Bintan (gokepri.com) – Gubernur Kepri Ansar Ahmad terus meggesa penerapan kebijakan visa on arrival (VoA) di Kepri.
Menurut Ansar hal itu harus segera diputuskan jika ingin Kepri kembali menjadi primadona pariwisata di Indonesia.
“PR kita, kita harus terus mendorong pemerintah pusat supaya VoA itu kalau bisa ditiadakan, kalau tidak memungkinkan pun kita minta keringanan supaya diberlakukan short visa” ujarnya.
Baca Juga: Golden Visa Digadang Tingkatkan Kualitas Pariwisata di Batam
Gubernur Ansar mengatakan, jika tidak memungkinkan VoA untuk dinihilkan, short visit visa dengan biaya lebih rendah bisa menjadi opsi untuk menambah ketertarikan wisatawan asing mengunjungi Kepri.
“Penting sekali short visit untuk turis kita karena tidak bisa menggeneralisir turis kita yang saat ini rata-rata 3,5 sampai 4 hari length of stay nya” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.
Hal tersebut dibenarkan Duta Bear RI untuk Singapura, Suryopratomo. Menurutnya, fakta bahwa Bintan ini adalah daerah pertama yang dibuka aksesnya untuk pariwisata pasca pandemi covid 19 tidak boleh dilupakan.
Setelah dibuka, maka event-event yang menjadi pemicu hadirnya wisatawan asing.
“Mudah-mudahan upaya kita bersama terus melobi kepada Dirjen Imigrasi dan Pemerintah Pusat dapat didengar dan kebijakan VoA segera diberlakukan” harapnya.
Sementara itu GM PT. Bintan Resrot Cakrawala (BRC) Abdul Wahab mengatakan jumlah peserta Bintan Triathlon kurang dari penyelenggaraan sebelum covid-19, salah satu penyebab terbesarnya adalah persoalan visa on arrival.
“Kami berharap dengan sangat dengan adanya visa on arrival secara singkat, yang tadinya 50 dollar, menjadi misalnya 10 dollar ini akan lebih memungkinkan ramai peminat yang akan datang untuk berpartisipasi dalam event-event di Bintan” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
***








