129 Penumpang KM Virgo Belum Ditemukan, Operasi Salvage Disiapkan

Tim SAR menyiapkan operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.

BANJARMASIN (gokepri) – Cuaca buruk menghambat pencarian 129 penumpang KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan setelah kapal terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Basarnas kini menyiapkan operasi salvage dengan dukungan ahli dari Hong Kong, Amerika Serikat, dan Indonesia untuk menilai kondisi kapal serta membuka opsi pencarian.

Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan tim ahli akan mengobservasi dan menilai kondisi kapal sebelum menentukan strategi pencarian, kebutuhan peralatan, serta dukungan sarana dan prasarana. Tim gabungan itu terdiri atas tenaga ahli dari dalam dan luar negeri yang menyiapkan opsi operasi sesuai kondisi kapal dan situasi laut.

Salvage merupakan rangkaian tindakan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, termasuk kapal yang tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat. Dalam pencarian korban, rangkaian tersebut dapat mencakup pengamanan kapal, pembalikan posisi, akses ke bagian dalam, evakuasi korban, hingga pemindahan kapal dari lokasi kecelakaan.

Baca Juga: Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Dievakuasi, 115 Selamat, 1 Meninggal Dunia

“Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta,” kata Syafii dalam konferensi pers perkembangan operasi SAR hari keempat kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu malam, 16 September 2026.

Syafii mengatakan sebagian personel telah berada di lokasi, sedangkan tim tambahan dijadwalkan tiba pada Kamis sekitar pukul 10.00. Setelah seluruh personel berkumpul, Basarnas akan memfasilitasi observasi melalui udara sebelum tim kembali ke Banjarmasin untuk membahas hasil penilaian kondisi kapal.

Rapat koordinasi tersebut akan menentukan peralatan dan dukungan teknis yang diperlukan untuk operasi. Basarnas dapat mendatangkan perlengkapan dari Surabaya, wilayah Kalimantan, atau daerah lain sesuai hasil asesmen dan kebutuhan di lapangan.

Basarnas menyiapkan opsi salvage jika cuaca buruk terus menghambat pencarian bawah air. Salah satu rencana yang dikaji ialah menggunakan balon untuk membalikkan posisi kapal sehingga tim dapat mengakses bagian dalam kapal, mencari korban, dan mengevakuasi mereka.

Rencana tersebut masih menunggu hasil observasi tim ahli terhadap kondisi kapal. Syafii menegaskan penarikan kapal baru dilakukan setelah proses SAR dinilai selesai, antara lain untuk mendukung kebutuhan penyelidikan atau investigasi kecelakaan.

Bp batam banner link sep 2027

“Proses salvage membutuhkan waktu sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar,” ujar Syafii.

Ia menjelaskan durasi tersebut dapat bertambah jika tim menghadapi kesulitan teknis atau menemukan kondisi lain yang belum diketahui. Karena itu, waktu pelaksanaan operasi tetap bergantung pada hasil penilaian lapangan dan situasi kapal.

KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang ketika berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin pada 12 September 2026. Kapal itu mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum tim menemukan bangkai kapal dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo pada 13 September 2026 sekitar pukul 01.00 WIB.

Hingga Rabu, 16 September 2026, pukul 22.00 WITA, Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan. Mereka terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia, sedangkan 129 orang lainnya masih belum ditemukan.

Pendampingan Keluarga Korban

Di Surabaya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mulai memperluas pendampingan bagi keluarga korban KM Virgo Transport 8. Selain memberikan santunan, ia menawarkan akses pendidikan bagi dua cucu almarhum Imam Soeparno, salah satu korban kecelakaan kapal tersebut.

Khofifah menyampaikan belasungkawa saat mengunjungi rumah keluarga Imam Soeparno di Jalan Sememi Jaya Gang 4, Kelurahan Benowo, Kecamatan Sememi, Surabaya, Kamis. Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendata dan mendampingi warga Jawa Timur yang menjadi korban kecelakaan kapal.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un,” ujar Khofifah saat menyampaikan duka cita kepada keluarga Imam Soeparno.

Ia mengatakan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah menginvestigasi kecelakaan tersebut untuk menelusuri kronologi dan faktor penyebabnya. Sementara itu, Dinas Sosial Jawa Timur melanjutkan pendataan korban serta kunjungan kepada keluarga korban yang telah teridentifikasi meninggal dunia.

Khofifah berharap pencarian dan evakuasi korban yang masih berlangsung memberikan kepastian bagi keluarga penumpang yang menunggu kabar. Pemerintah provinsi juga berupaya menjangkau keluarga korban melalui pendataan dan pendampingan sosial.

“Bu Kadinsos beserta tim akan melanjutkan takziah kepada keluarga korban,” katanya.

Selain santunan, Khofifah menawarkan akses Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) kepada dua cucu Imam Soeparno, yakni Rafha Ivander Adinata, 17 tahun, dan Rakha Putra Novianto, 19 tahun. Keduanya berdomisili di Surabaya dan akan diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai pilihan pendidikan melalui SRT di wilayah tersebut.

Khofifah meminta Kepala Dinas Sosial beserta tim mengantar kedua anak itu untuk melihat langsung lingkungan sekolah dan memahami mekanisme pendaftarannya. Ia ingin memastikan keduanya memperoleh informasi yang diperlukan sebelum melanjutkan proses pembelajaran.

“Saya minta timnya mengantarkan kedua anak ini untuk melihat terlebih dahulu seperti apa Sekolah Rakyat Terintegrasi,” ujarnya.

Setelah keluarga memperoleh informasi mengenai akses sekolah, Khofifah berharap kedua anak tersebut dapat segera mengikuti pembelajaran. Pemerintah provinsi mengarahkan mereka ke SRT di Surabaya dengan mempertimbangkan domisili keduanya.

“Mudah-mudahan kedua ananda ini segera bisa mengikuti proses pembelajaran,” kata Khofifah.

Khofifah juga membuka akses penguatan ekonomi melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Timur. Dukungan itu mencakup kemungkinan bantuan usaha, seperti rombong, serta bantuan zakat sesuai kebutuhan keluarga.

“Saya juga menyampaikan kepada Bu Novi, sebenarnya ada akses ke Baznas Jawa Timur untuk bisa menambah sumber income keluarga,” ujarnya.

Pendampingan pendidikan dan ekonomi tersebut menjadi bagian dari dukungan Pemprov Jawa Timur kepada keluarga almarhum. Bagi keluarga Imam Soeparno, perhatian pemerintah hadir bersamaan dengan penantian kabar mengenai korban lain yang masih dalam pencarian.

Perwakilan keluarga, Elvira, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan Khofifah kepada keluarganya. Ia mengatakan keluarga berharap dua anggota keluarga yang masih membutuhkan pendidikan dapat memperoleh akses sekolah yang layak.

“Terima kasih buat Ibu Gubernur karena sudah membantu keluarga kakek kami,” kata Elvira. ANTARA

Baca Juga: 6 Orang Meninggal Dunia dalam Musibah KMP Virgo Transport 8

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait