JAKARTA (gokepri) – Ketersediaan lahan menjadi kunci utama pembangunan rumah rakyat. Menteri PKP Maruarar Sirait mendorong pemanfaatan lahan BUMN dan membuka peluang investasi asing untuk mempercepat realisasi program tersebut.
“Banyak asosiasi pengembang yang berminat membangun hunian di lahan BUMN,” ujar Ara di Jakarta, Rabu (23/4). Ia berencana mengkonsolidasikan Kementerian PKP, Kementerian BUMN, dan pengembang untuk mengidentifikasi lahan yang sesuai.
Selain itu, Kementerian PKP membuka peluang investasi asing untuk pembangunan hunian di lahan BUMN maupun lokasi lain yang sesuai peruntukan. Ara mengapresiasi dukungan Menteri BUMN, Erick Thohir, yang telah menyediakan data lahan PT. KAI, Pelindo, dan Perumnas untuk program ini. “Saya berterima kasih kepada Menteri BUMN Erick yang telah mengundang ekosistem perumahan BUMN dan memberikan informasi lokasi,” katanya.
Ara menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian PKP dan Kementerian BUMN, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, agar program pro-rakyat dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Pihaknya juga akan mengkonsolidasikan penyaluran alokasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). “Tahun ini, tersedia dana untuk 220 ribu rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk asisten rumah tangga,” jelasnya.
Ia menambahkan dukungan dari Bank Indonesia (BI), Wakil Ketua DPR, Menteri BUMN, dan Menteri Keuangan diharapkan dapat memberikan kelonggaran Giro Wajib Minimum (GWM) dan mendorong pertumbuhan ekonomi. “Sesuai perintah Presiden, program perumahan harus menyasar semua kalangan, termasuk pekerja informal dan asisten rumah tangga,” tegasnya.
Ara juga berencana berkoordinasi dengan Menteri terkait pemindahan lembaga pemasyarakatan (lapas) yang berada di lokasi strategis perkotaan. Lahan bekas lapas tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan perumahan. “Banyak lokasi lapas yang potensial untuk perumahan, tetapi perlu dibangun lapas pengganti,” ujarnya. Ide ini, menurutnya, merupakan gagasan Presiden Prabowo Subianto yang perlu dukungan semua pihak.
Baca Juga: 800.000 Unit Rumah Rakyat Selesai 2025, Harga di Bawah Rp100 Juta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







