Pemprov Kepri Cairkan Pinjaman Rp76 Miliar untuk 41 Proyek Fisik

Museum Bahasa Penyengat
Ilustrasi Tugu Bahasa di Pulau Penyengat. Sumber: Dinas PUPP Kepulauan Riau

TANJUNGPINANG (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau mempercepat pengerjaan proyek fisik dengan mencairkan Rp76 miliar pinjaman daerah dari Bank Jabar Banten. Strategi lelang dini diterapkan untuk menghindari hambatan cuaca ekstrem menjelang akhir tahun.

Dari total pinjaman Rp400 miliar yang diteken Pemprov Kepri dan BJB pada awal 2026, Rp256 miliar dialokasikan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan.

Kepala Dinas PUPP Kepri Rodi Yantari mengatakan sekitar Rp76 miliar dari alokasi tersebut telah dicairkan. Dana itu membiayai 41 paket proyek fisik tahun anggaran 2026. “Rp76 miliar atau 38 persen sudah dicairkan untuk mengerjakan 41 paket proyek fisik tahun ini,” kata Rodi di Tanjungpinang, Ahad, 9 Agustus.

Baca Juga: Pemprov Kepri dan DPRD Sepakati Pinjaman Daerah Rp250 miliar

Ke-41 proyek tersebut tersebar di sejumlah bidang Dinas PUPP, yakni Bina Marga, Cipta Karya, dan Sumber Daya Air. Pemerintah mengejar pelaksanaan proyek sebelum periode cuaca ekstrem yang berpotensi menghambat pekerjaan konstruksi.

Hingga awal Agustus, sekitar 98 persen proyek fisik Dinas PUPP telah melewati proses lelang. Sebagian proyek bahkan sudah berkontrak dan mulai dikerjakan.

Percepatan tender menjadi strategi utama Dinas PUPP untuk menghindari penumpukan pekerjaan menjelang musim penghujan. Kepri menghadapi risiko banjir, tanah longsor, dan badai yang dapat mengganggu pengerjaan infrastruktur.

Menurut Rodi, lelang dini diterapkan sejak awal tahun untuk memberi ruang waktu pengerjaan yang lebih panjang. Strategi itu juga diharapkan menjaga kesiapsiagaan pemerintah menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Pemerintah berharap proyek yang menggunakan dana pinjaman tersebut dapat berjalan sesuai target yang telah disepakati bersama kontraktor. Percepatan tidak hanya menyasar proses pengadaan, tetapi juga waktu pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Bp batam banner link sep 2027

Salah satu proyek yang sudah berjalan adalah pembangunan Museum dan Monumen Bahasa Nasional di Pulau Penyengat. Proyek strategis tahun jamak itu memiliki anggaran Rp99,9 miliar dan ditargetkan rampung pada 2027.

Proyek besar lainnya ialah pembangunan Poliklinik RSUD Raja Ahmad Tabib Kepri dengan anggaran sekitar Rp110 miliar. Hingga awal Agustus, proyek tersebut masih berada dalam tahap penawaran lelang dan ditargetkan segera berkontrak.

“Jadi, tahun ini ada dua proyek besar yang kita kerjakan untuk tahun jamak,” ujar Rodi.

Kedua proyek tersebut menjadi bagian dari pekerjaan fisik yang membutuhkan waktu lebih dari satu tahun anggaran. Karena itu, pemerintah menempatkan penyelesaian kontrak dan kesiapan pelaksanaan sebagai bagian penting dari strategi percepatan.

Selain dua proyek tahun jamak itu, puluhan paket lain tersebar pada bidang jalan, bangunan, dan sumber daya air. Penyelesaian 98 persen proses lelang menjadi modal awal agar proyek tidak tersendat ketika memasuki periode cuaca buruk.

Dinas PUPP masih menunggu pencairan lanjutan dari alokasi pinjaman untuk membiayai paket pekerjaan yang tersisa. Pemerintah daerah menargetkan seluruh proyek fisik 2026 berjalan sesuai jadwal dan rampung berdasarkan kontrak dengan pelaksana. ANTARA

Baca Juga: Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah Teken Pinjaman Daerah Rp30 Miliar dengan BRK Syariah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait