Penertiban Ruli Batam, Rusun Jadi Opsi Hunian Warga Terdampak

Rusun Tanjung Uncang, Batam.

BATAM (gokepri) – Pemko Batam menyiapkan penertiban rumah liar (ruli) di tiga kawasan, yakni Sagulung, Jodoh Batu Ampar, dan belakang Gedung Bersama Batam Center. Satpol PP lebih dulu memberi peringatan kepada warga agar mereka punya kesempatan membongkar sendiri bangunannya.

Pendekatan tersebut mulai terlihat di sejumlah lokasi. Ratusan bangunan telah dibongkar oleh pemiliknya setelah menerima pemberitahuan dari pemerintah, sehingga petugas tidak selalu perlu datang dengan pengerahan personel dalam jumlah besar.

Kepala Satpol PP Kota Batam Imam Tohari mengatakan kawasan dekat Pelabuhan Sagulung menjadi salah satu lokasi yang masuk agenda penertiban. Dua lokasi lainnya berada di belakang Bank BCA di Jodoh dan belakang Gedung Bersama Batam Center. “Dalam waktu dekat yang kami tuju di Sagulung, Jodoh, dan terakhir di belakang Gedung Bersama,” kata Imam di Batam, Jumat 11 September 2026.

Baca Juga: 146 Ruli di Seraya Atas Digusur, Warga Sempat Lakukan Aksi Protes

Di belakang Bank BCA, Satpol PP mencatat 14 bangunan ruli. Pemerintah sudah mengirimkan surat pemberitahuan dan kini masuk tahap Surat Peringatan atau SP 1 kepada warga yang menempatinya.

Jumlah bangunan di belakang Gedung Bersama jauh lebih besar. Pendataan terbaru mencatat 247 bangunan, turun dari 366 bangunan pada pendataan sebelumnya.

Penurunan itu terjadi sebelum penertiban berikutnya berjalan. Pemerintah kini menghadapi kawasan yang masih dihuni ratusan bangunan, tetapi juga melihat adanya warga yang mulai meninggalkan bangunannya secara mandiri.

Imam mengatakan pendekatan kekeluargaan akan menjadi pilihan pemerintah di kawasan tersebut. Cara ini dinilai lebih sesuai karena jumlah bangunan sudah berkurang dan sebagian warga memilih membongkar sendiri.

“Kami akan coba dengan pendekatan kekeluargaan karena jumlahnya sudah berkurang,” ujar Imam. Pemerintah berharap warga memahami peringatan yang diberikan sebelum penertiban masuk ke tahap berikutnya.

Sagulung menjadi salah satu contoh pembongkaran mandiri tersebut. Imam menyebut 147 bangunan di kawasan itu sudah dibongkar sendiri oleh warga.

Ads bp batam 2026 baru

“Yang di Sagulung kemarin ada 147 bangunan, mereka bongkar sendiri,” katanya. Menurut Imam, warga mulai memahami bahwa pemerintah sedang menata kawasan yang selama ini ditempati.

Namun, berkurangnya bangunan tidak otomatis menyelesaikan persoalan warga yang tinggal di dalamnya. Ketika sebuah ruli dibongkar, penghuni tetap membutuhkan tempat tinggal untuk melanjutkan kehidupan sehari-hari.

Pemko Batam menyiapkan rusun sebagai salah satu pilihan bagi warga terdampak. Opsi tersebut belum berjalan karena pemerintah masih menunggu kebijakan mengenai mekanisme penempatan, lama tinggal, dan bentuk dukungan bagi warga.

“Untuk sekarang belum ada yang menerima opsi untuk pindah ke rusun permanen tersebut,” kata Imam. Artinya, warga yang terdampak belum memiliki gambaran pasti mengenai skema hunian yang ditawarkan pemerintah.

Persoalan hunian menjadi bagian penting dari penertiban karena jumlah warga yang terdampak tidak sedikit. Di belakang Gedung Bersama saja masih ada 247 bangunan yang tercatat dalam pendataan terakhir.

Sementara itu, Satpol PP memilih mempertahankan pendekatan yang memberi ruang bagi warga untuk membongkar sendiri. Pemerintah berharap cara tersebut membuat penataan kawasan berjalan lebih tertib sekaligus mengurangi potensi benturan saat petugas turun ke lapangan.

“Semakin ke sini semakin ada ketegasan dari pemerintah,” ujar Imam. Ia mengatakan warga mulai memahami peringatan pemerintah dan sebagian memilih membongkar bangunannya secara mandiri. ANTARA

Baca Juga: Lukita Dinarsyah Tuwo: Jangan Ada Lagi Sebutan Warga Ruli

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait