<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan &#8211; gokepri</title>
	<atom:link href="https://gokepri.com/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gokepri.com/pendidikan/</link>
	<description>Inspirasi Bersama</description>
	<lastBuildDate>Thu, 20 Aug 2026 05:55:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/cropped-IMG_5700-32x32.jpeg</url>
	<title>Pendidikan &#8211; gokepri</title>
	<link>https://gokepri.com/pendidikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Sudah Shalat, Tetapi Belum Shalat</title>
		<link>https://gokepri.com/sudah-shalat-tetapi-belum-shalat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 05:55:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136958</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar&#8221; (QS 29: 45) Melalaikan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/sudah-shalat-tetapi-belum-shalat/" title="Sudah Shalat, Tetapi Belum Shalat" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sudah-shalat-tetapi-belum-shalat/">Sudah Shalat, Tetapi Belum Shalat</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar&#8221; (QS 29: 45)</p>
<p>Melalaikan shalat tidak hanya bermakna tidak menjalankannya. Bagi orang yang sudah menjalankannya pun apabila luput dari substansi shalat juga bisa dimaknai melalaikannya.</p>
<p>Mengenai hal ini konon Sunan Kalijaga, dai di Tanah Jawa pada abad ke-16, punya penilaian yang menarik: uwis shalat ananging durung shalat. Artinya, &#8216;sudah shalat tetapi belum shalat.&#8217;</p>
<p>Dengan demikian melalaikan shalat bisa bermakna formal tetapi juga bisa substansial.</p>
<p>Formalitas shalat yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam memang wajib dijalankan sesuai amalan Nabi SAW. Tidak bisa ditambah-tambahi apalagi dikurangi baik syarat, rukun, wajib, maupun cara dan urutannya. Oleh karena itu, siapa pun yang menjalankan shalat wajib belajar dan memahami seluk-beluknya.</p>
<p>Sebab, jangan-jangan secara tidak sadar shalat kita belum benar dan itu berarti lalai. Para ahli hukum menegaskan bahwa shalat tergolong ibadah khusus yang punya kaidah: semua amalan shalat haram dijalankan kecuali yang diperintahkan (diamalkan) Rasulullah saw.</p>
<p>Adapun substansi shalat kaitannya dengan perilaku manusia sesuai dengan ayat di atas adalah mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Siapa pun yang menjalankan shalat wajib berikhtiar sekuat tenaga untuk jauh dari perbuatan yang tercela, tertolak, dan salah. Tidak ada kasus shalat jalan terus tetapi korupsinya jalan terus, menipu, menindas, mencuri juga jalan terus. Sebab segala perbuatan yang keji, jelek, dan tercela itu tidak bisa berjalan seiring dengan perbuatan shalat.</p>
<p>Tidak melalaikan berarti menyadari dan menjaganya. Menjaga shalat dengan demikian bisa dimaknai menjalankannya secara benar dan khusyuk, serta menjaga perilaku di luar shalat agar jauh dari perbuatan keji dan munkar.</p>
<p>Sebutlah untuk menjalankan shalat Subuh cukup lima menit, tapi untuk menjaga shalat Subuh berarti menjauhkan diri dari perbuatan keji dan tercela itu seusai shalat Subuh hingga masuk waktu shalat Zuhur.</p>
<p>Begitu juga untuk menjalankan shalat Zuhur cukup lima menit lantas diperlukan untuk menjaganya hingga masuk waktu shalat Ashar. Demikian seterusnya, sehingga lima kali kita jalankan shalat wajib dalam sehari akan 24 jam kita jauhi perbuatan keji dan munkar.</p>
<p>Jika kita cermati hadis Nabi yang menegaskan bahwa amalan pertama yang kelak diperhitungkan adalah amalan shalat, tentu cakupannya tidak sebatas pada shalat formal. Sebab, selain rentang waktunya amat sempit dibanding waktu di luar shalat, juga apa manfaat dan bekas shalatnya jika perilaku di luar shalat nyatanya tidak mencerminkan substansi shalat.</p>
<p>Formalitas dan substansi shalat harus kita jaga, sesuai dengan perintah shalat dalam Alquran yang selalu memakai kata qawama, aqamu, aqimu yang sering diterjemahkan sebagai &#8216;tegakkan&#8217;.</p>
<p>Menjaga ataupun menegakkan shalat berarti bersikap dewasa dalam shalat. Sebab, jika masih juga kita sebatas formalitas, maka seperti shalatnya anak-anak yang dikategorikan sudah shalat tetapi belum shalat. *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sudah-shalat-tetapi-belum-shalat/">Sudah Shalat, Tetapi Belum Shalat</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri</title>
		<link>https://gokepri.com/peluang-kerja-lulusan-smk-kepri-diperbesar-lewat-kemitraan-industri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 06:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136842</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri.com) &#8211; Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri <a class="read-more" href="https://gokepri.com/peluang-kerja-lulusan-smk-kepri-diperbesar-lewat-kemitraan-industri/" title="Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/peluang-kerja-lulusan-smk-kepri-diperbesar-lewat-kemitraan-industri/">Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BATAM (gokepri.com) &#8211; Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri melalui kerja sama antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perusahaan.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung mengatakan, kerja sama tersebut diarahkan agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, sekaligus memperbesar peluang mereka untuk langsung terserap ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.</p>
<p>“Kerja sama dengan industri tidak hanya sebatas MoU, tetapi juga mencakup penyusunan kurikulum, program magang, guru tamu dari industri hingga penyerapan lulusan,” kata Andi Agung, Selasa.</p>
<p>Menurut dia, pemerintah bersama Kementerian Pendidikan telah menetapkan sejumlah bidang keahlian SMK sebagai sektor prioritas yang disesuaikan dengan perkembangan kawasan industri di Kepri.</p>
<p>Penyesuaian tersebut terutama diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri di kawasan ekonomi khusus (KEK) serta klaster manufaktur, maritim dan digital yang berkembang pesat di Batam, Bintan dan Karimun.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, perusahaan dilibatkan dalam penyusunan materi pembelajaran sehingga kompetensi yang diberikan di sekolah dapat menyesuaikan standar operasional dan kebutuhan industri.</p>
<p>Selain itu, siswa mendapatkan kesempatan menjalani praktik kerja lapangan melalui program magang. Praktisi industri juga dilibatkan sebagai guru tamu untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan yang lebih dekat dengan kondisi dunia kerja.</p>
<p>“Harapannya, ketika lulus mereka tidak lagi membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja karena sudah mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang sesuai,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kepri, sejumlah SMK negeri di kabupaten/kota telah menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Kerja sama tersebut mencakup ratusan perusahaan dengan jumlah terbanyak berada di Kota Batam.</p>
<p>Di Batam, sebanyak 12 SMK negeri tercatat memiliki kerja sama dengan industri. Jumlah kerja sama yang tercatat mencapai sekitar 450 kemitraan.</p>
<p>Beberapa sekolah dengan jumlah kerja sama cukup besar antara lain SMK Negeri 5 Batam sebanyak 110 kerja sama, SMK Negeri 11 Batam 60 kerja sama, SMK Negeri 10 Batam 43 kerja sama, SMK Negeri 1 Batam 42 kerja sama, serta SMK Negeri 7 dan SMK Negeri 8 Batam masing-masing 34 kerja sama.</p>
<p>Di Bintan, empat SMK negeri tercatat memiliki total 195 kerja sama dengan industri. Sementara di Karimun terdapat lima SMK dengan total 135 kerja sama.</p>
<p>Adapun di Natuna, lima SMK negeri tercatat memiliki 49 kerja sama. Di Lingga, empat SMK memiliki 29 kerja sama, sedangkan empat SMK di Anambas tercatat memiliki sekitar 40 kerja sama.</p>
<p>Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja.</p>
<p>Andi Agung menjelaskan pola pengembangan pendidikan vokasi juga disesuaikan dengan karakteristik wilayah.</p>
<p>Untuk kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), pendidikan vokasi lebih diarahkan untuk menopang kebutuhan industri berskala besar seperti manufaktur berteknologi tinggi, industri minyak dan gas, galangan kapal hingga sektor pariwisata.</p>
<p>Sementara kawasan Natuna, Anambas dan Lingga diarahkan pada penguatan sektor ketahanan pangan, pemanfaatan sumber daya maritim dan digitalisasi pelayanan daerah.</p>
<p>“Untuk wilayah NAL, fokusnya tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan muda lokal agar potensi komoditas laut dan pertanian bisa diolah dan memiliki nilai tambah,” katanya.</p>
<p>Dengan pola tersebut, pendidikan SMK di Kepri diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan tenaga terampil yang sesuai dengan karakteristik ekonomi masing-masing daerah.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Kepri pun terus mendorong agar kerja sama sekolah dan industri diperluas sehingga semakin banyak lulusan SMK yang memiliki sertifikasi kompetensi, pengalaman kerja dan peluang rekrutmen langsung setelah lulus. *</p>
<p>Penulis: Engesti</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/peluang-kerja-lulusan-smk-kepri-diperbesar-lewat-kemitraan-industri/">Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?</title>
		<link>https://gokepri.com/apa-kebahagiaan-yang-sebenarnya-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 02:01:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136582</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Manusia terus mencari kebahagiaan. Namun, banyak di antara mereka yang tersesat dari <a class="read-more" href="https://gokepri.com/apa-kebahagiaan-yang-sebenarnya-di-dunia/" title="Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/apa-kebahagiaan-yang-sebenarnya-di-dunia/">Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Manusia terus mencari kebahagiaan. Namun, banyak di antara mereka yang tersesat dari jalan menuju kebahagiaan yang sejati. Mereka berlari mengejar fatamorgana yang tidak memiliki hakikat.</p>
<p>Mereka mengira bahwa kebahagiaan terletak pada harta dan kedudukan, pada pemuasan hawa nafsu dan kemewahan, atau pada popularitas serta kenikmatan dunia yang fana. Padahal semua itu hanyalah kebahagiaan semu yang menipu hati dan melalaikan akal.</p>
<p>Banyak orang yang memiliki harta melimpah dan kekayaan berlimpah, tetapi tidak menunaikan hak-hak yang ada pada hartanya.</p>
<p>Mereka justru menjalani kehidupan yang penuh kesengsaraan dan kegelisahan, bahkan sebelum datangnya kehidupan akhirat.</p>
<p>Mengapa demikian? Karena seluruh hidup mereka dihabiskan untuk menjaga, mengembangkan, dan mempertahankan kekayaannya. Mereka terus dihantui rasa cemas dan takut kehilangan harta yang dimiliki.</p>
<p>Betapa banyak orang yang memiliki kekayaan hingga miliaran, tetapi hidupnya dipenuhi kecemasan. Mengapa mereka begitu takut?</p>
<p>Mengapa hati mereka tidak pernah tenang? Karena mereka selalu khawatir hartanya lenyap, dirampas oleh musibah, krisis ekonomi, peperangan, atau berbagai peristiwa yang dapat menghilangkan seluruh kekayaannya.</p>
<p>Berapa banyak orang kaya yang menjadi korban penculikan atau pembunuhan karena kekayaannya. Bahkan, tidak sedikit orang yang justru kehilangan kebebasan akibat hartanya. Mereka tidak dapat berjalan dengan leluasa, tidak bisa bepergian sesuka hati, bahkan tidak dapat tidur dengan tenang.</p>
<p>Semua itu terjadi karena kekayaan yang mereka miliki. Lebih dari itu, tidak sedikit orang yang suatu ketika memiliki harta berlimpah, namun kemudian seluruh kekayaannya lenyap karena berbagai sebab, sehingga sisa hidupnya dijalani dalam penderitaan dan kesedihan.</p>
<p>Karena itu, harta semata tidak cukup untuk menghadirkan kebahagiaan. Kekayaan saja tidak mampu memberikan ketenangan hidup.</p>
<p>Salah satu ilusi terbesar tentang kebahagiaan adalah anggapan bahwa kebahagiaan pasti diperoleh melalui kekayaan dan kesuksesan dalam berdagang.</p>
<p>Padahal, seseorang baru benar-benar dapat merasakan kebahagiaan melalui hartanya apabila harta itu diperoleh dengan cara yang halal dan tidak membuatnya lalai dari mengingat Allah SWT.</p>
<p>Sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan hamba yang saleh. Sebaliknya, apabila harta diperoleh dari jalan yang haram, maka ia justru menjadi sumber azab. Rasulullah SAW bahkan berdoa:</p>
<p>وأعوذ بك من مال يكون عليَّ عذابًا</p>
<p>&#8220;Aku berlindung kepada-Mu dari harta yang menjadi sebab azab bagiku.&#8221;</p>
<p>Betapa banyak orang yang justru disiksa oleh hartanya sendiri.</p>
<p>Di antara ilusi lainnya adalah anggapan bahwa kebahagiaan dapat diraih melalui ketenaran, baik di dunia olahraga, seni, maupun hiburan.</p>
<p>Padahal ketenaran yang tidak dibangun di atas ketakwaan kepada Allah bukanlah kebahagiaan, melainkan sumber kesengsaraan.</p>
<p>Popularitas sejatinya tidak memiliki nilai yang hakiki apabila tidak diiringi ketakwaan. Bahkan orang yang benar-benar bertakwa tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan hidupnya.</p>
<p>Sebab, ketenaran yang tidak dibangun di atas landasan yang benar akan cepat sirna. Ketika ketenaran itu hilang, pemiliknya sering kali terjerumus dalam kesedihan dan penderitaan.</p>
<p>Banyak orang mengira bahwa para atlet adalah orang-orang yang paling bahagia. Padahal kenyataannya, sebagian besar dari mereka menjalani hidup yang penuh tekanan.</p>
<p>Mereka berpindah dari satu pertandingan ke pertandingan lain, dari satu perjalanan ke perjalanan berikutnya. Waktu bersama diri sendiri dan keluarga sangat sedikit.</p>
<p>Belum lagi tekanan mental menjelang setiap pertandingan, kesedihan setiap kali mengalami kekalahan, serta cedera yang selalu mengintai dari berbagai arah. Ditambah lagi rasa takut terhadap penilaian publik ketika performa mereka menurun.</p>
<p>Semua itu membuat mereka hidup dalam tekanan yang berkepanjangan. Setelah pensiun, masyarakat perlahan melupakan mereka, sehingga rasa kehilangan dan kesedihan pun semakin bertambah.</p>
<p>Karena itu, kebahagiaan tidak terletak pada dunia olahraga, meskipun banyak orang mengiranya demikian. Demikian pula kebahagiaan tidak terdapat pada dunia tarik suara, hiburan, maupun seni peran.</p>
<p>Tidak sedikit pelaku dunia hiburan yang justru menjalani kehidupan yang penuh kegagalan, keretakan rumah tangga, terjerumus ke dalam narkoba, kerusakan moral, hilangnya rasa malu, dan pudarnya nilai-nilai kebajikan.</p>
<p>Sebagian orang juga mengira bahwa kebahagiaan terletak pada banyaknya anak dan pengikut yang akan membela, menguatkan, serta meneruskan nama baik seseorang.</p>
<p>Namun kenyataannya, tidak sedikit anak yang justru membangkang kepada orang tuanya, bahkan berubah menjadi musuh terbesar bagi mereka dan menjadi penyebab penderitaan hidupnya.</p>
<p>Lalu, di manakah kebahagiaan sejati jika bukan pada semua kenikmatan dunia itu? Alquran memberikan jawaban yang sangat jelas:</p>
<p>وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ</p>
<p>“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).” (QS Saba&#8217;: 37).</p>
<p>Alquran juga mengajak manusia merenung melalui firman Allah:</p>
<p>أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ ثُمَّ جَاءَهُمْ مَا كَانُوا يُوعَدُونَ مَا أَغْنَى عَنْهُمْ مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ</p>
<p>“Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.” (QS Asy-Syu&#8217;ara: 205–207).</p>
<p>Itulah hakikat kebahagiaan semu yang sering disangka manusia sebagai kebahagiaan sejati.</p>
<p>Banyak orang yang dari luar tampak bahagia, padahal dalam kenyataannya mereka menelan kepahitan hidup, penderitaan, dan penyesalan setiap hari.</p>
<p>Salah satu contoh paling nyata dari kebahagiaan semu dapat dilihat pada sebagian negara yang sangat kaya, baik dari sisi kekayaan negara maupun pendapatan per kapitanya. Namun ironisnya, negara-negara tersebut justru mencatat angka bunuh diri yang sangat tinggi.</p>
<p>Sebagai contoh, Swedia termasuk salah satu negara dengan pendapatan per kapita yang tinggi. Namun negara itu juga dikenal memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi.</p>
<p>Sebaliknya, banyak negara Islam yang secara ekonomi tergolong miskin, tetapi justru mencatat angka bunuh diri yang jauh lebih rendah.</p>
<p>Sebagian orang juga mengira bahwa kebahagiaan dapat diperoleh melalui kesombongan, kezaliman, dan sikap sewenang-wenang.</p>
<p>Padahal kezaliman selalu berakhir dengan kebinasaan, dan akibatnya sangat buruk, baik di dunia maupun di akhirat.</p>
<p>Ada pula orang yang menggantungkan kebahagiaannya kepada selain Allah. Misalnya, seseorang yang hatinya begitu terpaut kepada kekasihnya hingga melampaui batas.</p>
<p>Cukuplah kisah Majnun Laila sebagai pelajaran. Demi cintanya, ia hidup terlunta-lunta hingga kehilangan akal sehat dan akhirnya meninggal dalam keadaan tenggelam dalam cintanya.</p>
<p>Betapa banyak orang yang meninggal karena cinta yang berlebihan, menghadap Allah sementara hatinya bergantung kepada selain-Nya. Sungguh itu merupakan kerugian besar, baik di dunia maupun di akhirat.</p>
<p>Sebagian lainnya mengira bahwa kebahagiaan dapat diraih melalui minuman keras dan narkoba. Mereka menggunakannya untuk melarikan diri dari beban hidup, kesedihan, dan berbagai persoalan dunia.</p>
<p>Namun yang mereka dapatkan justru bagaikan orang yang menghindari panas api, tetapi malah terjatuh ke dalam kobaran api yang lebih dahsyat.</p>
<p>Sesungguhnya narkoba hanya mendatangkan kesengsaraan, keputusasaan, kerusakan moral, serta kehancuran individu, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa.</p>
<p>Realitas yang kita saksikan pada hari ini sudah lebih dari cukup menjadi bukti akan bahaya tersebut. Maka hendaklah orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menjelaskan keadaan mereka melalui firman-Nya:</p>
<p>وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ</p>
<p>“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.&#8221; (QS Thaha: 124).</p>
<p>Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah kehidupan di dunia. Orang seperti itu tidak akan memperoleh ketenangan hati ataupun kelapangan dada.</p>
<p>Meskipun secara lahiriah ia hidup bergelimang kenikmatan, mengenakan pakaian yang indah, menikmati makanan yang lezat, dan tinggal di tempat yang mewah, selama hatinya belum dipenuhi keyakinan dan petunjuk Allah, ia akan terus hidup dalam kegelisahan, kebimbangan, dan keraguan. Itulah makna kehidupan yang sempit.</p>
<p>Ada pula orang yang beranggapan bahwa kebahagiaan akan datang apabila ia menikah, memiliki anak, atau menjadi kaya. Padahal semua itu justru bisa menjadi ujian yang berat apabila tidak disertai dengan kebaikan.</p>
<p>فعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: كان من دعاء رسول الله صلى الله عليه وسلم: اللهم إني أعوذ بك من جار السوء، ومن زوج تشيبني قبل المشيب، ومن ولد يكون عليَّ ربًا، ومن مال يكون عليَّ عذابًا، ومن خليل ماكر عينه تراني وقلبه يرعاني، إن رأى حسنةً دفنها، وإذا رأى سيئةً أذاعها</p>
<p>Dari Abu Hurairah RA diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdoa, &#8220;Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk, dari pasangan yang membuatku beruban sebelum waktunya, dari anak yang menjadi penguasa atas diriku, dari harta yang menjadi sebab azab bagiku, serta dari teman yang licik; matanya melihatku, tetapi hatinya mengawasiku. Jika ia melihat kebaikanku, ia menyembunyikannya, dan jika melihat keburukanku, ia menyebarkannya.&#8221;</p>
<p>Sesungguhnya manusia terdiri dari jasad dan ruh. Janganlah seseorang mengira bahwa ia telah memperoleh kebahagiaan hanya karena memenuhi kebutuhan jasadnya.</p>
<p>Ia juga harus memperhatikan kebutuhan ruhnya. Kebahagiaan ruh hanya dapat diraih melalui ketaatan kepada Allah, memperbanyak zikir kepada-Nya, istiqamah di atas jalan-Nya, serta menjauhi segala bentuk maksiat dan dosa. *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/apa-kebahagiaan-yang-sebenarnya-di-dunia/">Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT yang Banyak Dijumpai Saat Ini</title>
		<link>https://gokepri.com/sifat-tercela-yang-dibenci-allah-swt-yang-banyak-dijumpai-saat-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 07:04:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136352</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Banyak ayat Alquran dan hadis yang menjelaskan tentang berbagai amal, akhlak, dan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/sifat-tercela-yang-dibenci-allah-swt-yang-banyak-dijumpai-saat-ini/" title="Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT yang Banyak Dijumpai Saat Ini" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sifat-tercela-yang-dibenci-allah-swt-yang-banyak-dijumpai-saat-ini/">Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT yang Banyak Dijumpai Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Banyak ayat Alquran dan hadis yang menjelaskan tentang berbagai amal, akhlak, dan karakter manusia yang dibenci oleh Allah Ta’ala.</p>
<p>Sifat-sifat yang dibenci dan tidak disukai Allah tersebut tidak semuanya berada pada tingkatan yang sama. Ada yang berupa kekufuran dan menyebabkan seseorang keluar dari Islam, ada yang termasuk dosa besar dan kemaksiatan, dan ada pula yang tergolong perbuatan makruh.</p>
<p>Salah satu konsekuensi dari kecintaan seorang hamba kepada Rabb-nya dan kesempurnaan imannya adalah mencintai apa yang dicintai Allah, membenci apa yang dibenci-Nya, ridha terhadap apa yang diridhai-Nya, serta marah terhadap apa yang membuat-Nya murka.</p>
<p>Berikut ini beberapa akhlak yang dibenci Allah dan orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut:</p>
<p>1. Sombong, membanggakan diri, dan angkuh</p>
<p>Di antara akhlak yang paling dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kesombongan, membanggakan diri, dan keangkuhan.</p>
<p>Kesombongan (kibr) adalah rasa kagum seseorang terhadap dirinya sendiri hingga ia memandang dirinya lebih baik daripada orang lain.</p>
<p>Adapun fakhr atau membanggakan diri adalah membanggakan sesuatu yang berada di luar diri seseorang, seperti harta, kedudukan, jabatan, dan status sosial.</p>
<p>Sementara khuyalā’ atau keangkuhan adalah sikap sombong karena seseorang membayangkan adanya kelebihan pada dirinya.</p>
<p>Keangkuhan dan kesombongan merupakan dosa besar yang diharamkan Allah. Dia berfirman:</p>
<p>وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍۢ فَخُورٍۢ ١٨</p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.&#8221; (QS Luqman: 18)</p>
<p>Artinya, orang yang sombong adalah orang yang kagum terhadap dirinya sendiri, sedangkan orang yang membanggakan diri adalah orang yang merasa lebih tinggi daripada orang lain.</p>
<p>Golongan manusia seperti ini tidak dicintai dan tidak diridhai Allah karena mereka bersikap sombong terhadap sesama. Karena itulah Allah membenci mereka. Rasulullah SAW juga bersabda:</p>
<p>الِاخْتِيَالُ الَّذِي يُبْغِضُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الْخُيَلَاءُ فِي الْبَاطِلِ</p>
<p>“Keangkuhan yang dibenci Allah SWT adalah kesombongan dalam kebatilan.” (Hadis hasan, HR An-Nasa’i)</p>
<p>Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Adab ad-Din wa ad-Dunya, mengatakan sifat-sifat tersebut merupakan akhlak tercela yang dapat menghilangkan berbagai keutamaan dari diri seseorang dan menggantinya dengan berbagai keburukan. Bahkan, kesombongan dan membanggakan diri merupakan buah buruk dari sifat merasa hebat dan kagum terhadap diri sendiri.</p>
<p>Allah Ta’ala membenci orang-orang yang sombong. Dia berfirman:</p>
<p>Lebah (16:23)</p>
<p>لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ ٢٣</p>
<p>“Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong.”(QS An-Nahl: 23)</p>
<p>Bentuk kesombongan yang paling buruk</p>
<p>Salah satu bentuk kesombongan yang paling buruk adalah kesombongan orang miskin yang serba kekurangan dan membutuhkan pertolongan.</p>
<p>Nabi SAW bersabda:</p>
<p>أَرْبَعَةٌ يُبْغِضُهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الْبَيَّاعُ الْحَلَّافُ، وَالْفَقِيرُ الْمُخْتَالُ، وَالشَّيْخُ الزَّانِي، وَالْإِمَامُ الْجَائِرُ</p>
<p>“Ada empat golongan yang dibenci Allah SWT (yaitu) pedagang yang banyak bersumpah, orang miskin yang sombong, orang tua yang berzina, dan pemimpin yang zalim.” (Hadis sahih, HR An-Nasa’i)</p>
<p>Imam al-Munawy dalam Faidh al-Qadhir menjelaskan, kesombongan memang diharamkan bagi siapa saja.</p>
<p>Namun, kesombongan yang muncul dari seorang fakir lebih buruk karena Allah telah menjauhkan darinya berbagai sebab yang biasanya membuat seseorang merasa tinggi dan membanggakan diri.</p>
<p>Semestinya keadaan tersebut menjadikannya lebih rendah hati. Namun, buruknya tabiat justru membuatnya tetap memilih kesombongan. Karena itulah kesombongan yang muncul darinya menjadi semakin tercela.</p>
<p>Allah Ta’ala akan meminta pertanggungjawaban orang-orang yang sombong, meskipun kesombongan yang tersimpan di dalam hati mereka hanya sebesar zarah.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ</p>
<p>“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar zarah.” (HR Muslim)</p>
<p>2. Kikir</p>
<p>Akhlak kedua yang dibenci Allah adalah kikir.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>ثَلَاثَةٌ يُبْغِضُهُمُ اللَّهُ: مَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ، ‌وَغَنِيٌّ ‌بَخِيلٌ</p>
<p>“Ada tiga golongan yang dibenci Allah: seorang penguasa yang suka berdusta, orang miskin yang sombong, dan orang kaya yang kikir.” (HR Ath-Thabrani dalam al-Ausath)</p>
<p>Ibu Hayyan al-Andalusi, dalam al-Bahr al-Muhith, menjelaskan kikir memiliki banyak bentuk. Seseorang bisa kikir terhadap hartanya, ilmunya, makanan, salam, perkataan, kedudukan, bahkan kikir untuk bershalawat kepada Nabi SAW.</p>
<p>Semua bentuk tersebut merupakan kekurangan dan akhlak tercela, baik menurut akal maupun syariat.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>شَرُّ مَا فِي الرَّجُلِ: ‌شُحٌّ ‌هَالِعٌ</p>
<p>“Seburuk-buruk sifat yang ada pada seseorang adalah kekikiran yang sangat berat.”</p>
<p>(Hadis sahih, HR. Ahmad)</p>
<p>Maksudnya, ia begitu dikuasai oleh sifat kikir hingga merasa sangat berat dan gelisah ketika harus mengeluarkan sesuatu yang menjadi hak orang lain.</p>
<p>Nabi SAW juga bersabda:</p>
<p>إِنَّ ‌أَبْخَلَ ‌النَّاسِ ‌مَنْ ‌بَخِلَ بِالسَّلَامِ</p>
<p>“Sesungguhnya manusia yang paling kikir adalah orang yang kikir mengucapkan salam.”</p>
<p>(Hadis sahih, HR. Ibnu Hibban)</p>
<p>Beliau juga bersabda:</p>
<p>الْبَخِيلُ ‌مَنْ ‌ذُكِرْتُ ‌عِنْدَهُ؛ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ</p>
<p>“Orang yang kikir adalah orang yang ketika namaku disebut di hadapannya, ia tidak bershalawat kepadaku.” (Hadis sahih, HR Ahmad)</p>
<p>Lalu, adakah orang yang lebih kikir daripada orang seperti ini?</p>
<p>3. Perkataan dan perilaku keji</p>
<p>Akhlak berikutnya yang dibenci Allah adalah perbuatan keji dan kebiasaan berkata-kata kotor.</p>
<p>Fuhsy adalah segala ucapan dan perbuatan yang sangat buruk dan tercela. Menurut al-Jurjani, dalam at-Ta’rifat, ada pula yang mendefinisikannya sebagai sesuatu yang secara alami dijauhi oleh tabiat yang sehat dan dipandang buruk oleh akal yang lurus.</p>
<p>Nabi SAW menjelaskan bahwa Allah tidak menyukai perbuatan keji dan kebiasaan berkata keji. Beliau bersabda:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفُحْشَ وَالتَّفَحُّشَ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah tidak menyukai perkataan dan perbuatan keji serta sikap suka berkata keji.” (HR Muslim)</p>
<p>Beliau juga memperingatkan umatnya:</p>
<p>إِيَّاكُمْ ‌وَالْفُحْشَ؛ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَاحِشَ وَالْمُتَفَحِّشَ</p>
<p>“Jauhilah perbuatan keji, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berkata dan berbuat keji.” (Hadis sahih, HR Ibnu Hibban)</p>
<p>Bahkan, Nabi SAW secara tegas menyatakan bahwa Allah membenci orang yang berkata-kata kotor:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ لَيَبْغَضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah benar-benar membenci orang yang berkata keji dan kotor.”</p>
<p>(Hadis sahih, HR At-Tirmidzi)</p>
<p>Badzi’ adalah perkataan yang keji, buruk, dan kasar, meskipun apa yang dikatakannya itu benar.</p>
<p>Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam menjauhi perkataan dan perbuatan keji. Abdullah bin Amr dan berkata:</p>
<p>لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا</p>
<p>“Nabi SAW bukanlah orang yang berkata keji dan bukan pula orang yang sengaja berkata-kata keji.” (HR Bukhari)</p>
<p>4. Berlebihan dan dibuat-buat dalam berbicara</p>
<p>Akhlak berikutnya yang dibenci Allah adalah berlebihan dan dibuat-buat dalam berbicara.</p>
<p>Sikap ini memiliki beberapa bentuk, antara lain tasyaddud dalam berbicara, taqa‘‘ur, tafasuh, tafayhuq, dan tsartsarah—yakni berbicara dengan gaya yang dibuat-buat, berlebihan, terlalu banyak, dan sengaja mempertontonkan kemampuan bahasa untuk menunjukkan kehebatan diri.</p>
<p>Semua bentuk tersebut merupakan gaya berbicara yang tidak disukai Allah dan tidak disukai pula dari orang yang melakukannya.</p>
<p>Nabi SAW bersabda tentang orang yang sengaja memperindah dan memperumit perkataannya untuk menunjukkan kefasihan, kehebatan, serta superioritas dirinya:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبْغِضُ الْبَلِيغَ مِنَ الرِّجَالِ، الَّذِي يَتَخَلَّلُ بِلِسَانِهِ تَخَلُّلَ الْبَاقِرَةِ بِلِسَانِهَا</p>
<p>“Sesungguhnya Allah SAW membenci orang yang sangat pandai berbicara dari kalangan laki-laki, yang memutar-mutar lidahnya sebagaimana sapi memutar-mutarkan lidahnya.” (Hadis sahih, HR Abu Dawud)</p>
<p>Nabi SAW menggambarkan orang yang sengaja berlebihan dalam berbicara seperti sapi yang memutar lidahnya. Sebab, orang tersebut memainkan dan memutar-mutarkan lidahnya di sekitar giginya ketika berbicara, sebagaimana sapi memutar lidahnya ketika makan.</p>
<p>Bukan hanya Allah yang membenci perilaku semacam ini. Rasulullah SAW juga tidak menyukainya. Bahkan, beliau menyatakan bahwa orang-orang yang gemar berbicara berlebihan akan menjadi orang yang paling jauh tempat duduknya dari beliau pada hari kiamat.</p>
<p>Beliau SAW bersabda:</p>
<p>إِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ، وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ: الثَّرْثَارُونَ، وَالْمُتَشَدِّقُونَ، وَالْمُتَفَيْهِقُونَ</p>
<p>قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَدْ عَلِمْنَا &#8220;الثَّرْثَارُونَ، وَالْمُتَشَدِّقُونَ&#8221; فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ؟ قَالَ: الْمُتَكَبِّرُونَ</p>
<p>“Sesungguhnya orang yang paling aku benci di antara kalian dan yang paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat adalah orang-orang yang banyak bicara, orang-orang yang suka berlebih-lebihan dalam berbicara, dan orang-orang yang suka membual dengan perkataannya.”</p>
<p>Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui siapa yang banyak bicara dan siapa yang berlebih-lebihan dalam berbicara. Lalu, siapa yang dimaksud dengan mutafayhiqun?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang sombong.”</p>
<p>(Hadis hasan, HR At-Tirmidzi)</p>
<p>Bahkan, mereka termasuk golongan manusia yang paling buruk. Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>‌شِرَارُ ‌أُمَّتِي: ‌الثَّرْثَارُونَ، الْمُشَّدِّقُونَ، الْمُتَفَيْهِقُونَ</p>
<p>“Seburuk-buruk umatku adalah orang-orang yang banyak bicara, orang-orang yang suka berlebih-lebihan dalam berbicara, dan orang-orang yang sombong.”</p>
<p>(Hadis sahih, HR Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)</p>
<p>Semua bentuk berlebihan dalam berbicara tersebut pada hakikatnya termasuk tanaththu‘, yaitu sikap melampaui batas dalam perkataan dan perkara lainnya. Nabi SAW telah memperingatkan:</p>
<p>هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ</p>
<p>“Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan.” Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.</p>
<p>(HR Muslim)</p>
<p>Dalam kitab Ikmal al-Mu&#8217;allim bi Fawaid al-Muslim, Qadhi ‘Iyadh, menjelaskan tanaththu‘ berarti terlalu mendalam, berlebihan, memperumit, bersikap keras, serta melampaui batas dalam berbagai perkara.</p>
<p>Adapun mutanaththi‘ adalah orang yang berbicara dengan cara dibuat-buat hingga mengeluarkan suara dari bagian terdalam tenggorokannya. Istilah ini berasal dari kata nath‘, yaitu bagian langit-langit mulut.</p>
<p>5. Menampakkan kesengsaraan dan berpura-pura hidup susah</p>
<p>Penampilan seseorang di tengah masyarakat memiliki makna yang jelas dan dapat dipahami oleh siapa pun.</p>
<p>Allah Ta’ala tidak menyukai seorang hamba yang sengaja menampilkan dirinya di hadapan orang lain dalam keadaan hina, lemah, dan serba kekurangan hanya untuk menarik belas kasihan serta mendapatkan bantuan mereka.</p>
<p>Sebaliknya, Allah menyukai seorang hamba yang menampakkan rasa syukur dengan menggunakan dan merawat nikmat yang telah diberikan kepadanya. Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى إِذَا أَنْعَمْ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً يُحِبُّ أَنْ يَرَى أَثَرَ النِّعْمَةِ عَلَيْهِ، ‌وَيَكْرَهُ ‌الْبُؤْسَ ‌وَالتَّبَاؤُسَ</p>
<p>“Sesungguhnya apabila Allah memberikan suatu nikmat kepada seorang hamba, Dia suka melihat bekas nikmat tersebut pada dirinya dan membenci kesengsaraan serta sikap berpura-pura sengsara.” (Hadis sahih, HR Al-Baihaqi)</p>
<p>Beliau SAW juga bersabda:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، وَيُحِبُّ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ، ‌وَيُبْغِضُ ‌الْبُؤْسَ ‌وَالتَّبَاؤُسَ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Dia suka melihat bekas nikmat-Nya pada diri hamba-Nya dan membenci kesengsaraan serta sikap berpura-pura sengsara.”</p>
<p>(Hadis sahih, HR Al-Baihaqi)</p>
<p>Menampakkan kemiskinan dan kebutuhan padahal seseorang sebenarnya berkecukupan pada hakikatnya seperti mengadukan nikmat Allah kepada manusia.</p>
<p>Sikap tersebut juga dapat menyebabkan seseorang dipandang rendah dan diremehkan oleh orang lain, bahkan dapat menjadi bahan kegembiraan bagi musuh-musuhnya.</p>
<p>Karena itu, seorang mukmin tidak sepatutnya mengabaikan dirinya sendiri atau sengaja mengabaikan penampilannya, sementara berbagai sarana untuk memperbaiki dan menjaga penampilan tersebut sebenarnya tersedia baginya.</p>
<p>Tentu, hal ini bukan berarti seorang Muslim harus hidup bermewah-mewahan atau memamerkan kekayaan. Yang dimaksud adalah mensyukuri nikmat Allah dan tidak sengaja menampilkan diri dalam keadaan buruk demi mendapatkan simpati manusia.</p>
<p>6. Cemburu yang tercela</p>
<p>Cemburu atau ghirah ada yang terpuji dan ada pula yang tercela. Ada kecemburuan yang diridhai Allah, dan ada kecemburuan yang dibenci-Nya.</p>
<p>Kecemburuan yang dicintai Allah adalah kecemburuan seorang laki-laki terhadap kehormatan dan keluarganya ketika melihat mereka melakukan sesuatu yang diharamkan.</p>
<p>Adapun kecemburuan yang tercela dan dibenci Allah adalah kecemburuan yang dibangun di atas prasangka, kecurigaan, dan dugaan-dugaan tanpa dasar.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>إِنَّ مِنَ الْغَيْرَةِ مَا يُحِبُّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، وَمِنْهَا مَا يُبْغِضُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ&#8230; فَأَمَّا الْغَيْرَةُ الَّتِي يُحِبُّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ؛ فَالْغَيْرَةُ فِي الرِّيبَةِ، وَأَمَّا الْغَيْرَةُ الَّتِي يُبْغِضُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ؛ فَالْغَيْرَةُ فِي غَيْرِ رِيبَةٍ</p>
<p>“Sesungguhnya di antara kecemburuan ada yang dicintai Allah dan ada pula yang dibenci Allah. Adapun kecemburuan yang dicintai Allah adalah kecemburuan dalam perkara yang memang patut dicurigai, sedangkan kecemburuan yang dibenci Allah adalah kecemburuan dalam perkara yang tidak patut dicurigai.” (Hadis hasan, HR An-Nasa’i)</p>
<p>Dalam kecemburuan yang tercela, dorongan amarah yang muncul akibat iri hati dan keengganan menerima adanya pihak lain dalam kehidupan seseorang mulai bergerak. Dorongan tersebut kemudian membuat seseorang bertindak berdasarkan prasangka dan dugaan-dugaan.</p>
<p>Di sinilah setan memanfaatkannya untuk membisikkan berbagai macam pikiran buruk kepada manusia.</p>
<p>Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah keluar dari rumahnya pada malam hari. Aisyah berkata, “Aku merasa cemburu kepadanya.”</p>
<p>Kemudian Rasulullah SAW datang dan melihat apa yang aku lakukan. Beliau bertanya, “Ada apa denganmu, wahai Aisyah? Apakah engkau cemburu?”</p>
<p>Aku menjawab, “Apa yang membuat orang sepertiku tidak cemburu kepada orang seperti dirimu?” Rasulullah SAW kemudian bertanya, “Apakah setanmu telah datang kepadamu?”</p>
<p>Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah bersamaku ada setan?” Beliau menjawab, “Ya.”Aku bertanya lagi, “Apakah setiap manusia juga disertai setan?” Beliau menjawab, “Ya.”</p>
<p>Aku bertanya, “Termasuk engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya. Akan tetapi, Rabb-ku telah menolongku menghadapinya hingga ia tunduk kepadaku.”</p>
<p>(HR Muslim)</p>
<p>Kisah ini memberikan pelajaran penting bahwa perasaan cemburu, apabila tidak dikendalikan oleh iman dan akal sehat, dapat menjadi pintu masuk bagi bisikan setan.</p>
<p>Karena itu, seorang Muslim harus membedakan antara kecemburuan yang lahir dari kepedulian terhadap kehormatan dan kecemburuan yang hanya dibangun di atas prasangka serta dugaan tanpa bukti.</p>
<p>Semoga Allah membersihkan hati kita dari kesombongan, kekikiran, perkataan keji, sikap berlebihan dalam berbicara, kebiasaan menampakkan kesengsaraan, serta kecemburuan yang tercela.</p>
<p>Semoga Allah menghiasi diri kita dengan akhlak yang dicintai-Nya dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati, dermawan, santun, menjaga lisan, bersyukur atas nikmat, dan mampu mengendalikan hawa nafsu. *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sifat-tercela-yang-dibenci-allah-swt-yang-banyak-dijumpai-saat-ini/">Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT yang Banyak Dijumpai Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sekolah Merah Putih Bangun Harapan Anak Rempang</title>
		<link>https://gokepri.com/sekolah-merah-putih-bangun-harapan-anak-rempang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2026 00:07:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Batam]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135942</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri) &#8211; Ratusan anak Rempang-Galang memenuhi kawasan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih pada Minggu <a class="read-more" href="https://gokepri.com/sekolah-merah-putih-bangun-harapan-anak-rempang/" title="Sekolah Merah Putih Bangun Harapan Anak Rempang" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sekolah-merah-putih-bangun-harapan-anak-rempang/">Sekolah Merah Putih Bangun Harapan Anak Rempang</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> &#8211; Ratusan anak Rempang-Galang memenuhi kawasan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih pada Minggu (2/8/2026). Lokasi yang selama ini identik dengan aktivitas pembangunan berubah menjadi ruang bermain, belajar, dan menumbuhkan harapan masa depan pendidikan mereka.</p>
<p>Melalui kegiatan Rempang Ceria Bersama Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Badan Pengusahaan (BP) Batam berupaya mendekatkan pembangunan sekolah dengan masyarakat. Pendekatan itu dilakukan agar kehadiran sekolah tidak hanya dipahami sebagai proyek fisik, tetapi juga sebagai ruang yang akan menyiapkan generasi masa depan Rempang-Galang.</p>
<p>Suasana penuh tawa mewarnai kegiatan yang dirangkaikan dengan berbagai perlombaan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus rangkaian Hari Anak Nasional 2026. Anak-anak mengikuti permainan tradisional dan beragam lomba hiburan yang menghadirkan suasana akrab di tengah kawasan pembangunan sekolah.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/sekolah-rakyat-rempang-dibangun-untuk-anak-keluarga-prasejahtera/">Sekolah Rakyat Rempang Dibangun untuk Anak Keluarga Prasejahtera</a></strong></p>
<p>Kepala BP Batam Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra turut membaur bersama peserta. Keduanya menyapa dan berbincang dengan anak-anak serta warga yang hadir, menciptakan suasana yang lebih dekat dibandingkan sekadar kunjungan seremonial.</p>
<p>Di tengah kegiatan itu, BP Batam kembali menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih diarahkan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di Rempang-Galang. Sekolah tersebut dibangun di atas lahan seluas 18,5 hektare dan diproyeksikan menjadi pusat pendidikan bagi generasi muda di kawasan itu.</p>
<p>Menurut BP Batam, pembangunan sekolah tidak berhenti pada penyediaan gedung dan fasilitas belajar. Kehadirannya diharapkan menjadi tempat lahirnya generasi yang memiliki kemampuan akademik, karakter, dan kesiapan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.</p>
<p>“Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan menjadi wadah untuk mencetak generasi berprestasi, khususnya bagi anak-anak kita di Rempang-Galang,” kata Amsakar.</p>
<p>Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada tokoh masyarakat dan berbagai pihak yang mendukung pembangunan sekolah tersebut. Dukungan masyarakat dinilai menjadi bagian penting agar pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat dalam jangka panjang.</p>
<p>Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai antusiasme anak-anak dalam kegiatan tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah untuk terus memperkuat program pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di Rempang-Galang.</p>
<p>“Keceriaan anak-anak hari ini menjadi semangat bagi kami untuk terus menghadirkan program-program yang berpihak pada masyarakat,” ujar Li Claudia.</p>
<p>Bagi anak-anak yang mengikuti kegiatan itu, kawasan pembangunan sekolah tidak lagi dipandang sebagai hamparan tanah dan material bangunan. Mereka mulai membayangkan ruang kelas, perpustakaan, lapangan bermain, hingga tempat untuk menyiapkan cita-cita.</p>
<p>Karena itu, pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih diharapkan tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih memadai. Pemerintah juga ingin menjadikannya ruang untuk menanamkan nilai persatuan, gotong royong, dan kecintaan terhadap tanah air seiring dengan proses pembangunan yang masih berlangsung.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/sekolah-terintegrasi-merah-putih-menyalakan-kembali-mimpi-anak-anak-rempang/">Sekolah Terintegrasi Merah Putih Menyalakan Kembali Mimpi Anak-anak Rempang</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sekolah-merah-putih-bangun-harapan-anak-rempang/">Sekolah Merah Putih Bangun Harapan Anak Rempang</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadikan Rumah Menjadi Sumber Kebahagiaan</title>
		<link>https://gokepri.com/jadikan-rumah-menjadi-sumber-kebahagiaan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2026 01:33:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135787</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Setiap orang pasti mendambakan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Adakalanya, mereka berpikir kebahagiaan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/jadikan-rumah-menjadi-sumber-kebahagiaan/" title="Jadikan Rumah Menjadi Sumber Kebahagiaan" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/jadikan-rumah-menjadi-sumber-kebahagiaan/">Jadikan Rumah Menjadi Sumber Kebahagiaan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Setiap orang pasti mendambakan kebahagiaan dalam rumah tangganya. Adakalanya, mereka berpikir kebahagiaan itu diperoleh dengan mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya. Kekayaan melimpah diimpikan sebagai puncak kebahagiaan.</p>
<p>Kenyataannya, rumah tangga yang mengacu pada materi sebagai sandaran hidupnya, tanpa mengedepankan nilai-nilai agama, ternyata diambang bencana.</p>
<p>Buruknya moral suami, istri, atau anak-anak, kegelisahan hidup, kecemasan mendalam, kebenciaan di antara anggota keluarga, bahkan permusuhan dan berbagai permasalahan yang membelit serta tak kunjung padam.</p>
<p>Rumah tangga yang harmonis dan bahagia tidaklah bersandar pada materi semata. Justru bahagia itu terletak pada sejauh mana peran nilai-nilai agama mendominasi eksistensi rumah tangga itu.</p>
<p>Kehidupan rumah tangga Rasulullah SAW yang penuh berkah, ketenteraman, dan kebahagiaan, selayaknya menjadi panutan kaum Muslimin.</p>
<p>Semasa hidup, Rasulullah SAW tidak pernah memiliki rumah mewah dan harta berlimpah. Bahkan, ketika Umar bin Khathab mengunjungi beliau suatu hari, didapatinya Rasulullah SAW sedang berbaring di atas pelepah daun kurma. Sampai-sampai punggung beliau tergores saking kerasnya pelepah daun kurma itu.</p>
<p>Tetapi, dari kondisi yang sangat sederhana itu, beliau selalu mengucapkan, &#8220;Baiti jannati&#8221;, rumahku adalah surgaku. Itulah ciri rumah tangga yang dibangun atas dasar keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.</p>
<p>Dalam rumah tangga Islami, seluruh anggota keluarga memiliki peran dan fungsi yang jelas. Masing-masing mereka menghormati perannya.</p>
<p>Suami adalah pemimpin yang berakhlak shodiqul wa&#8217;di (selalu menepati janji baik pada Allah SWT maupun masyarakat). Suami berperan dapat menegakkan keadilan dan kasih sayang dalam memimpin keluarga.</p>
<p>&#8220;Dan dia menyuruh keluarganya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya&#8221; (QS Maryam [19]: 55).</p>
<p>Istri berkewajiban menaati suami dan bekerja sama dengannya dalam kebajikan dan takwa, sehingga mampu mengayomi keluarga dengan kasih sayangnya yang tulus ikhlas. Anak-anak pun menjadi cahaya mata karena ketaatan dan kesalehan mereka.</p>
<p>&#8220;Wahai Rabb kami, karuniakanlah kepada kami istri-istri dan anak-anak keturunan kami sebagai cahaya mata (penyenang hati) bagi kami, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa&#8221; (QS Al-Furqan [25]: 74).</p>
<p>Dengan iman, dia membedakan yang benar dari yang salah. Dengan iman pula ia memahami baik dan buruk untuk kemudian berpihak pada yang baik.</p>
<p>Bahkan, dengan iman itu, setiap anggota keluarga mampu bersyukur manakala mendapatkan keberuntungan betapapun kecilnya. Rumah tangga yang dibangun dengan landasan keimanan, pada dasarnya telah membangun surga di dunia. *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/jadikan-rumah-menjadi-sumber-kebahagiaan/">Jadikan Rumah Menjadi Sumber Kebahagiaan</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Keistimewaan Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah</title>
		<link>https://gokepri.com/ini-keistimewaan-dua-ayat-terakhir-surat-al-baqarah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Jul 2026 07:21:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135755</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Surat Al-Baqarah diakhiri dengan dua ayat yang memiliki banyak keutamaan sebagaimana diterangkan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/ini-keistimewaan-dua-ayat-terakhir-surat-al-baqarah/" title="Ini Keistimewaan Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ini-keistimewaan-dua-ayat-terakhir-surat-al-baqarah/">Ini Keistimewaan Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Surat Al-Baqarah diakhiri dengan dua ayat yang memiliki banyak keutamaan sebagaimana diterangkan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW.</p>
<p>Dalam Tafsir Al Azhar, Buya Hamka menjelaskan bahwa Allah SWT menutup surat ini dengan kesaksian kepada Rasul-Nya dan orang-orang beriman yang setia menegakkan agama-Nya. Tak heran jika Surat Al-Baqarah ayat 285-286 dianjurkan untuk rutin dibaca karena menjadi sebab datangnya perlindungan Allah SWT dan memiliki berbagai keutamaan lainnya.</p>
<p>Bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 285-286<br />
Surat Al-Baqarah Ayat 285<br />
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَالُوْا سَمِعْنَا وَاَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيْكَ الْمَصِيْرُ</p>
<p>Āmanar-rasūlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu&#8217;minūn(a), kullun āmana billāhi wa malā&#8217;ikatihī wa kutubihī wa rusulih(ī), lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih(ī), wa qālū sami&#8217;nā wa aṭa&#8217;nā, gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr(u).</p>
<p>Artinya: Rasul (Muhammad) beriman pada apa (Al-Qur&#8217;an) yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang mukmin. Masing-masing beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata,) &#8220;Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.&#8221; Mereka juga berkata, &#8220;Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Tuhan kami. Hanya kepada-Mu tempat (kami) kembali.&#8221;</p>
<p>Surat Al-Baqarah Ayat 286<br />
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَا ۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَا ۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ ࣖ</p>
<p>Lā yukallifullāhu nafsan illā wus&#8217;ahā, lahā mā kasabat wa &#8216;alaihā maktasabat, rabbanā lā tu&#8217;ākhiżnā in nasīnā au akhṭa&#8217;nā, rabbanā wa lā taḥmil &#8216;alainā iṣran kamā ḥamaltahū &#8216;alal-lażīna min qablinā, rabbanā wa lā tuḥammilnā mā lā ṭāqata lanā bih(ī), wa&#8217;fu &#8216;annā, wagfir lanā, warḥamnā, anta maulānā fanṣurnā &#8216;alal qaumil-kāfirīn(a).</p>
<p>Artinya: Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) &#8220;Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.&#8221;</p>
<p>Keistimewaan Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah Menurut Hadits<br />
Beberapa hadits Rasulullah SAW menyebutkan berbagai keutamaan membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah. Berikut diantaranya:</p>
<p>1. Rumah Terlindungi dari Gangguan Setan<br />
Dalam Terjemah dan Fadhilah Majmu&#8217; Syarif karya Ustadz Rusdianto disebutkan hadits dari Nu&#8217;man bin Basyir bahwa membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah dapat menjadi sebab rumah terjaga dari gangguan setan.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah telah menulis kitab dua ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi. Di dalamnya Allah menurunkan dua ayat yang menutup Surat Al-Baqarah. Tidaklah kedua ayat tersebut dibaca dalam sebuah rumah selama tiga hari, melainkan setan tidak akan mampu mendekatinya.&#8221; (HR Tirmidzi)</p>
<p>Imam At-Tirmidzi menilai hadits ini berstatus hasan.</p>
<p>Hadits yang sama juga diriwayatkan oleh Imam An-Nasa&#8217;i, Ibnu Hibban, dan Imam Al-Hakim. Dalam riwayat Imam Al-Hakim disebutkan:</p>
<p>&#8220;Dan tidaklah dua ayat tersebut dibaca dalam sebuah rumah, melainkan setan tidak akan sanggup untuk mendekatinya selama tiga malam.&#8221;</p>
<p>Imam Al-Hakim menilai hadits tersebut shahih sesuai syarat Imam Muslim.</p>
<p>2. Mendapat Kecukupan bagi yang Membacanya pada Malam Hari<br />
Dalam buku Rahasia Pintu-Pintu Keberkahan &amp; Rezeki karya Syekh Ali Jaber disebutkan hadits yang sangat masyhur mengenai keutamaan ayat 285-286 Surat Al-Baqarah.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>&#8220;Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah pada suatu malam, niscaya kedua ayat itu akan mencukupinya.&#8221; (HR Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Dalam kitab Fathul Bari Syarh Shahih al-Bukhari, Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa salah satu makna kafataahu (mencukupinya) ialah Allah menjaga orang yang membacanya dari kejahatan setan, manusia, dan jin.</p>
<p>3. Menjadi Pembela pada Hari Kiamat<br />
Keutamaan Surat Al-Baqarah juga disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>&#8220;Bacalah dua bunga; Surat Al-Baqarah dan Surat Ali Imran! Sesungguhnya pada hari Kiamat keduanya akan datang seolah-olah dua gumpalan awan, atau seperti dua bayang-bayang, atau seperti dua gerombol burung-burung yang berbaris yang akan membela para sahabatnya.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>4. Menjadi Cahaya yang Tidak Diberikan kepada Nabi Sebelumnya<br />
Dalam Al-Itqan fi Ulumil Qur&#8217;an karya Imam Jalaluddin al-Suyuthi disebutkan riwayat Imam Muslim dari Ibnu Abbas mengenai keistimewaan dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah.</p>
<p>Disebutkan bahwa seorang malaikat datang kepada Nabi Muhammad SAW seraya berkata:</p>
<p>&#8220;Bergembiralah (Muhammad) dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu dan tidak diberikan kepada nabi sebelummu. Itulah Fatihatul Kitab (Surat Al-Fatihah) dan Khawatim Al-Baqarah (akhir Surat Al-Baqarah).&#8221; *</p>
<p>(sumber: detik.com)</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ini-keistimewaan-dua-ayat-terakhir-surat-al-baqarah/">Ini Keistimewaan Dua Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampus Korea Buka Peluang Beasiswa bagi Siswa Batam</title>
		<link>https://gokepri.com/kampus-korea-buka-peluang-beasiswa-bagi-siswa-batam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 02:09:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Beasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[Korea Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135594</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri) – Pemerintah Kota Batam membuka peluang kerja sama pendidikan vokasi dengan Jeonju Vision <a class="read-more" href="https://gokepri.com/kampus-korea-buka-peluang-beasiswa-bagi-siswa-batam/" title="Kampus Korea Buka Peluang Beasiswa bagi Siswa Batam" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kampus-korea-buka-peluang-beasiswa-bagi-siswa-batam/">Kampus Korea Buka Peluang Beasiswa bagi Siswa Batam</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> – Pemerintah Kota Batam membuka peluang kerja sama pendidikan vokasi dengan Jeonju Vision College, Korea Selatan, untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil yang terus meningkat seiring pertumbuhan investasi dan ekspansi kawasan industri. Kolaborasi itu diarahkan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus memperoleh akses pendidikan dan pengalaman kerja internasasional.</p>
<p>Peluang tersebut mengemuka saat Wali Kota Batam Amsakar Achmad menerima audiensi Traverse Edu bersama delegasi Jeonju Vision College di Kantor Wali Kota Batam, Senin, 27 Juli 2026. Pertemuan itu membahas skema pendidikan vokasi yang mencakup beasiswa, kuliah sambil bekerja paruh waktu, pelatihan bahasa, hingga dukungan penempatan kerja setelah lulus.</p>
<p>Delegasi Korea Selatan memperkenalkan Jeonju Vision College, perguruan tinggi vokasi di Kota Jeonju yang memiliki sekitar 3.000 mahasiswa dari berbagai negara. Kampus tersebut menerapkan sistem pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan dunia industri.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong></p>
<ul>
<li><strong><a href="https://gokepri.com/ekspor-listrik-ke-singapura-tunggu-kesepakatan-harga/">Ekspor Listrik ke Singapura Tunggu Kesepakatan Harga</a></strong></li>
<li><a href="https://gokepri.com/memahami-visi-negara-digital-singapura-dari-wawancara-menteri-josephine-teo/"><strong>Memahami Visi Negara Digital Singapura dari Wawancara Menteri Josephine Teo</strong></a></li>
</ul>
<p>Amsakar menilai kerja sama internasional di bidang pendidikan menjadi salah satu cara menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mengikuti perkembangan industri Batam. “Kami menyambut baik setiap bentuk kolaborasi yang dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.</p>
<p>Menurut Amsakar, Batam memiliki posisi strategis karena berbatasan langsung dengan Singapura serta berstatus sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas (Free Trade Zone/FTZ). Kota itu juga memiliki empat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Nongsa Digital Park, Batam Aero Technic, Tanjung Sauh, dan KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam.</p>
<p>Perkembangan investasi di kawasan tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan tenaga kerja kompeten. Saat ini Batam memiliki 31 kawasan industri dan sekitar 135 galangan kapal yang menjadi tulang punggung sektor manufaktur dan maritim.</p>
<p>Karena itu, pemerintah daerah berupaya memperluas kemitraan dengan lembaga pendidikan yang mampu menghasilkan tenaga kerja siap pakai. Amsakar menilai Jeonju Vision College dapat menjadi salah satu mitra strategis dalam mencetak SDM yang sesuai dengan kebutuhan industri Batam.</p>
<p>Ia menjelaskan, sektor yang membutuhkan tenaga terampil meliputi galangan kapal, teknologi informasi, pusat data, maintenance, repair and overhaul (MRO) pesawat, hingga energi baru dan terbarukan. Menurutnya, peningkatan kompetensi generasi muda menjadi syarat agar Batam mampu memenuhi kebutuhan industri pada masa depan.</p>
<p><strong>Peluang Beasiswa</strong></p>
<p>President Jeonju Vision College Woo Byung-hun mengatakan kampusnya telah berpengalaman menerima mahasiswa asal Indonesia. Kurikulum yang diterapkan disusun berdasarkan kebutuhan industri, terutama pada bidang perkapalan, mesin, otomotif, serta energi baru dan terbarukan seperti tenaga angin dan tenaga surya.</p>
<p>Melihat besarnya potensi industri maritim di Batam, kampus tersebut menawarkan kesempatan bagi sekitar 20 hingga 30 peserta asal Batam mengikuti pendidikan melalui program beasiswa.</p>
<p>Woo mengatakan peserta tidak hanya memperoleh kesempatan belajar di Korea Selatan, tetapi juga pelatihan bahasa, pengalaman bekerja paruh waktu, dan pembekalan profesional sebelum memasuki dunia kerja. “Kami berharap program ini dapat mendukung perkembangan industri di Batam melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia,” katanya.</p>
<p>Audiensi itu menjadi tahap awal penjajakan kerja sama internasional di bidang pendidikan vokasi. Pemerintah Kota Batam berharap kolaborasi tersebut memperluas akses pendidikan, meningkatkan kompetensi generasi muda, dan memperkuat daya saing tenaga kerja Batam di tengah pertumbuhan industri.</p>
<p><strong>Baca Juga: </strong><a href="https://gokepri.com/mengapa-rencana-ekspor-listrik-batam-ke-singapura-mandek/"><strong>Mengapa Rencana Ekspor Listrik Batam ke Singapura Mandek</strong></a></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/kampus-korea-buka-peluang-beasiswa-bagi-siswa-batam/">Kampus Korea Buka Peluang Beasiswa bagi Siswa Batam</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Posisi Guru Tidak Akan Bisa Digantikan oleh Teknologi</title>
		<link>https://gokepri.com/posisi-guru-tidak-akan-bisa-digantikan-oleh-teknologi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jul 2026 12:03:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=135487</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Abdul Mu&#8217;ti menegaskan bahwa perkembangan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/posisi-guru-tidak-akan-bisa-digantikan-oleh-teknologi/" title="Posisi Guru Tidak Akan Bisa Digantikan oleh Teknologi" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/posisi-guru-tidak-akan-bisa-digantikan-oleh-teknologi/">Posisi Guru Tidak Akan Bisa Digantikan oleh Teknologi</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Abdul Mu&#8217;ti menegaskan bahwa perkembangan teknologi tidak akan bisa menggantikan peran guru dalam dunia pendidikan. Menurut dia, guru tetap menjadi aktor utama dalam membangun peradaban bangsa melalui pendidikan.</p>
<p>&#8220;Teknologi secanggih apa pun tidak bisa menggantikan posisi guru. Di sinilah sebenarnya arti penting dari membangun peradaban melalui pendidikan dengan guru sebagai agen utamanya,&#8221; ujar Abdul Mu&#8217;ti saat menjadi pembicara dalam Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta, Ahad (26/7/2026).</p>
<p>Sekretaris Umum PP Muhammadiyah inj menegaskan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas guru. Perbaikan ini mulai dari memperbaiki kesejahteraan, meningkatkan kualifikasi, hingga memperkuat kompetensinya agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.</p>
<p>&#8220;Kita perbaiki kesejahteraannya, kita perbaiki kualifikasinya, dan kita tingkatkan kompetensinya. Teknologi secanggih apa pun tidak bisa menggantikan posisi guru,”jelas dia.</p>
<p>Selain memperkuat peran guru, menurut dia, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada pembangunan karakter siswa. Dia pun membeberkan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang mendorong anak membangun pola hidup disiplin dan sehat sejak dini. Menurut dia, tujuh kebiasaan tersebut merupakan substansi dari nilai-nilai ajaran Islam.&#8221;Jadi tujuh itu kalau kita breakdown sebenarnya merupakan substansialisasi dari ajaran Islam. Bangun pagi itu kan ajaran Islam,&#8221; kata dia.</p>
<p>Adapun tujuh kebiasaan tersebut meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih cepat.</p>
<p>Abdul Mu&#8217;ti mengakui kebiasaan itu menjadi tantangan tersendiri karena banyak anak, khususnya Generasi Z, memiliki pola hidup nokturnal atau terbiasa tidur larut malam.</p>
<p>&#8220;Memang ini agak-agak counter culture, karena Gen Z itu cenderung jadi generasi nokturnal. Nah, kita biasakan mereka bangun pagi, beribadah,&#8221; jelas dia.</p>
<p>Ia menambahkan, pembentukan karakter tidak dapat dilakukan sekolah sendirian, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga media.</p>
<p>&#8220;Jadi, kita ingin bangun budaya tujuh kebiasaan itu. Yang tentu ini memerlukan kerja sama semua pihak. Di sekolah, di keluarga, di masyarakat, dan juga dengan media sebagai salah satu kuncinya,&#8221;jelas dia. *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/posisi-guru-tidak-akan-bisa-digantikan-oleh-teknologi/">Posisi Guru Tidak Akan Bisa Digantikan oleh Teknologi</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Puisi hingga Film Pendek, 255 Pelajar Ikuti FLS3N Kepri 2026</title>
		<link>https://gokepri.com/dari-puisi-hingga-film-pendek-255-pelajar-ikuti-fls3n-kepri-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2026 08:31:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pendidikan Kepri]]></category>
		<category><![CDATA[FLS3N]]></category>
		<category><![CDATA[FLS3N 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Riau]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=134931</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dari puisi hingga film pendek, pelajar terbaik Kepri akan bersaing memperebutkan tiket ke FLS3N nasional. <a class="read-more" href="https://gokepri.com/dari-puisi-hingga-film-pendek-255-pelajar-ikuti-fls3n-kepri-2026/" title="Dari Puisi hingga Film Pendek, 255 Pelajar Ikuti FLS3N Kepri 2026" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/dari-puisi-hingga-film-pendek-255-pelajar-ikuti-fls3n-kepri-2026/">Dari Puisi hingga Film Pendek, 255 Pelajar Ikuti FLS3N Kepri 2026</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Dari puisi hingga film pendek, pelajar terbaik Kepri akan bersaing memperebutkan tiket ke FLS3N nasional.</strong></p>
<p><strong>TANJUNGPINANG (gokepri)</strong> — Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Provinsi Kepulauan Riau menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mengasah karakter. Sebanyak 255 siswa SMA dan SMK dari tujuh kabupaten/kota akan berkompetisi pada 16 cabang lomba yang digelar pada 23–25 Juli 2026.</p>
<p>Ajang ini tidak sekadar memilih wakil daerah ke tingkat nasional. FLS3N juga menjadi wadah pembinaan talenta seni yang mendorong peserta mengekspresikan gagasan, identitas, dan kemampuan secara positif melalui berbagai karya kreatif.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/jateng-juara-umum-fls2n-2020-menteri-nadiem-pandemi-tak-menghalangi-inovasi/">Jateng Juara Umum FLS2N 2020, Menteri Nadiem: Pandemi Tak Menghalangi Inovasi</a></strong></p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau Andi Agung mengatakan, FLS3N 2026 mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya.”</p>
<p>Menurut Agung, karakter peserta didik tumbuh melalui proses berkarya, berlatih, dan berkompetisi. Karena itu, FLS3N menjadi bagian penting dalam pengembangan potensi generasi muda.</p>
<p>Sebanyak 16 cabang lomba dipertandingkan, yakni baca puisi, cipta lagu, cipta puisi, desain poster, film pendek, fotografi, instrumen solo gitar, jurnalistik, kreativitas musik tradisi, kriya, komik digital, menulis cerita pendek, menyanyi solo putra, menyanyi solo putri, monolog, dan tari kreasi.</p>
<p>Seluruh peserta merupakan juara FLS3N tingkat kabupaten dan kota yang berlangsung pada April hingga Mei 2026. Pemenang tingkat provinsi akan mewakili Kepulauan Riau pada FLS3N tingkat nasional.</p>
<p>“Kami memasang target perwakilan kontingen Kepri bisa masuk 10 besar FLS3N nasional 2026,” ujar Agung.</p>
<p>Ia mengingatkan peserta agar menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi sportivitas. Dewan juri juga diminta memberikan penilaian secara objektif dan profesional.</p>
<p>Pertandingan FLS3N tersebar di Aula Wan Seri Beni serta enam sekolah di Kota Tanjungpinang, yaitu SMKN 1, SMAN 1, SMAN 2, SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 7.</p>
<p>Menurut Agung, FLS3N merupakan program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik di bidang seni budaya. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Desain Besar Manajemen Talenta Nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2024. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/o2sn-dan-fls2n-tingkat-kota-batam-asah-bakat-sejak-dini/">O2SN dan FLS2N Tingkat Kota Batam, Asah Bakat Sejak Dini</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/dari-puisi-hingga-film-pendek-255-pelajar-ikuti-fls3n-kepri-2026/">Dari Puisi hingga Film Pendek, 255 Pelajar Ikuti FLS3N Kepri 2026</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 25/28 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)

Served from: gokepri.com @ 2026-08-21 14:48:45 by W3 Total Cache
-->