NATUNA (gokepri) — Pemerintah Kabupaten Natuna mengerahkan operasi modifikasi cuaca dan bom air untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang telah menghanguskan ratusan hektare wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Natuna, Raja Darmika, menyatakan operasi modifikasi cuaca dijadwalkan berlangsung pada Selasa (31/3/2026). Jadwal itu bergantung pada kedatangan bahan baku penyemaian awan ke Natuna. Pesawat jenis Skytrack akan digunakan dalam operasi tersebut.
Adapun operasi bom air dijadwalkan pada hari yang sama. Jika kondisi tidak memungkinkan, operasi diundur ke Rabu (1/4/2026) menggunakan helikopter. Kedua wahana udara itu sudah tiba di Pangkalan TNI Angkatan Udara Raden Sadjad, Natuna.
Baca Juga: Ikhtiar Menghadapi Kemarau Panjang di Kepri
“Titik prioritas water bombing adalah wilayah Batubi, Kecamatan Bunguran Batubi. Untuk modifikasi cuaca, titik sasaran belum ditentukan karena BMKG masih memantau pergerakan awan,” kata Raja Darmika saat dikonfirmasi dari Batam, Senin (30/3/2026).
Teknologi modifikasi cuaca bekerja dengan menyemai awan menggunakan bahan kimia tertentu untuk memicu hujan. Sementara bom air adalah teknik pemadaman dari udara — air dijatuhkan dalam jumlah besar langsung ke titik api, efektif menjangkau area yang sulit diakses dari darat.
Kedua peralatan itu merupakan bantuan pemerintah pusat setelah Pemkab Natuna mengajukan surat permohonan resmi. Permohonan itu didorong oleh keterbatasan peralatan daerah yang tidak memadai untuk menangani kebakaran berskala ratusan hektare. Operasi ini melibatkan TNI, Polri, dan BMKG. ANTARA
Baca Juga: Pemkab Natuna Tawarkan Hadiah Rp5 Juta bagi Pelapor Pembakar Lahan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









