BATAM (gokepri) – Polresta Barelang sedang menyelidiki penyebab kebakaran kapal tanker MT Federal II di PT ASL Shipyard Tanjung Uncang, Batam. Insiden pada Selasa, 24 Juni, itu menewaskan lima pekerja dan melukai empat lainnya.
Kapolresta Barelang Kombes Pol. Zaenal Abidin membenarkan penyelidikan telah berjalan. “Ya sedang dilakukan penyelidikan, berdasarkan laporan yang kami terima,” kata Zaenal di Batam, Rabu, 25 Juni.
Zaenal menjelaskan, sebanyak 24 saksi telah dimintai keterangan. Mereka termasuk para pekerja di lokasi kejadian dan subkontraktor dari PT ASL Shipyard. Polisi juga mendatangkan saksi ahli forensik dari Puslabfor Mabes Polri.
“Apakah ada kelalaian atau tidak, itulah yang kami cari tahu,” ujarnya.
Olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan forensik telah dilakukan seminggu sebelumnya oleh Tim Puslabfor dari Medan, sebagai pendelegasian dari Puslabfor Mabes Polri terdekat di wilayah Sumatera. Adanya korban jiwa yang mencapai lima orang membuat polisi wajib mengungkap penyebab kebakaran ini. Hal ini penting agar peristiwa serupa tidak terulang dan menjadi pembelajaran bagi masyarakat.
“Peristiwa kebakaran ini harus diungkap penyebabnya sebagai gambaran ke masyarakat, sehingga dapat jadi preventif tidak terulang lagi,” kata Zaenal.
Peristiwa kecelakaan kerja itu terjadi Selasa, 24 Juni, sore. Awalnya, tiga pekerja meninggal dunia dan enam lainnya terluka. Belakangan, satu korban luka berat menyusul meninggal, sehingga total korban tewas menjadi lima orang. Dari empat korban luka, tiga masih dirawat di rumah sakit, sementara satu sudah pulang karena luka ringan. Kebakaran MT Federal II terjadi saat kapal tersebut sedang docking atau perawatan di PT ASL Shipyard Tanjunguncang.
Baca Juga: Disnakertrans Kepri Selidiki Kebakaran Kapal MT Federal II yang Tewaskan 5 Pekerja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









