TNI Uji Operasi Gabungan Trimatra di Lingga

Panglima tni kunjungan ke lingga
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto disambut Wali Kota Batam Amsakar Achmad di VIP Bandara Hang Nadim Batam, Selasa 4 Agustus 2026. Foto: Diskominfo Batam

BATAM (gokepri) – TNI menggelar latihan terintegrasi trimatra di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, untuk menguji kesiapan operasi gabungan. Latihan ini mengukur kemampuan personel, alutsista, serta sistem komando hingga satuan paling bawah.

Latihan yang berlangsung di Lingga, Selasa, 4 Agustus 2026, melibatkan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara dalam satu skenario operasi terpadu. Pengujian diarahkan pada kemampuan tiga matra beroperasi dalam satu sistem komando dan pengendalian.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen TNI Muhammad Nas mengatakan interoperabilitas menjadi sasaran utama latihan tersebut. Menurut dia, kesiapan personel dan alutsista perlu diuji secara terpadu agar mampu menghadapi operasi gabungan. “Yang ingin ditunjukkan adalah interoperabilitas dari tiga matra,” kata Muhammad Nas.

Baca Juga: Berapa Besar Kenaikan Tukin Prajurit TNI?

Menurut dia, latihan juga menguji kemampuan Panglima TNI mengendalikan operasi hingga tingkat unit paling bawah. Dari proses itu, efektivitas komando dan koordinasi antarsatuan dapat diukur dalam kondisi yang menyerupai operasi sebenarnya.

Salah satu materi latihan ialah infiltrasi udara melalui penerjunan Kelompok Depan Operasi Lintas Udara (KDOL) di sekitar Drop Zone Bandara Dabo Singkep. Unsur ini bertugas membuka jalan sebelum pasukan utama memasuki daerah sasaran.

KDOL terdiri atas 13 personel Dalpur Denmatra 2 Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) dan 12 personel Batalyon Infanteri 328. Mereka mengamankan daerah sasaran, menandai lokasi pendaratan, mengamati medan, serta menyampaikan informasi mengenai kondisi wilayah dan situasi musuh.

Materi tersebut mengintegrasikan pesawat angkut CN-235 Skadron Udara 27 Biak, Korpasgat, dan Yonif 328. Dari skenario itu, TNI menguji kemampuan tiap matra bekerja dalam satu rangkaian operasi.

Pelaksanaan latihan ditinjau langsung Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang didampingi Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono.

Muhammad Nas mengatakan latihan juga menjadi bentuk pertanggungjawaban TNI kepada pemerintah dan masyarakat atas kepercayaan menjaga kedaulatan negara. Menurut dia, kesiapan personel dan material harus mampu menjawab tugas pertahanan maupun operasi nonperang.

“Kami ingin menunjukkan bahwa TNI profesional dengan personel dan material yang dimiliki serta siap melaksanakan tugas sesuai amanat undang-undang,” ujarnya.

Selain menguji kemampuan tempur, rangkaian latihan mencakup Operasi Militer Selain Perang (OMSP) berupa bakti sosial dan bakti kemasyarakatan yang melibatkan lebih dari 12 ribu personel.

Melalui latihan itu, TNI menargetkan interoperabilitas antarmatra semakin kuat sehingga operasi gabungan dapat berlangsung lebih efektif dalam menghadapi berbagai ancaman dan menjaga wilayah terluar serta terpencil Negara Kesatuan Republik Indonesia. ANTARA

Baca Juga: TNI AL Gagalkan Penyelundupan 1,9 Ton Pasir Timah di Karimun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait