Pemkab Natuna Tawarkan Hadiah Rp5 Juta bagi Pelapor Pembakar Lahan

Kebakaran lahan natuna
Proses pemadaman api di Natuna, Kepri pada Maret 2026. Foto: Pemkab Natuna via ANTARA

NATUNA (gokepri) – Pemerintah Kabupaten Natuna menggelar sayembara berhadiah uang tunai Rp 5 juta bagi warga yang melaporkan pelaku pembakaran lahan. Program ini diluncurkan sebagai upaya menekan angka kebakaran hutan dan lahan di wilayah perbatasan itu.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Natuna, Syawal, mengatakan laporan harus dilengkapi bukti pendukung berupa foto kejadian, lokasi peristiwa, identitas pelaku, serta minimal dua orang saksi.

“Laporan dapat disampaikan langsung ke dinas kami dengan melampirkan bukti yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Identitas pelapor akan dirahasiakan,” kata Syawal, Minggu (29/3).

HBRL

Baca Juga: Tak Ada Ampun untuk Pembakar Lahan

Program sayembara ini merupakan hasil kesepakatan bersama berbagai pemangku kepentingan di Natuna, menyusul meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan dalam beberapa waktu terakhir. Kebijakan itu bertujuan mempersempit ruang gerak pelaku pembakaran sekaligus mendorong peran aktif warga dalam menjaga lingkungan.

Syawal berharap langkah ini menumbuhkan kesadaran bersama bahwa pembakaran lahan berdampak buruk—tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam upaya pencegahan karhutla demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan hidup bersama,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Resor Natuna AKBP Novyan Aries Efendie menyatakan pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab bersama. Ia menilai dampak yang ditimbulkan sangat besar, mulai dari kabut asap, kerusakan ekosistem, hingga gangguan kesehatan.

Novyan menjelaskan, pihaknya bersama TNI dan pemerintah daerah terus bergerak aktif di lapangan untuk mencegah dan mengatasi kebakaran. Langkah yang telah dilakukan mencakup sosialisasi kepada warga, pemasangan spanduk imbauan, patroli rutin ke wilayah rawan, hingga pemadaman langsung ketika ditemukan titik api.

“Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menekan angka kebakaran di wilayah Natuna. Upaya pencegahan terus diintensifkan agar potensi kebakaran dapat diminimalkan sejak dini sebelum meluas dan sulit dikendalikan,” ujar Novyan. ANTARA

Baca Juga: Tarik Ulur Lahan Semikonduktor di Batam

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait