Trans Batam Mulai Layani Rute Bandara Hang Nadim

Koridor 7 Trans Batam resmi ujiboba, hubungkan Bandara Hang Nadim dan Batam Center. (foto: gokepri/engesti)

BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam mulai menguji coba layanan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Batam Koridor 7 yang menghubungkan Nongsa, Bandara Internasional Hang Nadim, dan Batam Center.

Layanan tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarmoda transportasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap angkutan umum.

Asisten II Pemerintah Kota Batam, Yusfa Hendri, mengatakan pengoperasian Koridor 7 merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan sistem transportasi publik yang terintegrasi, mulai dari pelabuhan laut, angkutan darat hingga bandara.

“Hari ini menjadi momen penting karena Pemerintah Kota Batam terus berupaya menghadirkan transportasi umum yang aman, nyaman, dan terjangkau. Dengan masuknya Trans Batam ke Bandara Hang Nadim, interkoneksi antarmoda yang selama ini kita rencanakan mulai terwujud,” kata Yusfa saat uji coba lintasan di Bandara Hang Nadim, Senin.

Ia menjelaskan penumpang yang tiba melalui Pelabuhan Sekupang kini dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Trans Batam menuju Batam Center, Nagoya, maupun Jodoh.

“Dari Batam Center, masyarakat dapat berpindah ke Koridor 7 untuk menuju Bandara Hang Nadim maupun kawasan Nongsa,” kata dia.

Menurut Yusfa, integrasi tersebut diharapkan semakin memperkuat posisi Batam sebagai kota modern dengan sistem transportasi publik yang saling terhubung.

Ia menyebut Batam menjadi kota ketiga di Indonesia yang memiliki layanan BRT terintegrasi dengan bandara setelah Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Tarif layanan Koridor 7 ditetapkan sebesar Rp5.000 untuk penumpang umum dan Rp2.500 bagi pelajar serta anak-anak. Sementara waktu tunggu bus saat ini berkisar 20 menit pada pagi hari dan sekitar 30 menit pada siang hingga sore.

“Kami berharap jika jumlah penumpang terus meningkat, frekuensi perjalanan juga akan ditambah sehingga waktu tunggu menjadi lebih singkat,” ujarnya.

Kepala UPT Bus Trans Batam, Bambang Cipto, mengatakan armada Koridor 7 telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang keselamatan dan kenyamanan, di antaranya kamera CCTV yang memantau kondisi pengemudi, sistem pendeteksi kantuk, GPS yang dapat dipantau melalui aplikasi, hingga fasilitas pengisian daya telepon seluler.

“Bus juga dirancang ramah bagi penyandang disabilitas dengan akses kursi roda serta mampu mengangkut hingga 40 penumpang,” kata dia.

Seluruh transaksi dilakukan secara non-tunai. Namun demikian, petugas tetap akan membantu penumpang yang belum memiliki kartu maupun aplikasi pembayaran elektronik agar tetap dapat menggunakan layanan.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam (BIB), Annang Setia Budhi, menyatakan kehadiran Trans Batam memberikan alternatif transportasi publik menuju Bandara Hang Nadim dengan tarif yang lebih terjangkau.

Menurut dia, akses menuju bandara selama ini masih didominasi kendaraan pribadi, disusul taksi konvensional dan taksi daring.

“Kehadiran Trans Batam diharapkan mampu meningkatkan penggunaan angkutan umum sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat menuju maupun dari bandara,” kata dia. *

Penulis: Engesti

 

Pos terkait