Tanjungpinang (gokepri.com) – Antusias masyarakat Kepri untuk menjalani vaksinasi sangat tinggi. Mereka rela antre di sentra-sentra vaksinasi untuk mendapatkan suntik vaksin. Berbagai pihak, mulai dari Satgas, TNI, BIN, hingga kepolisian juga ikut berpartisipasi dalam mengejar target vaksinasi.
Antusias masyarakat dan dukungan vaksinasi dari berbagai pihak menjadikan capaian vaksinasi di Kepri cukup tinggi. Hingga Senin (2/8), sudah 1.028.499 penduduk Kepri yang divaksinasi Covid-19 dosis pertama. Dengan 65,5 persen penduduk sudah divaksin, Kepri jauh melampaui capaian nasional yang berada di 22,80 persen.
“Sebagian kabupaten/kota sudah 70 persen. Tapi provinsi masih 65 persen lebih. Kita target 100 persen. Karena kewajiban kita mevaksinasi masyarakat kita itu 70 persen dari jumlah penduduk kita, maka sebenarnya 70 persen dari jumlah penduduk harus kita vaksinasi keseluruhan,” sebut Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Senin (2/8).
Saat ini ada tiga provinsi yang capaian vaksinasinya di atas capaian nasional yang sebesar 22,80 persen. Yaitu Provinsi Kepulauan Riau sebesar 65,5 persen, Sulawesi Utara 36,15 persen dan Jambi 23, 94 persen. Provinsi Kepri punya acara tersendiri untuk memaksimalkan capaian vaksinasi Covid-19.
“Kemarin kita pakai target 50 persen dan lanjut 70 persen, untuk memacu semangat teman-teman di kabupaten/kota. Supaya memacu itu, sehingga ada target-target angka yang kita targetkan. Mereka harus kejar,” tambah Gubernur.
Gubernur berterima kasih atas tingginya capaian vaksinasi di Kepri, pada seluruh instansi yang turut melaksanakan vaksinasi. “Terima kasih sekali. Terus terang saja laju capaian vaksinasi kita ini peran besar adalah TNI Polri, termasuk teman kejaksanaan dan BIN. Karena masing-masing mereka juga punya akses-akses khusus ke masyarakat,” ungkap Gubernur.
Ucapan terima kasih juga disampaikan pada kelompok-kelompok masyarakat, asosiasi, dan pimpinan perusahaan serta tokoh-tokoh agama. Di samping itu Gubernur juga menyambut baik masyarakat Kepri yang kini sudah semakin sadar untuk melaksanakan vaksinasi.
“Masyarakat sudah menyadari karena Covid ini tidak main-main. Hari-hari orang berjatuhan, sakit Covid, meninggal dunia. Salah satu cara selain protokol kesehatan, juga vaksinasi. Karena kesadaran itu juga, saat ini justru masyarakat yang datang membutuhkan vaksinasi,” ujar Gubernur.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa vaksinasi akan terus digenjot sampai menyentuh angka 2 juta dosis per harinya di Agustus demi memperluas cakupan dan memenuhi target herd immunity.
Pemerintah juga berkolaborasi dengan swasta dalam upaya percepatan vaksinasi dengan membuka sentra vaksinasi. Salah satunya dengan Traveloka untuk melakukan vaksinasi di bandara, karena bandara merupakan salah satu pintu keberangkatan dan kedatangan dengan traffic yang cukup tinggi sehingga menjadi area yang pas untuk membuka sentra vaksinasi.
Menurut Head of Corporate Communications Traveloka, Reza Amirul, dalam waktu dua pekan membuka layanan vaksinasi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sebanyak 14 ribu orang telah berhasil divaksinasi di terminal 2 dan 3. “Untuk bisa mendapatkan vaksinasi di Traveloka, pengguna bisa mengakses di Traveloka Experience melalui ponsel. Tinggal pilih mau vaksinasi di mana, pilih hari dan jamnya. Saat masuk ke menu pembayaran masukkan kode kupon Vaksin. Nantinya pengguna akan mendapatkan jadwalnya, dan silakan datang ke lokasi yang dipilih sesuai jadwal,” ujar Reza,
Menyikapi tantangan vaksinasi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro, mengatakan berita hoaks masih jadi hal yang membuat masyarakat enggan divaksinasi, demikian juga dengan mitos seputar vaksinasi.
“Ada lebih dari 50 ribu hoaks selama pandemi. Kekuatan utama untuk menghadapi pandemi ada di masyarakat, antara lain dengan menangkal berita bohong terkait vaksinasi dan tak ragu untuk segera mendapatkan suntikan vaksin,” ujarnya.
Baca juga: Satlantas Barelang Vaksinasi Keliling di Tanjunguncang
dr. Reisa berbagi tips menangkal hoax terkait vaksinasi. “Antara lain, cek dulu sebelum menyebarkan berita. Hoax dicirikan dengan kalimat bombastis dan tidak ada sumber valid yang dicantumkan. Cek kebenaran beritanya di website covid19.co.id atau Kemenkes. Ikuti berita dari sumber resmi atau update dari pemerintah yang sudah diverifikasi berulang. Jangan menarik diri dari vaksinasi. Vaksin Covid-19 yang sudah disetujui Badan POM pasti aman, bermutu dan berkhasiat,” sarannya.
“MUI bahkan mengatakan vaksin Covid-19 yang tersedia halal. Jadi ajaklah teman dan keluarga yang belum vaksin untuk bisa secepatnya divaksin agar segera terbentuk kekebalan kelompok, agar kita bisa kendalikan virus dan juga lindungi orang-orang yang belum divaksinasi,” pungkas dr Reisa. (zak)









