Ribuan peserta POPDA menggerakkan UMKM, hotel, dan transportasi.
Ajang ini juga menjadi pembinaan atlet muda Kepri.
KARIMUN (gokepri) — Kehadiran ribuan atlet, pelatih, ofisial, dan keluarga peserta Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Kepulauan Riau diproyeksikan menggerakkan perputaran ekonomi di Kabupaten Karimun hingga Rp4,2 miliar. Momentum ini membuka peluang bagi pelaku UMKM, sektor perhotelan, transportasi, hingga pariwisata lokal.
Selama penyelenggaraan pada 2–8 Juli 2026, transaksi ekonomi diperkirakan meningkat seiring tingginya mobilitas peserta dari tujuh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau. Pemerintah daerah pun berupaya memastikan manfaat ekonomi tersebut dapat dirasakan masyarakat.
Baca Juga: Pemkab Karimun Gelar Open Dinner POPDA X Kepri, Pererat Silaturahmi Antarkontingen
Bupati Karimun Iskandarsyah mengatakan potensi perputaran uang berasal dari belanja peserta dan tamu di berbagai sektor ekonomi.
“Potensi aliran uang tunai diprediksi mencapai Rp 4,2 miliar yang berasal dari transaksi UMKM, transportasi, hingga penginapan,” ujar Iskandarsyah seusai pembukaan POPDA X di Coastal Area, Karimun, Kamis (2/7/2026).
Pemerintah Kabupaten Karimun juga menyediakan area khusus bagi pelaku UMKM untuk membuka stan tanpa biaya sewa. Langkah itu diharapkan memberi ruang lebih luas bagi pelaku usaha lokal memanfaatkan meningkatnya jumlah pengunjung.
Iskandarsyah mengingatkan pedagang menjaga kepercayaan tamu dengan tidak menaikkan harga secara sepihak. Menurut dia, pelayanan yang baik akan memperkuat citra Karimun sebagai daerah tujuan wisata yang ramah sekaligus mendorong kunjungan pada masa mendatang.
Selain memberi dampak ekonomi, POPDA menjadi ajang promosi daerah. Pemerintah berharap kegiatan olahraga tersebut ikut memperkenalkan potensi investasi dan pariwisata Karimun kepada tamu dari berbagai wilayah di Kepulauan Riau.
Di arena pertandingan, Karimun menargetkan masuk tiga besar klasemen akhir. Cabang olahraga yang diharapkan menjadi penyumbang medali antara lain sepak bola, bola voli, tenis lapangan, dan bola basket. Tahun ini, karate juga hadir sebagai cabang olahraga ekshibisi.
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menilai POPDA memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar kompetisi olahraga.
“Melalui POPDA ini, para atlet pelajar terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Kepri memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan dan meraih prestasi terbaiknya,” ujar Ansar.
Menurut Ansar, POPDA merupakan tahapan penting untuk menyeleksi atlet pelajar yang akan mewakili Kepulauan Riau pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS). Karena itu, seluruh pertandingan harus berlangsung secara profesional, objektif, transparan, dan menjunjung sportivitas.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kepulauan Riau Darson menjelaskan POPDA X berlangsung pada 2–8 Juli 2026 dengan tema “Melaju Raih Prestasi, Bersatu dalam Harmoni”.
Sebanyak 10 cabang olahraga dipertandingkan, yakni bola basket, renang, atletik, pencak silat, sepak takraw, tenis meja, bulu tangkis, tenis lapangan, sepak bola, dan bola voli.
Ajang ini diikuti kontingen dari tujuh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau, yakni Tanjungpinang, Batam, Bintan, Karimun, Lingga, Kepulauan Anambas, dan Natuna. Menurut Darson, penyelenggaraan POPDA juga diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi sektor pariwisata, perhotelan, kuliner, dan UMKM di Karimun sebagai tuan rumah. ANTARA
Baca Juga: Kepri Mundur Jadi Tuan Rumah, Bagaimana Nasib Porwil Sumatera?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News








