BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam mengubah pola pengadaan seragam sekolah gratis untuk sekitar 50 ribu siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Langkah itu diambil setelah evaluasi menunjukkan pengadaan tahun lalu menyisakan stok akibat jumlah siswa baru lebih sedikit dari perkiraan.
Perubahan dimulai dari pendataan ukuran seluruh siswa baru SD dan SMP, baik negeri maupun swasta, sebelum proses lelang dibuka. Pemerintah memilih memastikan kebutuhan riil lebih dulu agar jumlah seragam yang diproduksi sesuai dengan jumlah penerima.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan mengatakan pendataan baru bisa dimulai setelah Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai. “Sekarang baru kami mendata ukuran masing-masing anak. Setelah ukuran lengkap, baru proses lelang dan pengadaan dilakukan,” kata Hendri di Batam, Selasa, 4 Agustus 2026.
Baca Juga: Orang Tua Siswa di Karimun Senang Anaknya Dapat Seragam Sekolah Gratis
Dinas Pendidikan memperkirakan penerima bantuan mencapai sekitar 24 ribu siswa SD dan 24 ribu hingga 25 ribu siswa SMP. Setiap siswa memperoleh satu paket perlengkapan sekolah berupa seragam utama, topi, dasi, dan ikat pinggang.
Siswa SD menerima seragam merah putih, sedangkan siswa SMP mendapat seragam biru putih. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan seragam Melayu lengkap, dengan kain samping untuk siswa laki-laki dan jilbab bagi siswa perempuan.
Perubahan skema itu berangkat dari hasil evaluasi pengadaan tahun sebelumnya. Saat itu Dinas Pendidikan menganggarkan sekitar 26 ribu paket seragam SD, tetapi jumlah siswa baru yang masuk hanya sekitar 24 ribu orang.
Selisih tersebut menyisakan stok seragam yang tidak tersalurkan kepada sasaran awal. Dari kondisi itu, pemerintah mengalihkan seragam yang tersisa ke sekolah-sekolah di wilayah hinterland untuk memenuhi kebutuhan siswa kelas atas.
“Tahun lalu ada kelebihan karena jumlah siswa baru lebih sedikit dari perkiraan. Seragam yang tersisa kami salurkan ke sekolah-sekolah di daerah hinterland untuk siswa kelas atas,” ujar Hendri.
Karena pengalaman tersebut, pengadaan tahun ini mengacu pada data riil hasil SPMB. Pemerintah juga menambah cadangan sekitar lima persen untuk mengantisipasi siswa pindahan yang masuk setelah tahun ajaran dimulai.
“Tahun ini kita sesuaikan dengan jumlah siswa yang sudah terdaftar, kemudian ditambah sekitar lima persen sebagai cadangan jika ada siswa baru yang pindah masuk,” kata Hendri.
Menurut Hendri, pengadaan belum bisa langsung memasuki tahap distribusi karena seluruh seragam harus dijahit berdasarkan ukuran masing-masing siswa. Proses itu membutuhkan waktu mengingat jumlah penerima mencapai puluhan ribu orang.
Karena itu, pembagian seragam diperkirakan baru berlangsung pada akhir September atau Oktober 2026. Hingga saat itu, Dinas Pendidikan masih merampungkan pendataan ukuran sebagai dasar pengadaan dan produksi. ANTARA
Baca Juga: Pemko Batam Bagikan 105 Ribu Seragam Gratis untuk Murid Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









