BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam terus mendorong tata kelola pemerintahan yang terintegrasi dan berbasis data melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Salah satunya melalui DATIN BATAM (Data Integrasi Kependudukan Kota Batam) yang menjadi platform integrasi data kependudukan lintas sektor berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam, Adisthy, menjelaskan bahwa DATIN BATAM dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data kependudukan yang lebih terintegrasi, aman, serta dapat dimanfaatkan dalam mendukung kebutuhan pemerintahan.
Baca Juga: Amsakar Ingin Batam Innovation Award Meningkatkan Layanan Publik
“DATIN BATAM hadir sebagai platform integrasi data kependudukan lintas sektoral berbasis NIK, dengan arsitektur data yang aman dan berstandar SMKI atau Sistem Manajemen Keamanan Informasi,” jelasnya, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, integrasi data menjadi bagian penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Melalui DATIN BATAM, data kependudukan diharapkan dapat terintegrasi dengan lebih baik sehingga mampu mendukung proses perencanaan pembangunan Kota Batam secara lebih presisi.
“Dengan integrasi data yang lebih baik, DATIN BATAM diharapkan dapat mendukung perencanaan pembangunan, sekaligus mendorong pelayanan publik yang lebih tepat sasaran. Tentunya sejalan dengan program prioritas Wali Kota Batam (Amsakar Achmad) dan Wakil Wali Kota Batam (Li Claudia Chandra),” ujarnya.
Adisthy menambahkan keberadaan DATIN BATAM juga mengedepankan aspek keamanan informasi dalam pengelolaan data kependudukan.
Platform tersebut mengusung sejumlah prinsip utama, yakni satu data kependudukan, terintegrasi lintas sektor, aman dan berstandar SMKI, serta mendukung kebijakan yang tepat sasaran.
Dengan integrasi tersebut, pemanfaatan data kependudukan diharapkan dapat semakin optimal dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik di Kota Batam.
Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor, Warga Batam Bisa Urus Dokumen di Program KETAPEL
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









