat hari nasional, tetapi juga mempererat kebersamaan antaristri pegawai BP Batam.</p>
<p>“Semoga kebaya terus menjadi simbol kebanggaan budaya sekaligus penyemangat bagi perempuan untuk terus berkarya, memimpin, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” kata Erlita.</p>
<p>Selain jajaran PIKORI BP Batam, kegiatan itu dihadiri para Anggota dan Deputi BP Batam selaku penasihat PIKORI BP Batam, Pembina PIKORI BP Batam Sri Soedarsono, Ketua Badan Kontak Majelis Taklim Kota Batam Hasimah Nyat Kadir, serta perwakilan organisasi perempuan se-Kota Batam.</p>
<p>Perayaan Hari Kebaya Nasional di BP Batam menjadi bagian dari rangkaian peringatan yang berlangsung menjelang Hari Kebaya Nasional pada 24 Juli. Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap kebaya tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran untuk melestarikan warisan budaya Indonesia.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/indonesia-usulkan-kebaya-jadi-warisan-budaya-tak-benda-unesco/">Indonesia Usulkan Kebaya Jadi Warisan Budaya Tak Benda UNESCO</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/melihat-perayaan-hari-kebaya-nasional-di-bp-batam/">Melihat Perayaan Hari Kebaya Nasional di BP Batam</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 24/63 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)

Served from: gokepri.com @ 2026-07-28 00:57:24 by W3 Total Cache
-->