Agar Pertumbuhan Ekonomi Lebih Terasa di Rumah Tangga

ekonomi indonesia 2026
Warga Batam memanfaatkan QRIS untuk bertransaksi pembelian daging saat Ramadan 2026. GOKEPRI/Candra Gunawan

BATAM (gokepri) — Pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau melaju lebih cepat daripada belanja rumah tangga. Selisih itu menunjukkan hasil pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mengalir ke masyarakat sehingga daya beli perlu terus diperkuat.

Pada triwulan I 2026, ekonomi Kepulauan Riau tumbuh 7,04 persen. Sementara itu, konsumsi rumah tangga hanya naik 4,62 persen berdasarkan data Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau.

Selisih tersebut menjadi perhatian karena konsumsi rumah tangga merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi. Jika belanja masyarakat ikut meningkat, manfaat pertumbuhan ekonomi akan lebih luas dan tidak hanya bertumpu pada investasi maupun ekspor.

Baca Juga: Saat Daerah Lain Melambat, Ekonomi Kepri Tetap Tumbuh Kuat

“Di Kepri pertumbuhan ekonominya 7,04 persen, sementara konsumsi rumah tangganya 4,62 persen jadi masih ada gap,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto di Batam, Kamis (25/6).

Menurut Rony, kesenjangan itu perlu diperkecil agar pertumbuhan ekonomi lebih terasa di tingkat rumah tangga. Salah satu caranya ialah memperluas kesempatan kerja dan memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Data BI menunjukkan industri pengolahan masih menjadi tulang punggung ekonomi Kepri. Sektor ini menyumbang 41,5 persen terhadap struktur ekonomi daerah dan memberi andil 3,14 persen terhadap pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2026.

Besarnya kontribusi industri menjadi peluang bagi UMKM untuk ikut berkembang. Ketika UMKM masuk ke rantai pasok industri, produksi meningkat, lapangan kerja bertambah, dan pendapatan masyarakat ikut naik.

“Kalau UMKM berkembang, kesempatan kerja bertambah dan pada akhirnya konsumsi rumah tangga juga meningkat,” kata Rony.

Menurut dia, konsumsi rumah tangga yang kuat akan menjadi sumber pertumbuhan baru di samping investasi dan ekspor yang selama ini menopang ekonomi Kepri. Struktur ekonomi yang lebih seimbang juga akan membuat manfaat pertumbuhan lebih merata.

BI menilai sinergi antara industri dan UMKM perlu terus diperkuat. Pelaku UMKM dapat mengisi berbagai kebutuhan industri, mulai dari penyediaan katering hingga jasa penunjang lainnya.

“Kepri sudah bagus karena ditopang industri, tinggal bagaimana cara agar UMKM ikut bertumbuh,” ujar Rony. ANTARA

Baca Juga: UMP 2025 Naik 6,5 Persen, Cukupkah untuk Meningkatkan Daya Beli?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait