Kendala Sinyal, Natuna Batal Ikut STQH Kepri

Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad membuka secara resmi STQH IX tingkat Provinsi Kepri, Selasa (27/7/2021).
Gubernur Provinsi Kepri Ansar Ahmad membuka secara resmi STQH IX tingkat Provinsi Kepri, Selasa (27/7/2021).

Natuna (gokepri.com) – Kabupaten Natuna membatalkan keikutsertaan di Seleksi Tilawatil Quran dan Hadits (STQH) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) 2021. Alasannya, terkendala sinyal karena kegiatan dilakukan secara virtual.

“Pak Bupati (Wan Siswandi) meminta kontingen Natuna tidak ikut. Alasannya pelaksanaan STQH secara virtual tidak maksimal,” kata Pjs Sekda Natuna, Boy Wijanarko.

Persoalan sinyal itu sebelumnya dikeluhkan Wakil Bupati Natuna Rhodial Huda dalam rapat koordinasi pelaksanaan STQ Kepri. Menurut Rhodial, tidak semua daerah kabupaten memiliki akses sinyal yang baik. Selain itu, dalam kompetisi STQ, kejelasan suara merupakan penilaian utama.

“Kita memahami Kondisi PPKM sangat membatasi ruang gerak kita. Tapi perlu dipahami bahwa jika terpaksa dilakukan secara virtual, pemerintah harus memikirkan daerah yang akses internetnya belum sebaik kota-kota besar. Apakah kemudian akan ada treatment khusus untuk daerah kepulauan?” katanya.

Pemkab Natuna telah melakukan berbagai persiapan untuk mengirimkan kontingen menuju STQ tingkat Provinsi. Bahkan sudah membeli tiket pesawat dan akomodasi.

“Sebenarnya, kita telah memesan tiket secara online. Kalau dibilang rugi, kita sangat rugi. Karena tiket telah dibeli hangus,” kata Boy.

STQH IX Provinsi Kepulauan Riau tahun ini diikuti 107 peserta. Dengan cabang yang dilombakan ada empat cabang dan dua puluh golongan. Nantinya para peserta akan dinilai oleh dua belas Dewan Hakim yang terdiri dari para profesional yang berasal dari dalam Kepri maupun luar Kepri.

Meskipun dilakukan di tengah keterbatasan, pembukaan STQH IX Provinsi Kepri tetap berlangsung meriah. Diawali dengan membaca Kalam Ilahi oleh Zunnia, Qoriah Terbaik ke 2 cabang Tilawah Alquran Gol. Dewasa putri pada MTQ Prov. Kepri ke-8 Thn 2020, dan Saritilawah oleh Suhra Helma Jamilah Hasibuan. Kemudian dilanjutkan penampilan band performance dari Sensor Indonesia yang membawakan lagu-lagu religi, serta penampilan tari kolosal. (wan)

BAGIKAN