CNG 3 kg mulai digunakan secara terbatas oleh UMKM di lingkungan Lemigas. Pemerintah mengevaluasi kinerja dan keamanannya selama sebulan.
JAKARTA (gokepri) – CNG 3 kg mulai masuk tahap uji penggunaan langsung oleh UMKM di lingkungan Lemigas untuk menguji kinerja dan keamanannya. Pemerintah menunggu hasil evaluasi pada September sebelum menentukan kelanjutan pengembangan tabung tersebut.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan uji coba penggunaan berlangsung selama sekitar satu bulan. Pengguna masih terbatas pada masyarakat di lingkungan internal Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), termasuk pelaku UMKM.
Baca Juga: CNG 3 Kg Masuk Tahap Uji Coba, Seperti Apa Skemanya?
“September ini kami akan mendapatkan hasil evaluasi dari kinerja tabung dan pemanfaatannya oleh masyarakat,” kata Laode setelah rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (31/8).
Tahap penggunaan langsung ini berbeda dengan pengujian sebelumnya yang lebih berfokus pada tabung dan aspek teknisnya. Kini, tabung CNG 3 kg mulai digunakan untuk melihat bagaimana teknologi tersebut bekerja dalam pemakaian sehari-hari.
“Sekarang kami siapkan untuk digunakan dan dievaluasi selama satu bulan,” ujar Laode.
Uji coba tersebut menjadi bagian dari kajian pemerintah untuk mencari alternatif LPG tabung 3 kg. Pemerintah berharap pemanfaatan gas alam dalam negeri dapat mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan CNG bukan teknologi baru di Indonesia. Gas tersebut telah digunakan antara lain pada sektor perhotelan, restoran, dan kafe, serta dalam program MBG.
Namun, penggunaan CNG selama ini lebih banyak memakai tabung berkapasitas besar, sekitar 10 hingga 20 kg atau lebih. Pemakaian dalam tabung 3 kg membutuhkan pengujian tambahan karena karakteristik tekanannya berbeda dengan LPG.
Tekanan CNG berada pada kisaran 200 hingga 250 bar. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan tekanan LPG yang disebut Bahlil berada di kisaran 5 hingga 10 bar.
Perbedaan tekanan tersebut membuat aspek teknis dan keselamatan menjadi perhatian utama dalam pengembangan CNG 3 kg. Karena itu, pemerintah masih membutuhkan hasil penggunaan langsung sebelum menentukan langkah berikutnya.
Bahlil mengatakan pengembangan CNG juga berkaitan dengan upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi impor. Menurut dia, bahan baku CNG berupa gas alam tersedia di dalam negeri.
Pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan domestik.
Meski demikian, keberadaan sumber gas dalam negeri belum berarti CNG 3 kg siap menggantikan LPG 3 kg. Pemerintah masih menunggu hasil uji penggunaan untuk memastikan teknologi tersebut layak dari sisi kinerja, pemanfaatan, dan aspek teknis sebelum diterapkan lebih luas. ANTARA
Baca Juga: CNG Dikaji untuk Kurangi Ketergantungan LPG Impor
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









