BP Batam Siapkan Strategi Hadapi Penyusutan Air Waduk Nongsa

Investasi Batam 2026
Amsakar Achmad. (gokepri.com)

BATAM (gokepri) – Hujan yang minim membuat permukaan air Waduk Nongsa terus turun. BP Batam mengatur pengambilan air baku dan memperkuat suplai ke wilayah Nongsa agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi.

Berdasarkan pemantauan BP Batam, Tinggi Muka Air (TMA) Waduk Nongsa berada pada level 5,96 meter. Kondisi tersebut mendorong BP Batam bersama PT Air Batam Hilir (ABH) mengatur produksi air baku untuk menjaga persediaan selama cuaca kering.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan tim memantau kondisi waduk setiap hari. Ia juga meminta tim turun ke sekitar waduk setelah muncul keresahan warga Nongsa terkait pasokan air. “Kami terus memantau kondisi waduk setiap hari,” kata Amsakar, Senin (21/9/2026).

Baca Juga: Waduk Nongsa Menyusut, BP Batam Andalkan Interkoneksi Jaringan Jaga Pasokan Air

BP Batam bersama PT ABH menyiapkan mobil tangki untuk menyuplai air bersih ke wilayah yang alirannya belum maksimal. Penguatan suplai ke Nongsa juga menjadi bagian dari upaya menjaga aliran air kepada masyarakat.

Setelah sistem pendukung beroperasi, aliran suplai ke masyarakat diharapkan berangsur membaik. Namun, kondisi aliran setiap wilayah tetap bergantung pada jaringan perpipaan dan ketersediaan air baku.

Di tengah penurunan muka air Waduk Nongsa, Amsakar menyebut produksi air bersih Batam secara keseluruhan masih berada di atas kebutuhan rata-rata masyarakat. Kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah menerima aliran air secara optimal.

Waduk nongsa
Grafis: BP Batam

BP Batam mencatat volume air efektif yang masuk ke sistem distribusi mencapai sekitar 3.780 liter per detik (Lps), setelah memperhitungkan tingkat kehilangan air sekitar 16 persen. Sementara itu, kebutuhan rata-rata masyarakat berada di kisaran 3.700 Lps.

Artinya, selisih pasokan efektif dan kebutuhan rata-rata mencapai sekitar 80 Lps. Angka tersebut menggambarkan kondisi seluruh sistem, bukan jaminan bahwa setiap kawasan bebas dari gangguan air.

Bp batam banner link sep 2027

BP Batam tetap memantau wilayah yang bergantung pada waduk dengan kondisi muka air yang menurun. Selain Nongsa, Waduk Sei Harapan juga menjadi perhatian dalam pengelolaan air baku.

“Penurunan tampungan air baku memang terjadi seiring rendahnya intensitas hujan,” ujar Amsakar.

BP Batam akan terus mengevaluasi kondisi waduk dan menyesuaikan langkah antisipasi. Tujuannya menjaga kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama hujan belum mencukupi.

BP Batam Siapkan Sumber Air Alternatif

BP Batam menyiapkan sejumlah pilihan jika cuaca minim hujan berlanjut. Rencana tersebut mencakup peningkatan potensi hujan, penambahan fasilitas pengolahan air, dan pemanfaatan sumber air alternatif.

Salah satu opsi yang disiapkan ialah koordinasi tambahan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Program ini ditujukan untuk membantu meningkatkan potensi hujan di kawasan tangkapan air.

BP Batam juga merencanakan pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru berkapasitas 50 Lps di Sei Ladi. Fasilitas tersebut diharapkan membantu menambah daya dorong dan menjaga kontinuitas pasokan air.

Selain itu, BP Batam mengkaji pemanfaatan embung sebagai sumber air tambahan. Salah satu pilihannya ialah memompa air dari embung untuk membantu mengisi waduk terdekat.

Pilihan lainnya berupa pembangunan fasilitas pengolahan air di sekitar embung. Air dari sumber tersebut nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung sistem distribusi.

BP Batam juga mengkaji kemungkinan pengaturan suplai air secara bergilir. Penerapannya akan mempertimbangkan kondisi jaringan perpipaan dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Kami tidak ingin menunggu sampai kondisi menjadi lebih sulit,” kata Anggota atau Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam Denny Tondano.

Denny mengatakan BP Batam terus mengevaluasi berbagai skenario berdasarkan perkembangan kondisi waduk. Pemerintah juga menyiapkan strategi jangka panjang melalui konsep Batam Integrated Total Water Management.

Konsep tersebut bertujuan memperkuat ketahanan air dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional. Pengembangan sumber alternatif mencakup teknologi Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), air daur ulang, embung, dan air hujan (stormwater).

Dalam proyeksi jangka panjang, BP Batam menargetkan kontribusi SWRO sebesar 2.500 Lps. Air daur ulang ditargetkan menyumbang 500 Lps, sedangkan embung dan stormwater ditargetkan menghasilkan 500 Lps.

BP Batam juga mengkaji pengembangan waduk laut dan pemanfaatan sumber air dari wilayah sekitar Batam. Total rencana kapasitas dari opsi tersebut mencapai 3.000 Lps.

Rencana pengembangan sumber air itu disiapkan untuk menghadapi proyeksi kebutuhan air Batam sebesar 7.149 Lps pada 2045. Kebutuhan tersebut diperkirakan meningkat seiring pertumbuhan penduduk, kawasan hunian, industri, pusat data, dan aktivitas ekonomi lainnya.

“Ketahanan air merupakan kebutuhan bersama,” ujar Denny.

Sambil menyiapkan sumber air baru, BP Batam terus memantau kondisi Waduk Nongsa dan sumber air baku lainnya. Pengaturan produksi dan penguatan suplai menjadi langkah yang ditempuh untuk menjaga aliran air bersih kepada masyarakat.

Baca Juga: Waduk Kepri Mulai Kritis, Apa Langkah Pemerintah Daerah?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait