Batam Bidik Nilai Tambah Industri Kendaraan Listrik

Pabrik kendaraan listrik batam
Kunjungan BP Batam ke Vingroup di Vietnam, Jumat (31/7/2026). FOTO: BP Batam

BATAM (gokepri) – Badan Pengusahaan (BP) Batam menggeser strategi pengembangan industri kendaraan listrik dari sekadar menarik investasi manufaktur menjadi membangun ekosistem industri yang terintegrasi. Pendekatan itu diyakini mampu menghasilkan nilai tambah lebih besar sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai hub kendaraan listrik di Asia Tenggara.

Perubahan arah tersebut muncul seiring masuknya investasi perusahaan teknologi asal Vietnam dan hasil kajian BP Batam terhadap pengembangan industri kendaraan listrik di negara itu. Fokus pembangunan pun diperluas agar mencakup seluruh rantai industri, bukan hanya fasilitas produksi.

Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan kawasan industri masa depan harus mampu menghubungkan berbagai sektor yang saling mendukung sehingga investasi dapat terus berkembang.

Baca Juga: Bagaimana RI-Singapura Menyusun Aturan Perdagangan Karbon?

“Yang ingin kita bangun bukan hanya industri kendaraan listrik, tetapi seluruh ekosistemnya,” ujar Fary di Batam, Sabtu (1/8/2026).

Ekosistem yang dimaksud mencakup industri baterai, komponen kendaraan, pusat logistik, pusat data, energi hijau, infrastruktur pengisian daya, hingga pusat riset dan inovasi. BP Batam menilai keterhubungan seluruh sektor tersebut akan menciptakan nilai ekonomi yang lebih besar dibandingkan hanya menghadirkan pabrik kendaraan listrik.

Belajar dari Vietnam

Arah pembangunan tersebut diperkuat melalui kegiatan benchmarking delegasi BP Batam ke Vietnam. Dari kunjungan itu, BP Batam melihat keberhasilan VinGroup membangun ekosistem bisnis yang menghubungkan industri, teknologi, pendidikan, kesehatan, hingga mobilitas.

Temuan itu memperlihatkan bahwa persaingan investasi global tidak lagi semata ditentukan oleh luas kawasan industri atau besarnya insentif. Investor kini lebih mempertimbangkan kesiapan ekosistem yang mampu menjamin keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Saat ini VinGroup, melalui VinFast, mulai membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Pengembangannya meliputi fasilitas produksi, jaringan distribusi, serta infrastruktur pengisian daya.

Bersama V-GREEN dan para mitranya, VinFast menargetkan pembangunan sekitar 63.000 titik pengisian kendaraan listrik di Indonesia dengan nilai investasi sekitar 300 juta dollar AS. Batam termasuk dalam rencana pengembangan jaringan tersebut.

Untuk mendukung strategi itu, BP Batam tidak hanya berfokus menarik investor baru. Lembaga tersebut juga menyiapkan Global Investment Ecosystem yang mengintegrasikan kepastian lahan, ketersediaan energi dan air, pelabuhan modern, Bandara Hang Nadim, kawasan industri, pusat data, konektivitas digital, sumber daya manusia, serta tata kelola yang transparan dan responsif.

Menurut BP Batam, langkah tersebut sejalan dengan transformasi kawasan investasi yang mengedepankan kepastian regulasi, kemudahan berusaha, dan pelayanan yang lebih cepat. Posisi Batam di jalur perdagangan internasional, didukung status kawasan perdagangan bebas (free trade zone/FTZ) serta kedekatannya dengan Singapura dan Malaysia, dinilai menjadi modal untuk menarik perusahaan global.

Karena itu, kunjungan ke Vietnam tidak diposisikan sebagai studi banding semata, melainkan bagian dari penyusunan strategi pengembangan Batam sebagai ekosistem investasi kelas dunia. Tahap berikutnya, BP Batam akan mengakselerasi pembangunan infrastruktur pendukung dan memperkuat integrasi layanan investasi agar pengembangan industri kendaraan listrik dapat berjalan secara menyeluruh.

Baca Juga: Honda Pilih Vietnam sebagai Basis Produksi Motor Listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait