Festival usia dini menjadi jalur seleksi talenta sepak bola. Empat semifinalis tiap kategori melaju ke putaran internasional.
BATAM (gokepri) – Batam Grassroot Football Festival 2026 berakhir dengan jalur lanjutan bagi talenta muda menuju kompetisi internasional. Empat semifinalis dari setiap kategori mendapat tiket otomatis ke putaran berikutnya.
Festival yang berlangsung di Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Batam, berakhir pada Ahad, 9 Agustus 2026. Turnamen itu tidak berhenti pada perebutan gelar, karena pemain yang teridentifikasi berbakat juga berpeluang masuk program pembinaan Batam Prime FC.
Baca Juga: Festival Sepak Bola BP Batam Bidik Talenta Muda
Ketua Panitia Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Yudi Candra, mengatakan empat tim terbaik dari setiap kategori memperoleh tiket menuju festival internasional. Putaran berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 15–16 Agustus 2026 di Stadion Gelora Citra Mas. “Empat besar terbaik meraih tiket otomatis ke festival internasional minggu depan,” ujar Yudi.
Panitia menargetkan sekitar 16 tim mengikuti putaran internasional tersebut. Pesertanya berasal dari Indonesia dan sejumlah negara tetangga.
Festival ini mempertemukan pemain usia U-8, U-10, dan U-12. Setiap kelompok usia dipandang memiliki tahapan pembinaan yang berbeda sehingga pertandingan menjadi bagian dari proses pengembangan pemain.
Wakil Ketua Pembina Batam Prime International Grassroot Football Festival 2026, Irfan Syakir Widyasa, mengatakan sepak bola usia dini tidak semata-mata berorientasi pada hasil pertandingan.
“Sepak bola usia dini bukan sekadar mencari siapa yang menang atau membawa pulang piala,” kata Irfan mewakili Kepala BP Batam Amsakar Achmad.

Pada kelompok U-8, pemain diarahkan mengenal keberanian dan pengalaman bertanding. Pemain U-10 mulai mengembangkan kreativitas dan semangat berkompetisi, sedangkan U-12 memasuki pengembangan teknik, taktik, dan sikap sportif.
Karena itu, Irfan menempatkan orang tua dan pelatih sebagai bagian penting dari pembinaan. Pendampingan yang konsisten diperlukan agar perkembangan pemain tidak berhenti ketika turnamen selesai.
“Adik-adik, kalian semua yang ada di lapangan ini adalah juara,” ujarnya.
Jalur pembinaan berikutnya tidak hanya tersedia bagi tim yang lolos ke putaran internasional. Pemain yang teridentifikasi memiliki potensi juga berpeluang masuk program pembinaan Batam Prime FC.
Para pemain tersebut akan diseleksi untuk kemudian dibina sebagai bagian dari tim elite atau tim seleksi Batam Prime. Skema ini membuat festival berfungsi sebagai ruang pencarian pemain, sekaligus pintu masuk menuju pembinaan yang lebih terstruktur.
Irfan berharap pembinaan berjenjang itu menghasilkan pemain yang mampu membawa nama Batam ke tingkat nasional hingga Asia dan dunia. Ia juga mengapresiasi orang tua dan pelatih yang mendampingi pemain selama proses tersebut.
“Mari kita buktikan dari Batam akan lahir pemain-pemain hebat,” katanya.
Putaran internasional pada 15–16 Agustus menjadi tahap berikutnya bagi tim yang lolos. Di sana, pemain muda Batam akan mendapat kesempatan berkompetisi dengan peserta dari Indonesia dan negara tetangga.
Pada kategori U-8, SSB NFA menjadi juara pertama, disusul SSB Ongis FA sebagai juara kedua dan SSB GBC FC sebagai juara ketiga.
SSB NFA kembali menjadi juara pertama kategori U-10. SSB Bina Pratama menempati posisi kedua, sedangkan GBC FC berada di posisi ketiga.
Untuk kategori U-12, Kemuning Lion menjadi juara pertama. FCB FC SSB meraih posisi kedua dan Progress Plus FA menempati posisi ketiga.
Festival tersebut kini berlanjut ke putaran internasional. Selain membawa tim pemenang ke kompetisi berikutnya, panitia juga membuka proses seleksi pemain yang berpotensi masuk jalur pembinaan Batam Prime FC.
Baca Juga: Batam Premier FC Usung Pembinaan Sepak Bola Usia Dini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








