Seragam Gratis 52.835 Siswa Batam Dibagikan September

Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan program seragam gratis untuk 52.835 siswa baru SD dan SMP.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, bersama peserta didik, belum lama ini. Foto: Dok. HUMAS DISKOMINFO BATAM

Pemko Batam menyiapkan seragam bagi 52.835 siswa baru. Distribusi ditargetkan akhir September atau awal Oktober.

BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam kembali mengalokasikan seragam gratis bagi 52.835 siswa baru SD dan SMP pada tahun ajaran 2026/2027. Distribusinya belum dimulai karena pemerintah masih mendata ukuran seragam setiap penerima.

Program tersebut menjadi prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra. Pemerintah menyatakan kebijakan itu bertujuan mengurangi beban biaya keluarga sekaligus menjaga pemerataan akses pendidikan.

Baca Juga: Pemko Batam Siapkan Seragam Gratis untuk 50 Ribu Siswa

Pada tahun ajaran ini, Pemko Batam menyiapkan 26.334 set seragam sekolah dan 26.334 baju Melayu untuk siswa SD. Untuk siswa SMP, pemerintah menyiapkan 26.501 set seragam sekolah dan 26.501 baju Melayu.

Dengan demikian, 52.835 siswa baru SD dan SMP akan menerima masing-masing dua set seragam. Penerima berasal dari seluruh siswa baru sekolah negeri serta sekolah swasta yang berpartisipasi dalam program tersebut.

Tahun ajaran 2026/2027 telah dimulai sejak 20 Juli 2026. Namun, seragam gratis belum dapat segera dibagikan karena Pemko Batam masih mengumpulkan data ukuran pakaian dari setiap siswa penerima.

Distribusi diperkirakan berlangsung pada akhir September atau awal Oktober 2026. Jarak waktu tersebut membuat pemerintah meminta sekolah tidak membebani siswa baru dengan kewajiban membeli atau menggunakan seragam tertentu sebelum bantuan tiba. “Jangan memaksakan siswa baru untuk menggunakan seragam sekolah sampai seragam gratis didistribusikan,” kata Amsakar.

Kebijakan itu menjadi bentuk penyesuaian pemerintah terhadap proses pengadaan dan pendataan ukuran siswa. Pada saat yang sama, sekolah tetap harus memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan tanpa menjadikan seragam sebagai hambatan bagi siswa baru.

Amsakar mengatakan program seragam gratis dirancang untuk mengurangi pengeluaran keluarga ketika anak memasuki tahun ajaran baru. Penghematan tersebut diharapkan dapat dialihkan orang tua untuk kebutuhan pendidikan lain.

“Program ini merupakan komitmen kami bersama Ibu Li Claudia agar tidak ada orang tua yang terbebani biaya seragam,” ujar Amsakar.

Menurut dia, bantuan seragam juga berkaitan dengan pemerataan kesempatan pendidikan. Siswa diharapkan dapat mengikuti pembelajaran sejak awal tahun ajaran tanpa terkendala kebutuhan perlengkapan sekolah.

Program tersebut menjangkau sekolah negeri dan sekolah swasta yang berpartisipasi. Pemerintah menempatkan kesetaraan akses sebagai salah satu alasan mempertahankan program tersebut pada tahun ajaran 2026/2027.

Fasilitas Pendidikan Diperluas

Kebijakan pendidikan Pemko Batam tahun ini tidak berhenti pada penyediaan seragam. Pemerintah juga mengalokasikan pembangunan dan rehabilitasi berbagai fasilitas pendidikan di sejumlah SD dan SMP.

Pekerjaan itu mencakup pembangunan unit sekolah baru, ruang kelas, laboratorium, toilet, serta rehabilitasi ruang belajar. Pemerintah menargetkan fasilitas tersebut menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan nyaman.

Amsakar mengatakan rangkaian kebijakan tersebut diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menyiapkan sumber daya manusia Batam yang mampu bersaing. Pemerintah ingin manfaat kebijakan pendidikan dirasakan sejak kebutuhan dasar siswa hingga kualitas lingkungan belajar.

“Kami ingin setiap anak di Batam memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang,” kata Amsakar.

Program seragam gratis kini memasuki tahap pendataan ukuran sebelum produksi dan distribusi. Pemko Batam menargetkan bantuan tersebut tiba di sekolah pada akhir September atau awal Oktober 2026.

Baca Juga: Orang Tua Siswa di Karimun Senang Anaknya Dapat Seragam Sekolah Gratis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait