BP Batam Dorong Estetika Kota, Simpang Barelang Disiapkan Jadi Landmark Baru

Pembangunan Monumen Simpang Barelang atau Bundaran Ufuk Selatan di Bundaran Tembesi, Sagulung, Batam.
Persiapan pembangunan Monumen Simpang Barelang di Bundaran Tembesi, Sagulung, Batam, sebagai bagian dari penataan kawasan dan penguatan identitas kota. Foto: BP Batam

BATAM (gokepri) — Wajah kawasan selatan Batam segera mendapat sentuhan baru. Simpang Barelang di Bundaran Tembesi, Kecamatan Sagulung, mulai ditata melalui pembangunan Monumen Simpang Barelang yang akan menjadi salah satu landmark baru Kota Batam.

Monumen yang diberi nama Bundaran Ufuk Selatan oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) itu berdiri di atas kawasan sekitar 7.850 meter persegi. Proyek tersebut hadir melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Batamindo Investment Cakrawala sebagai bentuk kolaborasi dunia usaha dalam mendukung penataan Kota Batam.

Bagi BP Batam, keberadaan monumen tidak sekadar menambah elemen baru di tengah bundaran. Penataan kawasan dirancang untuk menghadirkan ruang yang lebih tertata, memiliki karakter visual, sekaligus memperkuat identitas kawasan yang menjadi salah satu pintu menuju wilayah Barelang.

Pembangunan Monumen Simpang Barelang atau Bundaran Ufuk Selatan di Bundaran Tembesi, Sagulung, Batam.
Persiapan pembangunan Monumen Simpang Barelang di Bundaran Tembesi, Sagulung, Batam, sebagai bagian dari penataan kawasan dan penguatan identitas kota. Foto: BP Batam

Konsep tersebut terlihat dari rancangan kawasan yang mencakup planter box, plaza, hardscape, hingga softscape berupa hamparan rumput. Kombinasi elemen tersebut membuat kawasan di sekitar monumen tidak hanya berfungsi sebagai ruang lalu lintas, tetapi juga memiliki nilai estetika yang lebih kuat.

Pembangunan juga memperhatikan tampilan kawasan pada malam hari. Pencahayaan LED, signage, sistem CCTV, serta fasilitas pendukung penyiraman taman masuk dalam rancangan untuk menunjang kenyamanan, keamanan, dan pemeliharaan kawasan.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad menyambut kontribusi dunia usaha tersebut sebagai bagian dari semangat membangun Batam secara bersama-sama. Menurut dia, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak agar peningkatan kualitas kota tidak hanya bertumpu pada program pemerintah.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujar Amsakar, Senin (14/9/2026).

Persiapan pembangunan, termasuk pemagaran area, sudah dimulai sejak 11 September 2026. Kehadiran proyek ini menunjukkan bahwa program CSR perusahaan dapat mengambil peran lebih luas, termasuk mendukung kualitas ruang publik dan wajah kota.

Amsakar berharap penataan Simpang Barelang mampu memberikan nilai tambah bagi kawasan strategis tersebut. Simpang yang selama ini identik dengan pergerakan lalu lintas menuju kawasan Barelang itu kini mendapat peluang untuk tampil dengan identitas visual yang lebih kuat.

Bp batam banner link sep 2027

Upaya mempercantik kawasan juga menjadi bagian dari perhatian BP Batam terhadap kualitas kota secara keseluruhan. Infrastruktur yang berfungsi baik perlu berjalan beriringan dengan lingkungan kota yang tertata agar Batam semakin nyaman bagi masyarakat sekaligus menarik bagi investor dan wisatawan.

“Yang kita bangun bukan sekadar monumen,” kata Amsakar.

Karena itu, pembangunan Bundaran Ufuk Selatan tetap diarahkan dengan memperhatikan kualitas pekerjaan, keselamatan, ketertiban lalu lintas, dan lingkungan. Ketika monumen tersebut nantinya hadir di Simpang Barelang, kawasan itu diharapkan tidak hanya mudah dikenali, tetapi juga mencerminkan wajah Batam yang terus berkembang dan berbenah.

Baca Juga: BP Batam Perkenalkan Potensi KEK Kesehatan ke Investor Asia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait