Perlu Skema Tersendiri Penerapan Makan Bergizi Gratis di Kepri

Makan Bergizi Gratis Kepri
Lanud Hang Nadim Batam melakukan uji coba program makan bergizi gratis di SDN 002 Nongsa, Selasa (26/11/2024). Foto: Lanud Hang Nadim Batam

TANJUNGPINANG (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyiapkan formula khusus untuk program Makan Bergizi Gratis. Tantangan geografis jadi fokus yang harus ada solusinya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, menjelaskan kondisi geografis Kepri yang 96 persen terdiri dari lautan dengan 2.408 pulau yang tersebar di tujuh kabupaten/kota menjadi tantangan tersendiri.

Menurut Ansar, sebaran pulau-pulau dengan jarak yang cukup jauh menjadi kendala utama dalam pelaksanaan program nasional tersebut. “Pemerintah Provinsi Kepri akan berupaya maksimal agar program Makan Bergizi Gratis ini terlaksana dengan baik,” kata Ansar di Tanjungpinang, Jumat lalu.

HBRL

Ansar dan jajarannya telah berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) RI terkait petunjuk teknis dan formula penerapan program di wilayah perbatasan ini. Ia berharap Kepri dapat menjadi percontohan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di wilayah kepulauan, yang memiliki tantangan spesifik dalam distribusi dan implementasi.

Baca Juga:
213 Ribu Siswa Batam Akan Dapat Makan Bergizi Gratis Mulai 2025

“Kami siap mendukung pelaksanaan program ini. Koordinasi dengan pemerintah pusat, TNI-Polri, serta pemerintah kabupaten/kota akan terus dilakukan untuk memastikan program ini menjangkau seluruh masyarakat Kepri, termasuk di pulau-pulau terpencil,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Kepri bersama DPRD telah mengalokasikan sekitar Rp25 miliar dalam APBD 2025 untuk merealisasikan program ini. Alokasi ini menunjukkan komitmen pemerintah provinsi dan DPRD dalam mendukung program nasional peningkatan kualitas gizi anak Indonesia sejak dini.

“Jika anggarannya kurang, akan kami tambah lagi di APBD Perubahan 2025,” ucap Ansar.

Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Andi Agung, menambahkan uji coba program Makan Bergizi Gratis tingkat provinsi akan dimulai pada 15 Desember 2024 di SD IT Al-Kautsar, Kota Batam. Sebanyak 250 siswa di sekolah tersebut akan menerima makanan bergizi gratis.

Pihaknya juga masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari BGN, mengingat pelaksanaan program ini bertahap. “Kami tengah menggodok formula khusus implementasi program Makan Bergizi Gratis. Karena Kepri wilayah kepulauan, penanganannya tentu berbeda dengan wilayah daratan,” kata Andi Agung.

Di Batam, sebanyak 213.700 siswa menjadi sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dilaksanakan pada 2025. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Tri Wahyu Rubianto, mengatakan jumlah tersebut mencakup siswa taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), dan sekolah menengah pertama (SMP).

Tri menjelaskan pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat, dalam hal ini Badan Pangan Nasional (BPN), yang bertanggung jawab atas program ini.

Baca Juga:
Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Rp10.000 per Anak

Kota Batam merupakan satu dari 100 kabupaten/kota yang ditunjuk pemerintah pusat untuk melaksanakan MBG pada 2025. “Sampai hari ini, belum ada juklak dan juknis yang pasti untuk pelaksanaan 2025,” ujarnya, Kamis 12 Desember 2024.

Program MBG di Batam rencananya menyasar 987 sekolah, mulai dari tingkat PAUD hingga SMP. Pemerintah Kota (Pemko) Batam telah menyiapkan anggaran pendampingan Rp65 miliar.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid, menyebut kebutuhan anggaran MBG di Batam mencapai Rp650 miliar. “Kebutuhan kita cukup besar, kalau tak salah Rp650 miliar. Sehingga kita harus mempersiapkan anggaran pendampingan untuk MBG. Ketentuannya sekitar 10,25 persen dari kebutuhan,” kata Jefridin, Kamis (14/11) lalu. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait