BATAM (gokepri) – Lonjakan investasi menopang pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau menjadi 6,99 persen pada triwulan II-2026, tertinggi di Sumatera. Kinerja itu ditopang industri pengolahan dan ekspansi investasi yang mulai tersebar ke sejumlah daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau menunjukkan pertumbuhan ekonomi Kepri secara tahunan (year on year/y-on-y) mencapai 6,99 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera dan menempatkan Kepri di peringkat ketiga nasional, di bawah Maluku Utara yang tumbuh 15,35 persen dan Nusa Tenggara Barat.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Kepri Margaretha Ari Anggorowati mengatakan pertumbuhan itu memberi kontribusi 7,18 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera. “Perekonomian Kepri di triwulan II-2026 tumbuh tinggi,” kata Margaretha di Tanjungpinang, Rabu, 5 Agustus 2026.
Baca Juga: Saat Daerah Lain Melambat, Ekonomi Kepri Tetap Tumbuh Kuat
BPS mencatat industri pengolahan tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Kepri. Sektor ini menyumbang andil pertumbuhan sebesar 2,55 persen dan sebagian besar berpusat di Kota Batam, disusul Kabupaten Bintan serta Kabupaten Karimun.
Namun, pendorong terbesar dari sisi pengeluaran datang dari investasi. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 24,08 persen dengan andil terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 10,2 persen.
Menurut BPS, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kepri pada triwulan II-2026 atas dasar harga berlaku mencapai Rp104,81 triliun. Sementara atas dasar harga konstan, nilainya mencapai Rp59,07 triliun.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menilai capaian tersebut menjadi modal untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Karena itu, pemerintah daerah menggenjot investasi senilai Rp86 triliun sepanjang 2026.
Hingga Juni 2026, realisasi investasi di Kepri telah mencapai sekitar Rp40 triliun. Pemerintah berharap sejumlah proyek besar segera masuk tahap pembangunan agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga sekaligus membuka lapangan kerja baru.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batam melalui BP Batam menjadi salah satu proyek utama yang diharapkan mendorong investasi tahun ini.
Selain Batam, pemerintah juga menyiapkan pembangunan kawasan industri petrokimia di Pulau Poto, Kabupaten Bintan, serta pengembangan industri baja di Pulau Numbing.
Di Kabupaten Lingga, pemerintah pusat dan daerah mendorong realisasi investasi KEK Thiansan yang telah masuk Proyek Strategis Nasional (PSN). Kawasan itu diharapkan menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru di luar Batam.
Pemerataan Pertumbuhan
Pemerintah juga mengembangkan industri rumput laut di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, dengan target kawasan budidaya mencapai 5.000 hektare. Investasi tersebut dikelola investor lokal asal Jawa Barat.
Program serupa dipercepat di Kabupaten Kepulauan Anambas dengan target penjualan 300 ribu ton rumput laut per tahun. Pemerintah menilai sektor ini berpotensi menciptakan lapangan kerja sekaligus menambah pendapatan masyarakat pesisir.
“Industri rumput laut didukung penuh pemerintah pusat,” kata Ansar.
Menurut Ansar, pemerintah akan mengarahkan investasi ke seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu di Batam, tetapi juga dinikmati wilayah lain.
Baca Juga: Ekonomi Kepri Tumbuh di Atas Rata-rata Sumatera, Apa Penopangnya?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









