Anambas (gokepri.com) – Dilalui infrastruktur Palapa Ring Barat, Bandara Letung di Pulau Jemaja, Anambas, tak kunjung merasakan koneksi internet. Sinyal telepon pun banyak hilangnya daripada timbul. Penumpang seperti terisolasi dari dunia luar.
“Bandara semestinya ‘merdeka sinyal’ sehingga petugas, penumpang dan pengantar penumpang dapat beraktivitas dengan menggunakan fasilitas internet,” kata Fadil, salah seorang penumpang di Bandara Letung, kepada Kantor Berita Antara, Rabu (5/11/2020).
Fadil mengatakan sinyal telepon sulit didapat di bandara sehingga masyarakat sulit berkomunikasi.
“Saya berharap ini diperhatikan oleh pengelola bandara karena akses internet ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ucapnya.
Penumpang lainnya mengatakan jaringan internet merupakan permasalahan komunikasi di Bandara Letung yang sudah lama terjadi. Jaringan internet maupun sinyal telepon dalam kondisi bagus bila ada tamu dari pemerintah pusat.
“Kami sudah terbiasa menghadapi persoalan ini,” ucap warga yang tidak ingin dibeberkan namanya karena bekerja di pemerintahan.
Helmi, warga Letung, yang mengantar saudaranya ke Bandara Letung mengatakan jaringan internet menjadi persoalan besar di Letung, tidak hanya di bandara.
“Tidak semua masyarakat Letung dapat menikmati jaringan internet. Ada banyak ‘blank spot’ di Letung,” keluhnya.
Baca Juga:
Sejumlah fasilitas di Bandara Letung juga mengalami kerusakan. Di ruang tunggu bandara yang berukuran kecil, selain terlihat semrawut, atap juga bocor. Plafon di ruang tunggu itu juga rusak. Selain itu, ruang disinfektan yang terbuat dari plastik tampak robek, dan sudah tidak dipergunakan.
Di dalam bandara, petugas memeriksa barang bawaan penumpang secara manual.
“Mesin x-ray sudah sering rusak, kemudian diperbaiki. Ini sudah setahun tidak dipergunakan karena rusak,” kata salah seorang petugas.
Bandara Letung mulai dibangun pada 2015 dan mulai beroperasi dua tahun kemudian. Namun peresmiannya baru dilaksanakan 14 Oktober 2019 oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.
Baca Juga:
Adapun fasilitas bandara ini antara lain runway 1400 meter × 30 meter, taxiway 125 meter x 15 meter, apron 125 meter x 70 meter, runwaystrip 1.530 meter x 150 meter, terminal 600 M2, gedung administrasi 120 M2, gedung operasional 363 M2, gedung VIP 100 M2, gedung PKP-PK 337 M2, gedung genset 120 M2 dan gedung workshop 96 M2.
Dengan panjang runway 1.400 meter tersebut, bandara Letung bisa dilandasi pesawat terbang maksimal berjenis ATR-72
(Can/ant)
Editor: Candra Gunawan








