Puluhan Keluarga di Natuna Terendam Banjir Rob

banjir rob natuna
Banjir rob merendam puluhan rumah warga di Kecamatan Bunguran Timur, Natuna, Kepri, Kamis (26/11) malam. (istimewa)

Natuna (gokepri.com) – Banjir akibat air laut pasang merendam puluhan perumahan warga di Bunguran Timur, Natuna, Kamis (26/11/2020) malam. Tim gabungan sudah berada di lokasi untuk membantu warga.

Banjir rob dengan ketinggian 70 cm itu dipastikan sudah mulai turun. “Genangan air sudah mulai turun, tapi agak lambat. Karena kondisi air laut masih pasang,” kata Kepala Seksi Kedaruratan Logistik Rehibilitasi dan Rekonstruksi Dinas Pemadam Kebakaran Natuna Elkadar, Kamis (26/11/2020) dini hari.

Elkadar menyebut tidak ada korban jiwa akibat bencana alam tersebut. Namun, warga kemungkinan mengalami sedikit kerugian materil akibat barang-barang berharga di dalam rumah mereka terendam banjir.

HBRL

Tim gabungan dari Damkar, Basarnas, Kepolisian dan TNI sudah bersiaga di lokasi kejadian untuk berupaya membantu warga menghadapi dampak banjir rob.

Pihaknya mengaku kesulitan untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir rob, salah satunya disebabkan sarana dan prasarana penanggulangan bencana alam di Natuna sangat minim.

|Baca Juga: Ventilator dan 100 Ribu Masker untuk Warga Natuna

“Kita belum terintegrasi dengan lokasi pengungsian, dan dapur umum juga belum siap. Paling warga bertahan di rumah tetangga yang tidak terdampak banjir karena berada di dataran tinggi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan setiap tahunnya daerah Bunguran Timur memang menjadi langganan banjir rob. Apalagi pada bulan Desember, air pasang tidak normal seperti biasanya.

Selain itu, juga disebabkan meluapnya sungai Batu Hitam dan Sungai Ranai, sehingga memicu air tidak bisa turun ke laut.

Maka itu, pemerintah daerah atau pihak terkait diharapkan segera mencari solusi, semacam membangun waduk atau kanal untuk menampung air. Kemudian, dipasang pompa penyedot agar air bisa dialirkan ke laut.

“Tapi waduk atau kanal harus dibangun di dataran tinggi, untuk bisa membuang air ke laut,” sebut dia.

|Baca Juga: Natuna Segera Dibangun Pos Batas Negara Senilai Rp121,1 Miliar

Pihaknya turut mengharapkan pemerintah daerah melakukan normalisasi sungai Batu Hitam dan Sungai Ranai yang kerap memicu terjadinya banjir tahunan di Natuna.

“Selama ini, normalisasi terkendala warga yang membangun rumah di atas sungai enggan direlokasi,” katanya menegaskan. (Can/ant)

Editor: Candra Gunawan

Pos terkait