74 Ribu Orang Masih Jadi Pengangguran di Kepulauan Riau

Bursa kerja Batam
Petugas Satpol PP menggotong seorang pencari kerja yang pingsan pada hari pertama bursa kerja di SP Plaza, Batam, Senin 7 November 2022. Foto: gokepri/Engesti

Tanjungpinang (gokepri) – Jumlah pengangguran di Kepulauan Riau berangsur turun. Jumlahnya per Februari 2024 mencapai 74,7 ribu orang.

Jumlah penganggur di Kepulauan Riau pada Februari 2023, Februari 2022 dan Februari 2021, masing-masing sebanyak 84.228 orang, 84.793 orang dan 116.745 orang.

Baca Juga:

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat pengangguran terbuka (TPT) periode Februari 2024 di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) sebesar 6,94 persen, turun sebesar 0,67 persen poin dibanding Februari 2023 sebesar 7,61 persen.

“Angka pengangguran di Kepri masih di atas rata-rata nasional yang sebesar 4,28 persen,” kata Kepala BPS Kepri Darwis Sitorus di Tanjungpinang, Jumat 10 Mei.

Darwis menyebut jumlah angkatan kerja berdasarkan survei angkatan kerja nasional (Sakernas) pada Februari 2024 di Kepri sebanyak 1.078,17 ribu orang.

Adapun tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Februari 2024 sebesar 67,14 persen, turun sebesar 0,15 persen poin dibanding Februari 2023.

“Jumlah penduduk Kepri yang bekerja sebanyak 1.003,39 ribu orang,” ungkap Darwis.

Pengangguran di Kepulauan Riau
Grafis: Candra Gunawan/gokepri

Lanjutnya menyampaikan lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak adalah industri pengolahan, yaitu sebanyak 218 ribu orang atau sebesar 21,73 persen.

Kemudian, sebanyak 333,12 ribu orang (33,20 persen) bekerja pada kegiatan informal, naik sebesar 4,84 persen poin dibanding Februari 2023.

“Persentase setengah pengangguran naik sebesar 1,34 persen poin, sementara pekerja paruh waktu naik sebesar 1,92 persen poin dibanding Februari 2023,” ujar Darwis.

Sementara, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja untuk meningkatkan daya serap sektor usaha dan industri terhadap tenaga kerja lokal di daerah itu.

Ansar juga mendorong sinergi Balai Latihan Kerja (BLK) dan Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Provinsi Kepri untuk meningkatkan kapasitas tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan industri.

Sebagai salah satu daerah tujuan investasi yang memiliki kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) dan beberapa kawasan ekonomi khusus (KEK), ia mengatakan, Kepri membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas.

“Makanya, saya berharap FKLPID terus berkolaborasi bersama BLK guna melahirkan tenaga terampil dan kompeten yang dibutuhkan dunia industri,” katanya.

Lanjutnya hal tersebut merupakan bagian dari upaya Pemprov Kepri mengurangi angka pengangguran yang ada, sehingga perlahan pengangguran di Kepri bisa terus menurun.

“Kita terus memacu investasi, terutama di sektor utama industri dan pariwisata untuk membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat,” ucap Ansar. ANTARA

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

BAGIKAN