BATAM (gokepri) – Honda Motor memilih Vietnam sebagai lokasi pertama produksi sepeda motor listrik UC3 di Asia Tenggara. Produksi dijadwalkan mulai paling cepat September 2026 di pabrik Phu Tho, menyusul meningkatnya permintaan kendaraan listrik di negara tersebut.
Keputusan ini menandai perubahan strategi Honda. Sebelumnya, Thailand diperkirakan menjadi basis produksi model tersebut. Namun, percepatan adopsi kendaraan listrik di Vietnam dinilai membuka peluang pasar yang lebih besar.
Direktur Jenderal Honda Vietnam, Sayaka Arai, mengatakan UC3 akan dirakit di fasilitas Honda di Phu Tho. Pada tahap awal, kapasitas produksi masih terbatas sambil melihat perkembangan pasar.
Baca Juga: Honda e, Kapan Dijual di Indonesia?
Keputusan itu juga bertepatan dengan kebijakan Pemerintah Hanoi yang mulai menerapkan zona emisi rendah di pusat kota. Aturan tersebut membatasi penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin pada waktu tertentu, meski ketentuannya telah dilonggarkan setelah mendapat masukan dari industri otomotif dan sepeda motor.
Menurut Arai, perubahan perilaku konsumen justru berlangsung lebih cepat daripada perkiraan perusahaan. Dealer Honda di berbagai wilayah melaporkan peningkatan minat terhadap kendaraan roda dua listrik.
“Para dealer melaporkan peningkatan yang stabil dalam permintaan kendaraan roda dua listrik,” ujar Sayaka Arai, Direktur Jenderal Honda Vietnam, kepada Nikkei Asia.
Arai menjelaskan, kenaikan harga bahan bakar setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran turut mendorong masyarakat mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai alternatif.
Honda menargetkan peluncuran model listrik baru pada 2027 untuk memperbesar pangsa pasar. Perusahaan membidik segmen dengan harga di bawah 30 juta dong Vietnam karena menjadi kisaran harga yang paling diminati konsumen.
Data Honda Vietnam menunjukkan penjualan kendaraan roda dua dari produsen utama, termasuk model listrik, relatif stabil pada kisaran 2,5 juta hingga 2,65 juta unit per tahun sejak 2023. Meski lebih rendah sekitar 20 persen dibanding masa puncak penjualan, permintaan sepeda motor berbahan bakar bensin masih bertahan.
Di sisi lain, persaingan di segmen kendaraan listrik terus meningkat. VinFast mencatat penjualan lebih dari 400.000 sepeda motor listrik di pasar domestik sepanjang tahun lalu.
Menurut Arai, banyak konsumen belum sepenuhnya meninggalkan sepeda motor berbahan bakar bensin. Mereka justru menambah kepemilikan kendaraan listrik karena harganya semakin terjangkau.
Honda juga memperkuat infrastruktur pendukung. Dealer Honda di Hanoi dan sejumlah kota lain telah memasang stasiun pengisian daya untuk UC3 yang menggunakan standar pengisian cepat CHAdeMO.
Perusahaan berencana memperluas jaringan pengisian daya ke pusat perbelanjaan dan ruang publik. Honda menilai penggunaan standar pengisian yang sama oleh lebih banyak produsen akan meningkatkan kompatibilitas antarkendaraan sekaligus mempercepat elektrifikasi pasar otomotif Vietnam. NIKKEI ASIA
Baca Juga: BBM Lebih Mahal, Motor Listrik Kian Dilirik?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









