NATUNA (gokepri) – Pemerintah Kabupaten Natuna menyiapkan puluhan kuota beasiswa bagi pelajar yang akan melanjutkan pendidikan tinggi pada 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan kuota beasiswa tersebut lahir dari kemitraan antara pemerintah daerah dengan sejumlah perguruan tinggi serta perusahaan minyak dan gas yang beroperasi di wilayah Natuna.
“Kami di 2026 kembali mendapatkan kuota beasiswa untuk anak daerah,” kata Cen Sui Lan di Natuna, Jumat, 22 Mei 2026.
Baca Juga: Pemko Batam Perluas Beasiswa untuk Siswa Berprestasi dan Hinterland
Beberapa kampus yang telah membuka alokasi beasiswa antara lain Universitas Esa Unggul sebanyak 10 kuota, Telkom University 20 kuota, Universitas Pertamina 10 kuota, serta Universitas Riau Kepulauan 10 kuota.
Pilihan jenjang pendidikannya juga bervariasi, mulai diploma hingga sarjana, menyesuaikan program masing-masing perguruan tinggi. Sebagian program kini masih dalam tahap pembukaan, sementara sebagian lain telah menuntaskan proses seleksi.
Menurut Cen, sumber pembiayaan beasiswa tidak berasal dari satu jalur. Ada yang datang langsung dari kampus, perusahaan, hingga program Kartu Indonesia Pintar atau KIP.
“Beasiswa ini terbuka untuk semua kalangan yang mampu bersaing. Persaingannya juga antaranak Natuna,” ujarnya.
Skema bantuan yang tersedia pun berbeda. Sejumlah mahasiswa berpeluang memperoleh pembiayaan penuh yang mencakup uang kuliah dan biaya hidup. Sebagian lainnya memperoleh pembebasan biaya pendidikan.
Program tersebut hadir saat kondisi fiskal Natuna masih menghadapi tekanan. Dana transfer dari pemerintah pusat, menurut Cen, belum seluruhnya tersalurkan sehingga pemerintah daerah perlu mencari jalur lain agar agenda pembangunan tetap bergerak.
Pendidikan menjadi salah satu sektor yang dipilih untuk tetap dipertahankan.
“Anak-anak Natuna itu pintar. Tugas kita adalah membuka peluang agar mereka bisa meningkatkan wawasan dan pendidikan. Beasiswa ini menjadi salah satu upaya tersebut,” kata Cen.
Langkah menggandeng perguruan tinggi dan sektor industri juga menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah daerah. Ketika kemampuan anggaran terbatas, kolaborasi menjadi instrumen untuk menjaga pengembangan sumber daya manusia.
Natuna selama ini menghadapi tantangan geografis sebagai wilayah kepulauan terluar. Akses pendidikan tinggi bagi sebagian pelajar kerap bergantung pada kemampuan ekonomi keluarga dan kesempatan masuk perguruan tinggi di luar daerah.
Dengan tambahan kuota beasiswa pada 2026, pemerintah daerah berharap lebih banyak pelajar Natuna dapat melanjutkan pendidikan tanpa terhambat biaya. ANTARA
Baca Juga: Kementrans Siapkan Beasiswa Patriot untuk 1.100 Peserta dari 7 Kampus
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









