Pengangguran di Kepri Makin Berkurang, Pemprov Fokus Kompetensi Tenaga Kerja

menaker resmikan BLK Batam
Calon tenaga kerja kejuruan Barista di BLK Kabil, Batam, 10 Juli. Foto: gokepri/Muhammad Ravi

BATAM (gokepri) – Tingkat pengangguran di Kepri menurun, namun masih ada tantangan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal untuk memenuhi kebutuhan industri. Pemerintah Provinsi Kepri fokus pada peningkatan kompetensi tenaga kerja dan mendorong investasi agar membuka lapangan kerja.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Provinsi Kepulauan Riau pada Agustus 2024 sebanyak 71.570 orang. Angka ini menurun sebesar 2.760 orang dibandingkan Agustus 2023, yang tercatat 74.330 orang.

Penurunan tersebut menyebabkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Kepri turun 0,41 persen, dari 6,80 persen pada Agustus 2023 menjadi 6,39 persen pada Agustus 2024. “Angka ini juga lebih rendah dibandingkan Agustus 2022 yang tercatat sebesar 8,23 persen,” kata Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggrowati, di Tanjungpinang, Rabu 6 November 2024.

Berdasarkan jenis kelamin, tingkat pengangguran terbuka di kalangan laki-laki pada Agustus 2024 mencapai 85,73 persen, sementara pada perempuan 52,15 persen. Masing-masing mengalami penurunan 0,81 persen poin dan 0,20 persen poin.

Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka di wilayah perkotaan naik sebesar 1,10 persen poin, mencapai 69,21 persen. Sebaliknya, di wilayah perdesaan, TPT turun 4,34 persen poin menjadi 68,70 persen.

Baca: Pemerintah Targetkan Angka Pengangguran Turun ke 4,5 Persen pada 2025

Margaretha menjelaskan, jumlah penduduk usia kerja (PUK) di Kepri pada Agustus 2024 mencapai 1.620,20 ribu orang, meningkat sebanyak 27.740 orang dibandingkan Agustus 2023. PUK mencakup semua orang berusia 15 tahun ke atas.

“Peningkatan ini seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Kepri,” ungkapnya.

Sebagian besar penduduk usia kerja adalah angkatan kerja, yaitu sebanyak 1.120,66 ribu orang (69,17 persen), sementara 30,83 persen sisanya bukan angkatan kerja.

Baca: Skema Baru Subsidi BBM Lewat Bantuan Langsung Tunai

Komposisi angkatan kerja di Kepri pada Agustus 2024 mencapai 1.049,09 ribu orang, meningkat sebanyak 26.979 orang dibandingkan tahun lalu. Dengan demikian, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Kepri pada Agustus 2024 mencapai 69,17 persen, naik 0,49 persen poin dibandingkan Agustus 2023.

“Peningkatan TPAK menunjukkan adanya pergeseran penduduk dari kategori bukan angkatan kerja (seperti sekolah atau mengurus rumah tangga) ke kategori angkatan kerja,” kata Margaretha.

Secara terpisah, Plt Gubernur Kepri, Marlin Agustina, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja untuk meningkatkan daya serap sektor usaha dan industri terhadap tenaga kerja lokal.

Ia mendorong sinergi antara Balai Latihan Kerja (BLK) dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Kepri untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri.

Sebagai daerah tujuan investasi dengan kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK), serta beberapa kawasan ekonomi khusus (KEK), Kepri memerlukan tenaga kerja yang berkualitas.

Baca: 74 Ribu Orang Masih Jadi Pengangguran di Kepulauan Riau

“Karena itu, kami meminta FKLPID bekerja sama dengan BLK untuk menghasilkan tenaga terampil yang dibutuhkan industri,” kata Marlin.

Marlin menyebut kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Kepri untuk mengurangi angka pengangguran, agar jumlah pengangguran terus menurun setiap tahunnya.

“Kami terus memacu investasi, terutama di sektor industri dan pariwisata, untuk membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat,” tambahnya. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait