Pelabuhan Batam Makin Ramai, Arus Barang Terus Tumbuh

Pelabuhan batam
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau. Pada Triwulan I 2026, terminal ini mencatat throughput 128.556 TEUs, tumbuh 22 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Foto: BP Batam

Kinerja pelabuhan Batam meningkat hingga Agustus 2026. General cargo Batu Ampar mencapai 102 persen target.

BATAM (gokepri) – Aktivitas pelabuhan Batam meningkat sepanjang Januari–Agustus 2026, ditandai pertumbuhan arus peti kemas dan bongkar muat general cargo di atas 8 persen secara tahunan. Terminal Umum Batu Ampar mencatat capaian menonjol setelah volume general cargo mencapai 1,37 juta ton atau 102 persen dari target tahunan.

Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam mencatat penerimaan Rp303,14 miliar hingga Agustus 2026. Pada periode yang sama, arus peti kemas mencapai 542.927 TEUs, bongkar muat general cargo 8.174.446 ton, dan mobilitas penumpang 6.718.075 orang.

Baca Juga: Pelabuhan Batam Kian Efisien, Industri Diuntungkan

Pertumbuhan arus peti kemas mencapai 8,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan bongkar muat general cargo naik 8 persen. Mobilitas penumpang juga meningkat 8,02 persen secara tahunan, menunjukkan kenaikan aktivitas di jalur pelayaran domestik dan internasional.

Di Terminal Umum Batu Ampar, realisasi bongkar muat general cargo mencapai 1.376.034 ton atau 102 persen dari target tahunan. Sementara itu, Terminal Umum Curah Cair Kabil mencatat volume 2.792.750 ton atau 80 persen dari target.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyebut pertumbuhan sektor kepelabuhanan sebagai salah satu indikator yang menopang aktivitas ekonomi dan investasi di kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) Batam. Menurut dia, peningkatan arus logistik dan mobilitas penumpang mencerminkan pergerakan aktivitas perdagangan serta konektivitas kawasan. “Pelabuhan adalah urat nadi perdagangan Batam,” ujar Amsakar, Jumat 18 September 2026.

BP Batam menyiapkan penguatan infrastruktur dan layanan kepelabuhanan melalui modernisasi fasilitas, elektrifikasi peralatan bongkar muat, serta digitalisasi proses logistik. Pengembangan tersebut diarahkan untuk memperkuat posisi Pelabuhan Batam sebagai pusat alih muat atau transshipment hub dan simpul logistik internasional di Selat Malaka.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menekankan pentingnya peningkatan mutu pelayanan seiring dengan bertambahnya aktivitas pelabuhan. Hingga Agustus, lalu lintas penumpang mencapai 6.718.075 orang, sedangkan kunjungan kapal barang dan penumpang tercatat 73.230 call, tumbuh 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Tingginya mobilitas penumpang laut menuntut peningkatan mutu pelayanan publik di seluruh terminal,” kata Li Claudia.

Bp batam banner link sep 2027

Li Claudia menyampaikan BP Batam memperkuat koordinasi dengan unsur CIQP, yakni Customs, Immigration, Quarantine, dan Port Authority, serta asosiasi maritim. Koordinasi tersebut mencakup upaya mempercepat proses pelayanan dan menjaga akuntabilitas kegiatan kepelabuhanan.

Anggota/Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano mengaitkan capaian sektor kepelabuhanan dengan penguatan tata kelola dan optimalisasi aset. Ia menyoroti pencapaian general cargo Batu Ampar yang telah melewati target tahunan serta realisasi peti kemas yang mencapai 72 persen dari target 750.000 TEUs.

“Setiap aset kepelabuhanan BP Batam dioptimalkan secara komersial dengan tata kelola yang transparan dan profesional,” ujar Denny.

Dari sisi penerimaan, sektor kepelabuhanan membukukan Rp303,14 miliar atau 61,85 persen dari target tahunan Rp490,15 miliar hingga akhir Agustus. Direktur Badan Pengelolaan dan Pengusahaan Kepelabuhanan BP Batam Benny Syahroni menyebut penerimaan tersebut masih mengikuti koridor target dan memproyeksikan peningkatan pada kuartal IV 2026.

Benny menjelaskan, realisasi arus peti kemas mencapai 542.927 TEUs atau 72 persen dari target tahunan. Selain pertumbuhan 8,2 persen secara tahunan pada peti kemas, volume bongkar muat general cargo mencapai 8.174.446 ton dengan pertumbuhan 8 persen.

Capaian Batu Ampar menjadi salah satu indikator utama dalam evaluasi kinerja unit kepelabuhanan BP Batam hingga akhir tahun. Sementara itu, realisasi peti kemas masih akan dipantau seiring target tahunan yang ditetapkan sebesar 750.000 TEUs.

Penguatan layanan kepelabuhanan selanjutnya mencakup peningkatan kapasitas, optimalisasi aset, modernisasi fasilitas, dan koordinasi antarlembaga. BP Batam menempatkan agenda tersebut sebagai bagian dari pengembangan Pelabuhan Batam.

Baca Juga: BP Batam-Koarmada I Siapkan Keamanan Pelabuhan Berbasis AI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait