<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pendidikan &#8211; gokepri</title>
	<atom:link href="https://gokepri.com/pendidikan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://gokepri.com/pendidikan/</link>
	<description>Inspirasi Bersama</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Sep 2026 01:43:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://gokepri.com/gokepri/uploads/2026/04/cropped-IMG_5700-32x32.jpeg</url>
	<title>Pendidikan &#8211; gokepri</title>
	<link>https://gokepri.com/pendidikan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ruginya Orang yang Tidak Segera ke Masjid untuk Sholat Jumat</title>
		<link>https://gokepri.com/ruginya-orang-yang-tidak-segera-ke-masjid-untuk-sholat-jumat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 01:43:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=137765</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sangat dianjurkan bagi umat Islam agar datang lebih awal menjelang pelaksanaan sholat Jumat di Masjid. <a class="read-more" href="https://gokepri.com/ruginya-orang-yang-tidak-segera-ke-masjid-untuk-sholat-jumat/" title="Ruginya Orang yang Tidak Segera ke Masjid untuk Sholat Jumat" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ruginya-orang-yang-tidak-segera-ke-masjid-untuk-sholat-jumat/">Ruginya Orang yang Tidak Segera ke Masjid untuk Sholat Jumat</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sangat dianjurkan bagi umat Islam agar datang lebih awal menjelang pelaksanaan sholat Jumat di Masjid. Karena, akibat dari tidak bersegera ke masjid, berdampak pada terlambatnya kedatangan mereka untuk sholat Jumat. Bahkan, bisa sampai meninggalkan sholat Jumat.</p>
<p>Dalam sebuah hadits disebutkan:</p>
<p>لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدْعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُونُنَّ مِنَ الْغَافِلِينَ</p>
<p>“Hendaklah orang yang suka meninggalkan sholat jumat menghentikan perbuatannya. Atau jika tidak Allah akan menutup hati-hati mereka, kemudian mereka benar-benar akan tergolong ke dalam orang-orang yang lalai.” (HR. Muslim)</p>
<p>Dalam hadits lain disebutkan,</p>
<p>مَنْ تَرَكَ ثَلاَثَ جُمَعٍ تَهَاوُنًا بِهَا طَبَعَ اللَّهُ عَلَى قَلْبِهِ</p>
<p>“Barangsiapa meninggalkan sholat Jum’at sebanyak tiga kali karena lalai terhadap sholat tersebut, Allah akan tutupi hatinya.” (HR Abu Daud)</p>
<p>Syekh Muhammad Shiddiq Al Minsyawi dalam bukunya yang berjudul Rajin Shalat tapi Masih Keliru menuliskan, terlambat hadir di masjid pada hari Jumat sekarang ini telah menjadi kebiasaan sebagian orang. Bahkan, ada juga yang baru hadir ketika imam telah naik mimbar. Ada juga yang hadir saat iqamah telah dikumandangkan.</p>
<p>Padahal, bersegera ke masjid merupakan kebiasaan para ulama salaf. Karena hal ini mendatangkan banyak keutamaan dan pahala.</p>
<p>« مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَغَسَّلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنَ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ صِيَامُهَا وَقِيَامُهَا »</p>
<p>&#8220;Barang siapa yang mandi pada hari Jumat dan memandikan (membersihkan badannya), dia bersegera dan berangkat lebih awal (ke masjid), berjalan kaki dan tidak berkendaraan, mendekat kepada imam, mendengarkan khutbah, dan tidak berbicara (bermain-main), maka setiap langkahnya akan mendapatkan pahala seperti amal setahun, baik puasa maupun sholatnya.&#8221; (HR. Tirmidzi)</p>
<p>Hadits lainnya:</p>
<p>مَنْ رَاحَ إِلَى الْجُمُعَةِ فِي السَّاعَةِ الْأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدْنَةً وَمَنَ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كِبَشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامَ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَاجْتَمَعَتِ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ فَمَنْ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ فَإِنَّمَا جَاءَ لِحَقِّ الصَّلَاةِ لَيْسَ لَهُ مِنَ الْفَضْلِ شَيْءٌ</p>
<p>“Siapa saja yang berangkat sholat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi. Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur. Setelah imam keluar, maka catatan amal sudah ditutup, qalam pencatat sudah dianggat, dan para malaikat berkumpul di minbar untuk mendengarklan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk memenuhi hak shalat dan tidak mendapatkan keutamaan apa-apa, (HR. al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Jumhur ulama berkata, &#8220;Dianjurkan bersegera menghadiri sholat Jumat pada awal siang. Hal ini dikatakan oleh Imam Syafii dan Ibnu Habib Al Maliki.&#8221; *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/ruginya-orang-yang-tidak-segera-ke-masjid-untuk-sholat-jumat/">Ruginya Orang yang Tidak Segera ke Masjid untuk Sholat Jumat</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jaminan Rezeki Bagi yang Mempelajari Ilmu Agama</title>
		<link>https://gokepri.com/jaminan-rezeki-bagi-yang-mempelajari-ilmu-agama-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 02:44:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=137563</guid>

					<description><![CDATA[<p>Diriwayatkan bahwa ada dua laki-laki bersaudara pada masa Nabi Muhammad SAW. Salah satunya datang kepada <a class="read-more" href="https://gokepri.com/jaminan-rezeki-bagi-yang-mempelajari-ilmu-agama-2/" title="Jaminan Rezeki Bagi yang Mempelajari Ilmu Agama" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/jaminan-rezeki-bagi-yang-mempelajari-ilmu-agama-2/">Jaminan Rezeki Bagi yang Mempelajari Ilmu Agama</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Diriwayatkan bahwa ada dua laki-laki bersaudara pada masa Nabi Muhammad SAW. Salah satunya datang kepada Nabi SAW untuk memburu ilmu, dan yang satunya lagi bekerja.</p>
<p>Maka saudaranya yang bekerja mengadukan perihal saudaranya kepada Nabi SAW. Nabi SAW menjawab, &#8220;Bisa jadi kamu diberi rezeki karena dia.&#8221; (HR Imam Tirmidzi).</p>
<p>Kisah yang diwartakan oleh sahabat Anas bin Malik di atas memiliki beberapa ibrah yang layak dipetik.</p>
<p>Pertama, jaminan Allah SWT. Bahwa penuntut ilmu dijamin rezekinya. Habib Abdullah Ibn Alaw al-Haddad menjelaskan bahwa ini adalah jaminan khusus setelah adanya jaminan umum yang telah dijamin Allah SWT terhadap semua makhluk di muka bumi, dalam firman-Nya.</p>
<p>&#8220;Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).&#8221; (QS Hud: 6).</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Barangsiapa yang mencari ilmu, maka Allah SWT menjamin rezekinya.&#8221; (HR Syihab dalam Musnad-nya).</p>
<p>Maka “jaminan khusus” adalah bertambahnya kemudahan, dihilangkan kepayahan dan kesulitan dalam mencari dan memperoleh rezeki. Semoga pencari ilmu dan yang membiayai dimudahkan jalan rezekinya.</p>
<p>Maka bagi barangsiapa masih menyantuni anak yang sedang menimba ilmu terutama di pesantren, yakinlah bahwa rezeki anak itu sudah pasti dijamin oleh Allah Taala yang dititip melalui orang tuanya.</p>
<p>Jika mereka yang bermaksiat dan kufur pada-Nya saja masih diberi rezeki oleh Nya, apalagi anak yang sedang nyantri ber-tafaqquh fiddin pasti lebih terjamin lagi kebutuhannya.</p>
<p>Kedua, anjuran untuk menolong dan membantu orang-orang yang berilmu (ulama) dan para penuntut ilmu agama.</p>
<p>Menimba ilmu dan membiayai penuntut ilmu merupakan salah satu sebab musabab mengalir derasnya rezeki seseorang. Barangsiapa yang berusaha, bekerja, memperoleh, dan memfasilitasi para penuntut ilmu, niscaya Allah SWT akan membalas dan memperluas rezekinya.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda, “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.&#8221; (HR Muslim, at-Turmudziy, Abu Dawud).</p>
<p>Ketiga, hadis ini bukan bermakna penuntut ilmu boleh bermalas-malasan jika sudah ada yang membiayainya.</p>
<p>Jika sekiranya di tengah keterbatasan ekonomi seseorang bisa bekerja keras supaya bisa membayai dirinya dan melanjutkan pendidikannya, maka tentu ini lebih afdhal.</p>
<p>Rasulullah SAW juga bersabda, “Pendapatan yang terbaik dari seseorang adalah hasil jerih payah tangannya.” (HR Ibnu Majah).</p>
<p>Orang yang kebetulan sehat badan dan pikirannya, tiada lagi alasan baginya untuk tidak belajar dan tafaqquh sebab tidak ada lagi yang lebih melarat daripada Imam Abu Yusuf, tapi ia tidak pernah lalai menimba ilmu.</p>
<p>Rata-rata orang sukses itu tidak menyerah pada keadaan. Kesulitan ekonomi bahkan kondisi fisik yang tidak sempurna dijadikan sebagai motivasi.</p>
<p>Bahwa diyakini kesuksesan itu adalah hak siapa saja yang pantang menyerah dan tidak gampang berputus asa.*</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/jaminan-rezeki-bagi-yang-mempelajari-ilmu-agama-2/">Jaminan Rezeki Bagi yang Mempelajari Ilmu Agama</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Cek Desil DTSEN Sebelum Daftar KIP Kuliah 2026</title>
		<link>https://gokepri.com/cara-cek-desil-dtsen-sebelum-daftar-kip-kuliah-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 00:15:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=137439</guid>

					<description><![CDATA[<p>Calon mahasiswa bisa mengecek desil keluarga melalui portal DTSEN BPS. Hasilnya menjadi salah satu informasi <a class="read-more" href="https://gokepri.com/cara-cek-desil-dtsen-sebelum-daftar-kip-kuliah-2026/" title="Cara Cek Desil DTSEN Sebelum Daftar KIP Kuliah 2026" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/cara-cek-desil-dtsen-sebelum-daftar-kip-kuliah-2026/">Cara Cek Desil DTSEN Sebelum Daftar KIP Kuliah 2026</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Calon mahasiswa bisa mengecek desil keluarga melalui portal DTSEN BPS. Hasilnya menjadi salah satu informasi dalam proses KIP Kuliah.</strong></p>
<p><strong>JAKARTA (gokepri)</strong> — Calon mahasiswa yang ingin mendaftar KIP Kuliah 2026 dapat mengecek data desil kesejahteraan keluarganya melalui portal Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Informasi ini penting karena kondisi sosial ekonomi menjadi salah satu bagian dalam penentuan sasaran bantuan pendidikan.</p>
<p>KIP Kuliah ditujukan bagi calon mahasiswa yang memiliki potensi akademik, tetapi menghadapi keterbatasan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan tinggi. Karena itu, data sosial ekonomi keluarga menjadi bagian penting dalam proses verifikasi kelayakan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/bansos-pkh-dan-bpnt-triwulan-iii-mulai-cair-ini-cara-cek-penerima/">Bansos PKH dan BPNT Triwulan III Mulai Cair, Ini Cara Cek Penerima</a></strong></p>
<p><strong>Apa Itu Desil DTSEN?</strong></p>
<p>Dalam DTSEN, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan. Desil 1 menunjukkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling tinggi.</p>
<p>Secara umum, desil 1 mencakup kelompok miskin ekstrem, desil 2 kelompok miskin, desil 3 hampir miskin, dan desil 4 rentan miskin. Desil 5 berada pada kelompok ekonomi menengah ke bawah, sedangkan desil 6 hingga 10 mencakup kelompok dengan tingkat kesejahteraan menengah hingga lebih tinggi.</p>
<p>Pengelompokan tersebut digunakan pemerintah untuk memetakan kondisi sosial ekonomi masyarakat dan menentukan sasaran berbagai program bantuan.</p>
<p>Untuk KIP Kuliah 2026, calon mahasiswa dari kelompok kesejahteraan terbawah menjadi prioritas. Namun, masuk dalam desil tertentu tidak berarti seseorang otomatis menjadi penerima KIP Kuliah karena masih ada persyaratan dan proses verifikasi lainnya.</p>
<p><strong>Cara Cek Desil DTSEN</strong></p>
<p>Calon mahasiswa dapat mengecek data desil secara mandiri melalui portal DTSEN milik Badan Pusat Statistik (BPS).</p>
<p>Berikut langkahnya:</p>
<p>1. Buka portal DTSEN BPS di <a href="http://dtsen-form.bps.go.id">dtsen-form.bps.go.id</a>.<br />
2. Pilih menu “Lainnya”.<br />
3. Masukkan NIK dan kode captcha.<br />
4. Klik “Cek Data”.<br />
5. Jika NIK tercatat, sistem akan menampilkan keterangan bahwa data ditemukan dalam basis data DTSEN.<br />
6. Pilih “Cek Desil”.<br />
7. Masukkan tanggal lahir dan kode captcha.<br />
8. Klik “Cek Data”.<br />
9. Sistem akan menampilkan informasi desil yang tercatat.</p>
<p>Jika data yang muncul tidak sesuai, pendaftar dapat menggunakan opsi “Pembaruan Data” yang tersedia dalam sistem sesuai ketentuan.</p>
<p>Hasil pengecekan desil dapat membantu calon mahasiswa memahami posisi kondisi sosial ekonominya dalam basis data pemerintah. Namun, hasil tersebut bukan penetapan akhir penerima KIP Kuliah.</p>
<p>Calon mahasiswa tetap perlu memenuhi ketentuan KIP Kuliah dan mengikuti seluruh tahapan pendaftaran. Perguruan tinggi juga akan melakukan verifikasi sebelum mengusulkan calon penerima bantuan.</p>
<p><strong>Cara Daftar KIP Kuliah 2026</strong></p>
<p>Pendaftaran KIP Kuliah dilakukan melalui laman resmi program tersebut. Calon mahasiswa perlu menyiapkan NIK, NISN, NPSN, serta alamat email aktif untuk membuat akun.</p>
<p>Setelah proses registrasi berhasil, sistem memberikan nomor pendaftaran dan kode akses yang digunakan untuk masuk ke akun KIP Kuliah.</p>
<p>Pendaftar kemudian melengkapi data dan mengikuti jalur seleksi perguruan tinggi yang dipilih. Dokumen yang dipersyaratkan juga perlu diunggah sesuai ketentuan.</p>
<p>Perlu diperhatikan bahwa pendaftaran KIP Kuliah dan pendaftaran masuk perguruan tinggi merupakan proses yang berbeda. Calon mahasiswa tetap harus mengikuti jadwal dan mekanisme seleksi perguruan tinggi, termasuk jika memilih jalur mandiri.</p>
<p>Setelah calon mahasiswa dinyatakan diterima di perguruan tinggi, pihak kampus akan melakukan verifikasi kondisi ekonomi dan persyaratan lainnya sebelum mengusulkan calon penerima KIP Kuliah.</p>
<p>Karena itu, calon mahasiswa sebaiknya mengecek data DTSEN lebih awal, memastikan data kependudukan sesuai, serta memantau jadwal KIP Kuliah dan seleksi perguruan tinggi secara bersamaan.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/34-siswa-sma-hinterland-batam-terima-beasiswa-ke-its-surabaya-dan-polibatam/">34 Siswa SMA Hinterland Batam Terima Beasiswa ke ITS Surabaya dan Polibatam</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/cara-cek-desil-dtsen-sebelum-daftar-kip-kuliah-2026/">Cara Cek Desil DTSEN Sebelum Daftar KIP Kuliah 2026</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menurut Islam, Keberuntungan Tidak Ditentukan Banyaknya Harta</title>
		<link>https://gokepri.com/menurut-islam-keberuntungan-tidak-ditentukan-banyaknya-harta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Aug 2026 01:54:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=137384</guid>

					<description><![CDATA[<p>Islam mengajarkan berbagai kriteria orang-orang yang beruntung. Misalnya, mereka yang menyeru pada kebajikan sekaligus mencegah <a class="read-more" href="https://gokepri.com/menurut-islam-keberuntungan-tidak-ditentukan-banyaknya-harta/" title="Menurut Islam, Keberuntungan Tidak Ditentukan Banyaknya Harta" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/menurut-islam-keberuntungan-tidak-ditentukan-banyaknya-harta/">Menurut Islam, Keberuntungan Tidak Ditentukan Banyaknya Harta</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Islam mengajarkan berbagai kriteria orang-orang yang beruntung. Misalnya, mereka yang menyeru pada kebajikan sekaligus mencegah kemungkaran (amar ma&#8217;ruf nahi munkar), seperti disebut dalam Alquran surah Ali Imran ayat ke-104.</p>
<p>Contoh lainnya adalah golongan Mukminin yang selalu menjaga shalat. Ini dijelaskan dalam surah al-Hajj ayat ke-77.</p>
<p>Dalam bahasa Indonesia, nasib mujur diistilahkan sebagai langkah kanan. Umpamanya, seseorang yang mendapatkan rezeki tak terduga.</p>
<p>Berarti, dia telah melangkah kanan. Tentu saja, keberuntungan melibatkan banyak faktor. Minimal, diri telah berbuat walaupun hanya dengan melangkahkan kaki.</p>
<p>Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW menegaskan perihal kemujuran. Beliau bersabda dalam riwayat ’Abdullah bin ’Amr bin al-’Ash RA, sebagai berikut:</p>
<p>قَدْ أَفْلَحَ مَنْ هُدِىَ إِلَى الإِسْلاَمِ وَرُزِقَ الْكَفَافَ وَقَنِعَ بِهِ</p>
<p>”Sungguh beruntung orang yang diberi petunjuk dalam Islam, diberi rezeki yang cukup, dan qana’ah (merasa cukup) dengan rezeki tersebut.” (HR Ibnu Majah).</p>
<p>Ya, keimanan adalah perkara utama yang menjadi faktor keberuntungan, di dunia maupun akhirat kelak. Dalam surat Ali Imran ayat 102, Allah SWT berfirman:</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ</p>
<p>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.”</p>
<p>Maka dalam menjalani kehidupan, seorang Mukmin hendaknya teguh mempertahankan iman dan Islam. Jangan sampai pernak-pernik duniawi justru menjauhkan diri dari komitmen berislam.</p>
<p>Dalam hadis yang sama, Rasulullah SAW juga menyatakan, orang Muslim yang telah dikaruniai rezeki yang cukup adalah beruntung.</p>
<p>Islam mengajarkan bahwa konsep rezeki tidak melulu berkaitan dengan materi. Bahkan, pemberian yang paling berharga dari Allah SWT justru kerap tidak tampak mata.</p>
<p>Nikmat paling besar adalah Islam dan iman. Tanpa keduanya, seluruh usia di dunia ini hanyalah sia-sia, khususnya begitu ajal menjelang. Maka, jadikanlah syukur sebagai jalan kehidupan.</p>
<p>Dalam Ihya Ulum ad-Din, Imam al-Ghazali mengatakan, hakikat syukur adalah menghayati bahwa hanya Allah SWT satu-satunya pemberi nikmat.</p>
<p>Dalam hadis di atas, yang dimaksud dengan qanaah adalah rela menerima apa-apa yang telah dikaruniakan. Qanaah dapat pula diartikan sebagai merasa cukup.</p>
<p>Karakteristik itu lahir dari kesadaran diri sebagai hamba Allah SWT. Seseorang yang qanaah meyakini bahwa Allah SWT telah menetapkan rezeki pada tiap-tiap makhluk-Nya. Maka, jangan khawatir. Tidak perlu pula dengki kala melihat kebahagiaan orang lain.</p>
<p>إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا</p>
<p>“Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.” (QS al-Isra ayat 30). *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/menurut-islam-keberuntungan-tidak-ditentukan-banyaknya-harta/">Menurut Islam, Keberuntungan Tidak Ditentukan Banyaknya Harta</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SMK Go Global Siapkan Tenaga Kerja Kepri ke Turki</title>
		<link>https://gokepri.com/smk-go-global-siapkan-tenaga-kerja-kepri-ke-turki/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Candra Gunawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Aug 2026 01:41:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=137318</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri) &#8211; Program SMK Go Global menyiapkan lulusan SMK Kepri untuk bekerja di Turki <a class="read-more" href="https://gokepri.com/smk-go-global-siapkan-tenaga-kerja-kepri-ke-turki/" title="SMK Go Global Siapkan Tenaga Kerja Kepri ke Turki" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/smk-go-global-siapkan-tenaga-kerja-kepri-ke-turki/">SMK Go Global Siapkan Tenaga Kerja Kepri ke Turki</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>BATAM (gokepri)</strong> &#8211; Program SMK Go Global menyiapkan lulusan SMK Kepri untuk bekerja di Turki melalui pelatihan keterampilan dan bahasa Inggris. Program ini menjadi upaya memperluas akses tenaga vokasi ke pasar kerja internasional.</p>
<p>Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau membuka pelatihan perdana bagi 20 lulusan SMK. Mereka mengikuti pelatihan housekeeping dan bahasa Inggris selama tiga bulan di Batam Tourism Polytechnic.</p>
<p>Kepala BP3MI Kepri Imam Riyadi mengatakan program tersebut merupakan bagian dari program nasional Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Pemerintah ingin calon pekerja migran memiliki keterampilan sebelum masuk pasar kerja luar negeri. “Batch pertama ini ada 20 orang yang mengikuti pelatihan housekeeping dan bahasa Inggris,” kata Imam di Batam, Rabu, 26 Agustus 2026.</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/peluang-kerja-lulusan-smk-kepri-diperbesar-lewat-kemitraan-industri/">Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri</a></strong></p>
<p>Peserta mendapat pembiayaan pelatihan dan uang saku selama tiga bulan. Setelah menyelesaikan pelatihan dan memenuhi persyaratan, mereka disiapkan untuk penempatan kerja di Turki.</p>
<p>Program tersebut tidak berhenti pada kelas perdana. BP3MI Kepri berencana menambah dua kelas untuk bidang housekeeping dan pramusaji.</p>
<p>Menurut Imam, kesinambungan pelatihan diperlukan agar tenaga kerja yang kompeten sudah tersedia ketika permintaan tenaga kerja dari luar negeri masuk. Dengan begitu, penempatan tidak dimulai dari pencarian calon pekerja setiap kali ada job order.</p>
<p>“Ketika ada job order, kita sudah punya tenaga kerja yang kompeten,” ujarnya.</p>
<p>Sebagian besar peserta merupakan warga Kepri yang telah menyelesaikan pendidikan SMK. Lulusan SMA juga mendapat kesempatan mengikuti program tersebut.</p>
<p>Minat terhadap program ini jauh lebih besar dibanding kapasitas pelatihan perdana. BP3MI Kepri mencatat sekitar 2.544 orang telah menyatakan minat, sedangkan 276 orang di antaranya sudah mendaftar.</p>
<p>Proses perekrutan dan pengembangan peserta masih berlanjut hingga 2029, mengikuti target program nasional. Pemerintah daerah melihat skema tersebut sebagai peluang memperluas pilihan kerja lulusan pendidikan vokasi.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung mengatakan lulusan SMK Kepri selama ini relatif mampu memenuhi kebutuhan industri di daerah. Namun, kompetensi tersebut perlu ditambah ketika targetnya bergeser ke pasar internasional.</p>
<p>“Bahasa Inggris dan Mandarin sedang kami dorong agar lebih intensif lagi di sekolah,” kata Andi.</p>
<p>Penguasaan bahasa menjadi salah satu persoalan yang perlu disiapkan sejak pendidikan formal. Keterampilan teknis saja dinilai belum cukup untuk menghadapi kebutuhan perusahaan dan lingkungan kerja di luar negeri.</p>
<p>Karena itu, penguatan bahasa menjadi bagian penting dari agenda Go Global. Pemerintah daerah ingin kemampuan lulusan vokasi tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan industri lokal, tetapi juga memenuhi standar pasar kerja internasional.</p>
<p>Program perdana tersebut menggandeng Batam Tourism Polytechnic sebagai mitra pelatihan. Kolaborasi itu mempertemukan BP3MI, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan vokasi dalam menyiapkan calon pekerja migran.</p>
<p>Direktur Batam Tourism Polytechnic Siska Amelia Maldin mengatakan 20 peserta yang terpilih berusia 20 hingga 35 tahun. Mereka diharapkan menjalani pelatihan sebagai bekal sebelum memasuki dunia kerja internasional.</p>
<p>“Kalian yang terpilih di sini akan menjadi wajah Indonesia di kancah global,” ujar Siska.</p>
<p>Bagi pemerintah, penempatan ke luar negeri bukan sekadar membuka kesempatan kerja bagi lulusan sekolah. Kompetensi yang sesuai kebutuhan pasar menjadi prasyarat agar pekerja migran dapat bersaing sekaligus memberi kontribusi terhadap devisa negara. ANTARA</p>
<p><strong>Baca Juga: <a href="https://gokepri.com/pemprov-kepri-bidik-penyerapan-lulusan-smk-lewat-kemitraan-dengan-industri/">Pemprov Kepri Bidik Penyerapan Lulusan SMK Lewat Kemitraan dengan Industri</a></strong></p>
<p><strong>Cek Berita dan Artikel yang lain di <a href="https://news.google.com/publications/CAAqBwgKMJbIlQsw56yrAw?hl=en-ID&amp;gl=ID&amp;ceid=ID%3Aen">Google News</a></strong></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/smk-go-global-siapkan-tenaga-kerja-kepri-ke-turki/">SMK Go Global Siapkan Tenaga Kerja Kepri ke Turki</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setiap Hari adalah Lembaran Baru</title>
		<link>https://gokepri.com/setiap-hari-adalah-lembaran-baru-2/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 02:31:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=137273</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam AlQur&#8217;an surah Ibrahim ayat 5, Allah SWT menegaskan bahwa semua hari adalah milik-Nya. “Wa <a class="read-more" href="https://gokepri.com/setiap-hari-adalah-lembaran-baru-2/" title="Setiap Hari adalah Lembaran Baru" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/setiap-hari-adalah-lembaran-baru-2/">Setiap Hari adalah Lembaran Baru</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam AlQur&#8217;an surah Ibrahim ayat 5, Allah SWT menegaskan bahwa semua hari adalah milik-Nya. “Wa dzakkirhum bi ayyaamillahi.” Artinya, “Dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah.”</p>
<p>Sekalipun maknanya adalah nikmat-nikmat-Nya atau kejadian-kejadian yang terjadi di dalamnya, penggunaan kata ayyam (hari-hari) setidaknya membuat kita paham bahwa semua hari berada dalam kekuasaan Allah.</p>
<p>Ditambah lagi, bentuk kata tersebut adalah mudhaf-mudhafilaihi. Ini berarti suatu penisbahan yang langsung kepada Allah, ayyamullahi, sehingga tergambar betapa betapa sucinya. Maka, sungguh celaka manusia yang menodai kesuciannya.</p>
<p>“Biyadihil mulk,” di tangan-Nya-lah semua kerajaan. Di tangan-Nya-lah semua hari. Di antara hari-hari itu, ada yang Allah jadikan sebagai panglimanya. Istilahnya, “sayyidul ayyam.” Hari yang dimaksud adalah Jumat.</p>
<p>Karenanya, Allah menurunkan surah al-Jumu’ah (hari Jumat) sebagai bukti keagungannya. Pada hari Jumat, ada tuntunan bagi kaum Muslimin agar memperbanyak amal ibadah. Di antaranya ialah membaca surah al-Kahfi dan mengucapkan shalawat kepada Rasulullah SAW.</p>
<p>Intinya, semua hari dapat diibaratkan sebagai lembaran putih yang belum ada isinya. Maka, kitalah manusia yang mengisinya. Imam Hasan al-Bashri menceritakan bahwa pada setiap pergantian hari, ada panggilan, tetapi kita sering tidak mendengarnya.</p>
<p>“Ayyuhan naas ana yawmun jadid, wa ana ‘alaa amalaka syahid. wa lan a’uda ilaa yawmil qiyaamah.” Wahai manusia, aku hari yang baru, aku merekam semua perbuatanmu, dan aku tidak akan kembali sampai hari kiamat.</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa satu hari itu seperti satu lembar dari usia kita. Tiap orang mengisinya dengan perbuatan yang dilakukannya masing-masing. Jika perbuatan itu baik, yang terekam adalah kebaikan. “Famayya’mal mitsqaala dzarratin khairayyarah.”</p>
<p>Sebaliknya, jika itu buruk, yang terekam adalah keburukan pula. “Wamayya’mal mitsqaala dzarratin syarrayyarah.” Demikian firman Allah dalam surah al-Zalzalah ayat 7-8. Dan, kelak pada hari kiamat lembaran itu akan terkumpul menjadi buku amal.</p>
<p>Karena itu, Allah Ta’ala memerintahkan kita agar selalu beramal. Dalam surah at-Taubah ayat 105, Dia berfirman, “Wa quli’maluu fasayarallahu ‘amalakum wa rasuuluh.” Artinya, “Sampaikan, Muhammad, beramal-lah, Allah dan Rasul-Nya hanya akan menilai apa yang kamu amalkan.”</p>
<p>Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Bila kamu masuk waktu pagi, jangan menunggu sore untuk beramal. Sebaliknya, bila kamu masuk waktu sore, jangan menunggu pagi untuk beramal.” Beliau juga memberikan pesan, “Rebutlah minimal lima waktu untuk beramal, (yakni) sebelum tua, sebelum sakit, sebelum miskin, sebelum sibuk, dan sebelum mati.”</p>
<p>Hendaknya kita selalu ingat, semua hari hanyalah milik Allah. Jangan dibeda-bedakan antara satu hari dengan hari lainnya untuk beramal saleh. Masuklah ke dalam tiap hari dengan memperbanyak tasbih, zikir dan doa. Bacalah Alquran selalu sebagai zikir tertinggi. Bersikaplah optimistis dan berprasngka baiklah. Sebab, semuanya di tangan Allah SWT. Lakukanlah yang terbaik untuk orang lain, Anda pasti bahagia.</p>
<p>Setiap manusia hidup dalam jangka waktu tertentu yang telah Allah tentukan. Pada akhirnya, diri insan akan musnah. Semua makhluk akan kembali kepada-Nya. Maka, banyak-banyaklah mengingat Allah. Dengan terus menjaga dzikrullah, insya Allah kebahagiaan dapat diraih.</p>
<p>“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS ar-Ra’d: 28). *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/setiap-hari-adalah-lembaran-baru-2/">Setiap Hari adalah Lembaran Baru</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sudah Shalat, Tetapi Belum Shalat</title>
		<link>https://gokepri.com/sudah-shalat-tetapi-belum-shalat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2026 05:55:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136958</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#8220;Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar&#8221; (QS 29: 45) Melalaikan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/sudah-shalat-tetapi-belum-shalat/" title="Sudah Shalat, Tetapi Belum Shalat" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sudah-shalat-tetapi-belum-shalat/">Sudah Shalat, Tetapi Belum Shalat</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Tegakkanlah shalat, sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar&#8221; (QS 29: 45)</p>
<p>Melalaikan shalat tidak hanya bermakna tidak menjalankannya. Bagi orang yang sudah menjalankannya pun apabila luput dari substansi shalat juga bisa dimaknai melalaikannya.</p>
<p>Mengenai hal ini konon Sunan Kalijaga, dai di Tanah Jawa pada abad ke-16, punya penilaian yang menarik: uwis shalat ananging durung shalat. Artinya, &#8216;sudah shalat tetapi belum shalat.&#8217;</p>
<p>Dengan demikian melalaikan shalat bisa bermakna formal tetapi juga bisa substansial.</p>
<p>Formalitas shalat yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam memang wajib dijalankan sesuai amalan Nabi SAW. Tidak bisa ditambah-tambahi apalagi dikurangi baik syarat, rukun, wajib, maupun cara dan urutannya. Oleh karena itu, siapa pun yang menjalankan shalat wajib belajar dan memahami seluk-beluknya.</p>
<p>Sebab, jangan-jangan secara tidak sadar shalat kita belum benar dan itu berarti lalai. Para ahli hukum menegaskan bahwa shalat tergolong ibadah khusus yang punya kaidah: semua amalan shalat haram dijalankan kecuali yang diperintahkan (diamalkan) Rasulullah saw.</p>
<p>Adapun substansi shalat kaitannya dengan perilaku manusia sesuai dengan ayat di atas adalah mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Siapa pun yang menjalankan shalat wajib berikhtiar sekuat tenaga untuk jauh dari perbuatan yang tercela, tertolak, dan salah. Tidak ada kasus shalat jalan terus tetapi korupsinya jalan terus, menipu, menindas, mencuri juga jalan terus. Sebab segala perbuatan yang keji, jelek, dan tercela itu tidak bisa berjalan seiring dengan perbuatan shalat.</p>
<p>Tidak melalaikan berarti menyadari dan menjaganya. Menjaga shalat dengan demikian bisa dimaknai menjalankannya secara benar dan khusyuk, serta menjaga perilaku di luar shalat agar jauh dari perbuatan keji dan munkar.</p>
<p>Sebutlah untuk menjalankan shalat Subuh cukup lima menit, tapi untuk menjaga shalat Subuh berarti menjauhkan diri dari perbuatan keji dan tercela itu seusai shalat Subuh hingga masuk waktu shalat Zuhur.</p>
<p>Begitu juga untuk menjalankan shalat Zuhur cukup lima menit lantas diperlukan untuk menjaganya hingga masuk waktu shalat Ashar. Demikian seterusnya, sehingga lima kali kita jalankan shalat wajib dalam sehari akan 24 jam kita jauhi perbuatan keji dan munkar.</p>
<p>Jika kita cermati hadis Nabi yang menegaskan bahwa amalan pertama yang kelak diperhitungkan adalah amalan shalat, tentu cakupannya tidak sebatas pada shalat formal. Sebab, selain rentang waktunya amat sempit dibanding waktu di luar shalat, juga apa manfaat dan bekas shalatnya jika perilaku di luar shalat nyatanya tidak mencerminkan substansi shalat.</p>
<p>Formalitas dan substansi shalat harus kita jaga, sesuai dengan perintah shalat dalam Alquran yang selalu memakai kata qawama, aqamu, aqimu yang sering diterjemahkan sebagai &#8216;tegakkan&#8217;.</p>
<p>Menjaga ataupun menegakkan shalat berarti bersikap dewasa dalam shalat. Sebab, jika masih juga kita sebatas formalitas, maka seperti shalatnya anak-anak yang dikategorikan sudah shalat tetapi belum shalat. *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sudah-shalat-tetapi-belum-shalat/">Sudah Shalat, Tetapi Belum Shalat</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri</title>
		<link>https://gokepri.com/peluang-kerja-lulusan-smk-kepri-diperbesar-lewat-kemitraan-industri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 06:34:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136842</guid>

					<description><![CDATA[<p>BATAM (gokepri.com) &#8211; Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri <a class="read-more" href="https://gokepri.com/peluang-kerja-lulusan-smk-kepri-diperbesar-lewat-kemitraan-industri/" title="Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/peluang-kerja-lulusan-smk-kepri-diperbesar-lewat-kemitraan-industri/">Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>BATAM (gokepri.com) &#8211; Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memperkuat keterhubungan pendidikan vokasi dengan dunia industri melalui kerja sama antara sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perusahaan.</p>
<p>Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Andi Agung mengatakan, kerja sama tersebut diarahkan agar lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri, sekaligus memperbesar peluang mereka untuk langsung terserap ke dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.</p>
<p>“Kerja sama dengan industri tidak hanya sebatas MoU, tetapi juga mencakup penyusunan kurikulum, program magang, guru tamu dari industri hingga penyerapan lulusan,” kata Andi Agung, Selasa.</p>
<p>Menurut dia, pemerintah bersama Kementerian Pendidikan telah menetapkan sejumlah bidang keahlian SMK sebagai sektor prioritas yang disesuaikan dengan perkembangan kawasan industri di Kepri.</p>
<p>Penyesuaian tersebut terutama diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri di kawasan ekonomi khusus (KEK) serta klaster manufaktur, maritim dan digital yang berkembang pesat di Batam, Bintan dan Karimun.</p>
<p>Dalam pelaksanaannya, perusahaan dilibatkan dalam penyusunan materi pembelajaran sehingga kompetensi yang diberikan di sekolah dapat menyesuaikan standar operasional dan kebutuhan industri.</p>
<p>Selain itu, siswa mendapatkan kesempatan menjalani praktik kerja lapangan melalui program magang. Praktisi industri juga dilibatkan sebagai guru tamu untuk memberikan pengalaman dan pengetahuan yang lebih dekat dengan kondisi dunia kerja.</p>
<p>“Harapannya, ketika lulus mereka tidak lagi membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja karena sudah mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang sesuai,” ujarnya.</p>
<p>Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kepri, sejumlah SMK negeri di kabupaten/kota telah menjalin kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri. Kerja sama tersebut mencakup ratusan perusahaan dengan jumlah terbanyak berada di Kota Batam.</p>
<p>Di Batam, sebanyak 12 SMK negeri tercatat memiliki kerja sama dengan industri. Jumlah kerja sama yang tercatat mencapai sekitar 450 kemitraan.</p>
<p>Beberapa sekolah dengan jumlah kerja sama cukup besar antara lain SMK Negeri 5 Batam sebanyak 110 kerja sama, SMK Negeri 11 Batam 60 kerja sama, SMK Negeri 10 Batam 43 kerja sama, SMK Negeri 1 Batam 42 kerja sama, serta SMK Negeri 7 dan SMK Negeri 8 Batam masing-masing 34 kerja sama.</p>
<p>Di Bintan, empat SMK negeri tercatat memiliki total 195 kerja sama dengan industri. Sementara di Karimun terdapat lima SMK dengan total 135 kerja sama.</p>
<p>Adapun di Natuna, lima SMK negeri tercatat memiliki 49 kerja sama. Di Lingga, empat SMK memiliki 29 kerja sama, sedangkan empat SMK di Anambas tercatat memiliki sekitar 40 kerja sama.</p>
<p>Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan pasar kerja.</p>
<p>Andi Agung menjelaskan pola pengembangan pendidikan vokasi juga disesuaikan dengan karakteristik wilayah.</p>
<p>Untuk kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), pendidikan vokasi lebih diarahkan untuk menopang kebutuhan industri berskala besar seperti manufaktur berteknologi tinggi, industri minyak dan gas, galangan kapal hingga sektor pariwisata.</p>
<p>Sementara kawasan Natuna, Anambas dan Lingga diarahkan pada penguatan sektor ketahanan pangan, pemanfaatan sumber daya maritim dan digitalisasi pelayanan daerah.</p>
<p>“Untuk wilayah NAL, fokusnya tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga mendorong lahirnya wirausahawan muda lokal agar potensi komoditas laut dan pertanian bisa diolah dan memiliki nilai tambah,” katanya.</p>
<p>Dengan pola tersebut, pendidikan SMK di Kepri diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan tenaga terampil yang sesuai dengan karakteristik ekonomi masing-masing daerah.</p>
<p>Pemerintah Provinsi Kepri pun terus mendorong agar kerja sama sekolah dan industri diperluas sehingga semakin banyak lulusan SMK yang memiliki sertifikasi kompetensi, pengalaman kerja dan peluang rekrutmen langsung setelah lulus. *</p>
<p>Penulis: Engesti</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/peluang-kerja-lulusan-smk-kepri-diperbesar-lewat-kemitraan-industri/">Peluang Kerja Lulusan SMK Kepri Diperbesar Lewat Kemitraan Industri</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?</title>
		<link>https://gokepri.com/apa-kebahagiaan-yang-sebenarnya-di-dunia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Aug 2026 02:01:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136582</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Manusia terus mencari kebahagiaan. Namun, banyak di antara mereka yang tersesat dari <a class="read-more" href="https://gokepri.com/apa-kebahagiaan-yang-sebenarnya-di-dunia/" title="Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/apa-kebahagiaan-yang-sebenarnya-di-dunia/">Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Manusia terus mencari kebahagiaan. Namun, banyak di antara mereka yang tersesat dari jalan menuju kebahagiaan yang sejati. Mereka berlari mengejar fatamorgana yang tidak memiliki hakikat.</p>
<p>Mereka mengira bahwa kebahagiaan terletak pada harta dan kedudukan, pada pemuasan hawa nafsu dan kemewahan, atau pada popularitas serta kenikmatan dunia yang fana. Padahal semua itu hanyalah kebahagiaan semu yang menipu hati dan melalaikan akal.</p>
<p>Banyak orang yang memiliki harta melimpah dan kekayaan berlimpah, tetapi tidak menunaikan hak-hak yang ada pada hartanya.</p>
<p>Mereka justru menjalani kehidupan yang penuh kesengsaraan dan kegelisahan, bahkan sebelum datangnya kehidupan akhirat.</p>
<p>Mengapa demikian? Karena seluruh hidup mereka dihabiskan untuk menjaga, mengembangkan, dan mempertahankan kekayaannya. Mereka terus dihantui rasa cemas dan takut kehilangan harta yang dimiliki.</p>
<p>Betapa banyak orang yang memiliki kekayaan hingga miliaran, tetapi hidupnya dipenuhi kecemasan. Mengapa mereka begitu takut?</p>
<p>Mengapa hati mereka tidak pernah tenang? Karena mereka selalu khawatir hartanya lenyap, dirampas oleh musibah, krisis ekonomi, peperangan, atau berbagai peristiwa yang dapat menghilangkan seluruh kekayaannya.</p>
<p>Berapa banyak orang kaya yang menjadi korban penculikan atau pembunuhan karena kekayaannya. Bahkan, tidak sedikit orang yang justru kehilangan kebebasan akibat hartanya. Mereka tidak dapat berjalan dengan leluasa, tidak bisa bepergian sesuka hati, bahkan tidak dapat tidur dengan tenang.</p>
<p>Semua itu terjadi karena kekayaan yang mereka miliki. Lebih dari itu, tidak sedikit orang yang suatu ketika memiliki harta berlimpah, namun kemudian seluruh kekayaannya lenyap karena berbagai sebab, sehingga sisa hidupnya dijalani dalam penderitaan dan kesedihan.</p>
<p>Karena itu, harta semata tidak cukup untuk menghadirkan kebahagiaan. Kekayaan saja tidak mampu memberikan ketenangan hidup.</p>
<p>Salah satu ilusi terbesar tentang kebahagiaan adalah anggapan bahwa kebahagiaan pasti diperoleh melalui kekayaan dan kesuksesan dalam berdagang.</p>
<p>Padahal, seseorang baru benar-benar dapat merasakan kebahagiaan melalui hartanya apabila harta itu diperoleh dengan cara yang halal dan tidak membuatnya lalai dari mengingat Allah SWT.</p>
<p>Sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan hamba yang saleh. Sebaliknya, apabila harta diperoleh dari jalan yang haram, maka ia justru menjadi sumber azab. Rasulullah SAW bahkan berdoa:</p>
<p>وأعوذ بك من مال يكون عليَّ عذابًا</p>
<p>&#8220;Aku berlindung kepada-Mu dari harta yang menjadi sebab azab bagiku.&#8221;</p>
<p>Betapa banyak orang yang justru disiksa oleh hartanya sendiri.</p>
<p>Di antara ilusi lainnya adalah anggapan bahwa kebahagiaan dapat diraih melalui ketenaran, baik di dunia olahraga, seni, maupun hiburan.</p>
<p>Padahal ketenaran yang tidak dibangun di atas ketakwaan kepada Allah bukanlah kebahagiaan, melainkan sumber kesengsaraan.</p>
<p>Popularitas sejatinya tidak memiliki nilai yang hakiki apabila tidak diiringi ketakwaan. Bahkan orang yang benar-benar bertakwa tidak menjadikan popularitas sebagai tujuan hidupnya.</p>
<p>Sebab, ketenaran yang tidak dibangun di atas landasan yang benar akan cepat sirna. Ketika ketenaran itu hilang, pemiliknya sering kali terjerumus dalam kesedihan dan penderitaan.</p>
<p>Banyak orang mengira bahwa para atlet adalah orang-orang yang paling bahagia. Padahal kenyataannya, sebagian besar dari mereka menjalani hidup yang penuh tekanan.</p>
<p>Mereka berpindah dari satu pertandingan ke pertandingan lain, dari satu perjalanan ke perjalanan berikutnya. Waktu bersama diri sendiri dan keluarga sangat sedikit.</p>
<p>Belum lagi tekanan mental menjelang setiap pertandingan, kesedihan setiap kali mengalami kekalahan, serta cedera yang selalu mengintai dari berbagai arah. Ditambah lagi rasa takut terhadap penilaian publik ketika performa mereka menurun.</p>
<p>Semua itu membuat mereka hidup dalam tekanan yang berkepanjangan. Setelah pensiun, masyarakat perlahan melupakan mereka, sehingga rasa kehilangan dan kesedihan pun semakin bertambah.</p>
<p>Karena itu, kebahagiaan tidak terletak pada dunia olahraga, meskipun banyak orang mengiranya demikian. Demikian pula kebahagiaan tidak terdapat pada dunia tarik suara, hiburan, maupun seni peran.</p>
<p>Tidak sedikit pelaku dunia hiburan yang justru menjalani kehidupan yang penuh kegagalan, keretakan rumah tangga, terjerumus ke dalam narkoba, kerusakan moral, hilangnya rasa malu, dan pudarnya nilai-nilai kebajikan.</p>
<p>Sebagian orang juga mengira bahwa kebahagiaan terletak pada banyaknya anak dan pengikut yang akan membela, menguatkan, serta meneruskan nama baik seseorang.</p>
<p>Namun kenyataannya, tidak sedikit anak yang justru membangkang kepada orang tuanya, bahkan berubah menjadi musuh terbesar bagi mereka dan menjadi penyebab penderitaan hidupnya.</p>
<p>Lalu, di manakah kebahagiaan sejati jika bukan pada semua kenikmatan dunia itu? Alquran memberikan jawaban yang sangat jelas:</p>
<p>وَمَا أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ بِالَّتِي تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفَى إِلَّا مَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَأُولَئِكَ لَهُمْ جَزَاءُ الضِّعْفِ بِمَا عَمِلُوا وَهُمْ فِي الْغُرُفَاتِ آمِنُونَ</p>
<p>“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam surga).” (QS Saba&#8217;: 37).</p>
<p>Alquran juga mengajak manusia merenung melalui firman Allah:</p>
<p>أَفَرَأَيْتَ إِنْ مَتَّعْنَاهُمْ سِنِينَ ثُمَّ جَاءَهُمْ مَا كَانُوا يُوعَدُونَ مَا أَغْنَى عَنْهُمْ مَا كَانُوا يُمَتَّعُونَ</p>
<p>“Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang kepada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka apa yang mereka selalu menikmatinya.” (QS Asy-Syu&#8217;ara: 205–207).</p>
<p>Itulah hakikat kebahagiaan semu yang sering disangka manusia sebagai kebahagiaan sejati.</p>
<p>Banyak orang yang dari luar tampak bahagia, padahal dalam kenyataannya mereka menelan kepahitan hidup, penderitaan, dan penyesalan setiap hari.</p>
<p>Salah satu contoh paling nyata dari kebahagiaan semu dapat dilihat pada sebagian negara yang sangat kaya, baik dari sisi kekayaan negara maupun pendapatan per kapitanya. Namun ironisnya, negara-negara tersebut justru mencatat angka bunuh diri yang sangat tinggi.</p>
<p>Sebagai contoh, Swedia termasuk salah satu negara dengan pendapatan per kapita yang tinggi. Namun negara itu juga dikenal memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi.</p>
<p>Sebaliknya, banyak negara Islam yang secara ekonomi tergolong miskin, tetapi justru mencatat angka bunuh diri yang jauh lebih rendah.</p>
<p>Sebagian orang juga mengira bahwa kebahagiaan dapat diperoleh melalui kesombongan, kezaliman, dan sikap sewenang-wenang.</p>
<p>Padahal kezaliman selalu berakhir dengan kebinasaan, dan akibatnya sangat buruk, baik di dunia maupun di akhirat.</p>
<p>Ada pula orang yang menggantungkan kebahagiaannya kepada selain Allah. Misalnya, seseorang yang hatinya begitu terpaut kepada kekasihnya hingga melampaui batas.</p>
<p>Cukuplah kisah Majnun Laila sebagai pelajaran. Demi cintanya, ia hidup terlunta-lunta hingga kehilangan akal sehat dan akhirnya meninggal dalam keadaan tenggelam dalam cintanya.</p>
<p>Betapa banyak orang yang meninggal karena cinta yang berlebihan, menghadap Allah sementara hatinya bergantung kepada selain-Nya. Sungguh itu merupakan kerugian besar, baik di dunia maupun di akhirat.</p>
<p>Sebagian lainnya mengira bahwa kebahagiaan dapat diraih melalui minuman keras dan narkoba. Mereka menggunakannya untuk melarikan diri dari beban hidup, kesedihan, dan berbagai persoalan dunia.</p>
<p>Namun yang mereka dapatkan justru bagaikan orang yang menghindari panas api, tetapi malah terjatuh ke dalam kobaran api yang lebih dahsyat.</p>
<p>Sesungguhnya narkoba hanya mendatangkan kesengsaraan, keputusasaan, kerusakan moral, serta kehancuran individu, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa.</p>
<p>Realitas yang kita saksikan pada hari ini sudah lebih dari cukup menjadi bukti akan bahaya tersebut. Maka hendaklah orang-orang yang berakal mengambil pelajaran. Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menjelaskan keadaan mereka melalui firman-Nya:</p>
<p>وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ</p>
<p>“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta.&#8221; (QS Thaha: 124).</p>
<p>Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah kehidupan di dunia. Orang seperti itu tidak akan memperoleh ketenangan hati ataupun kelapangan dada.</p>
<p>Meskipun secara lahiriah ia hidup bergelimang kenikmatan, mengenakan pakaian yang indah, menikmati makanan yang lezat, dan tinggal di tempat yang mewah, selama hatinya belum dipenuhi keyakinan dan petunjuk Allah, ia akan terus hidup dalam kegelisahan, kebimbangan, dan keraguan. Itulah makna kehidupan yang sempit.</p>
<p>Ada pula orang yang beranggapan bahwa kebahagiaan akan datang apabila ia menikah, memiliki anak, atau menjadi kaya. Padahal semua itu justru bisa menjadi ujian yang berat apabila tidak disertai dengan kebaikan.</p>
<p>فعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: كان من دعاء رسول الله صلى الله عليه وسلم: اللهم إني أعوذ بك من جار السوء، ومن زوج تشيبني قبل المشيب، ومن ولد يكون عليَّ ربًا، ومن مال يكون عليَّ عذابًا، ومن خليل ماكر عينه تراني وقلبه يرعاني، إن رأى حسنةً دفنها، وإذا رأى سيئةً أذاعها</p>
<p>Dari Abu Hurairah RA diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW berdoa, &#8220;Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk, dari pasangan yang membuatku beruban sebelum waktunya, dari anak yang menjadi penguasa atas diriku, dari harta yang menjadi sebab azab bagiku, serta dari teman yang licik; matanya melihatku, tetapi hatinya mengawasiku. Jika ia melihat kebaikanku, ia menyembunyikannya, dan jika melihat keburukanku, ia menyebarkannya.&#8221;</p>
<p>Sesungguhnya manusia terdiri dari jasad dan ruh. Janganlah seseorang mengira bahwa ia telah memperoleh kebahagiaan hanya karena memenuhi kebutuhan jasadnya.</p>
<p>Ia juga harus memperhatikan kebutuhan ruhnya. Kebahagiaan ruh hanya dapat diraih melalui ketaatan kepada Allah, memperbanyak zikir kepada-Nya, istiqamah di atas jalan-Nya, serta menjauhi segala bentuk maksiat dan dosa. *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/apa-kebahagiaan-yang-sebenarnya-di-dunia/">Apa Kebahagiaan yang Sebenarnya di Dunia?</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT yang Banyak Dijumpai Saat Ini</title>
		<link>https://gokepri.com/sifat-tercela-yang-dibenci-allah-swt-yang-banyak-dijumpai-saat-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Feri Heryanto]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 07:04:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://gokepri.com/?p=136352</guid>

					<description><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Banyak ayat Alquran dan hadis yang menjelaskan tentang berbagai amal, akhlak, dan <a class="read-more" href="https://gokepri.com/sifat-tercela-yang-dibenci-allah-swt-yang-banyak-dijumpai-saat-ini/" title="Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT yang Banyak Dijumpai Saat Ini" itemprop="url">.</a></p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sifat-tercela-yang-dibenci-allah-swt-yang-banyak-dijumpai-saat-ini/">Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT yang Banyak Dijumpai Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA (gokepri.com) &#8211; Banyak ayat Alquran dan hadis yang menjelaskan tentang berbagai amal, akhlak, dan karakter manusia yang dibenci oleh Allah Ta’ala.</p>
<p>Sifat-sifat yang dibenci dan tidak disukai Allah tersebut tidak semuanya berada pada tingkatan yang sama. Ada yang berupa kekufuran dan menyebabkan seseorang keluar dari Islam, ada yang termasuk dosa besar dan kemaksiatan, dan ada pula yang tergolong perbuatan makruh.</p>
<p>Salah satu konsekuensi dari kecintaan seorang hamba kepada Rabb-nya dan kesempurnaan imannya adalah mencintai apa yang dicintai Allah, membenci apa yang dibenci-Nya, ridha terhadap apa yang diridhai-Nya, serta marah terhadap apa yang membuat-Nya murka.</p>
<p>Berikut ini beberapa akhlak yang dibenci Allah dan orang-orang yang memiliki sifat-sifat tersebut:</p>
<p>1. Sombong, membanggakan diri, dan angkuh</p>
<p>Di antara akhlak yang paling dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kesombongan, membanggakan diri, dan keangkuhan.</p>
<p>Kesombongan (kibr) adalah rasa kagum seseorang terhadap dirinya sendiri hingga ia memandang dirinya lebih baik daripada orang lain.</p>
<p>Adapun fakhr atau membanggakan diri adalah membanggakan sesuatu yang berada di luar diri seseorang, seperti harta, kedudukan, jabatan, dan status sosial.</p>
<p>Sementara khuyalā’ atau keangkuhan adalah sikap sombong karena seseorang membayangkan adanya kelebihan pada dirinya.</p>
<p>Keangkuhan dan kesombongan merupakan dosa besar yang diharamkan Allah. Dia berfirman:</p>
<p>وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍۢ فَخُورٍۢ ١٨</p>
<p>&#8220;Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.&#8221; (QS Luqman: 18)</p>
<p>Artinya, orang yang sombong adalah orang yang kagum terhadap dirinya sendiri, sedangkan orang yang membanggakan diri adalah orang yang merasa lebih tinggi daripada orang lain.</p>
<p>Golongan manusia seperti ini tidak dicintai dan tidak diridhai Allah karena mereka bersikap sombong terhadap sesama. Karena itulah Allah membenci mereka. Rasulullah SAW juga bersabda:</p>
<p>الِاخْتِيَالُ الَّذِي يُبْغِضُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الْخُيَلَاءُ فِي الْبَاطِلِ</p>
<p>“Keangkuhan yang dibenci Allah SWT adalah kesombongan dalam kebatilan.” (Hadis hasan, HR An-Nasa’i)</p>
<p>Ibnu Abi Ad-Dunya dalam Adab ad-Din wa ad-Dunya, mengatakan sifat-sifat tersebut merupakan akhlak tercela yang dapat menghilangkan berbagai keutamaan dari diri seseorang dan menggantinya dengan berbagai keburukan. Bahkan, kesombongan dan membanggakan diri merupakan buah buruk dari sifat merasa hebat dan kagum terhadap diri sendiri.</p>
<p>Allah Ta’ala membenci orang-orang yang sombong. Dia berfirman:</p>
<p>Lebah (16:23)</p>
<p>لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ ٢٣</p>
<p>“Tidak diragukan lagi bahwa Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang sombong.”(QS An-Nahl: 23)</p>
<p>Bentuk kesombongan yang paling buruk</p>
<p>Salah satu bentuk kesombongan yang paling buruk adalah kesombongan orang miskin yang serba kekurangan dan membutuhkan pertolongan.</p>
<p>Nabi SAW bersabda:</p>
<p>أَرْبَعَةٌ يُبْغِضُهُمُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: الْبَيَّاعُ الْحَلَّافُ، وَالْفَقِيرُ الْمُخْتَالُ، وَالشَّيْخُ الزَّانِي، وَالْإِمَامُ الْجَائِرُ</p>
<p>“Ada empat golongan yang dibenci Allah SWT (yaitu) pedagang yang banyak bersumpah, orang miskin yang sombong, orang tua yang berzina, dan pemimpin yang zalim.” (Hadis sahih, HR An-Nasa’i)</p>
<p>Imam al-Munawy dalam Faidh al-Qadhir menjelaskan, kesombongan memang diharamkan bagi siapa saja.</p>
<p>Namun, kesombongan yang muncul dari seorang fakir lebih buruk karena Allah telah menjauhkan darinya berbagai sebab yang biasanya membuat seseorang merasa tinggi dan membanggakan diri.</p>
<p>Semestinya keadaan tersebut menjadikannya lebih rendah hati. Namun, buruknya tabiat justru membuatnya tetap memilih kesombongan. Karena itulah kesombongan yang muncul darinya menjadi semakin tercela.</p>
<p>Allah Ta’ala akan meminta pertanggungjawaban orang-orang yang sombong, meskipun kesombongan yang tersimpan di dalam hati mereka hanya sebesar zarah.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ</p>
<p>“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar zarah.” (HR Muslim)</p>
<p>2. Kikir</p>
<p>Akhlak kedua yang dibenci Allah adalah kikir.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>ثَلَاثَةٌ يُبْغِضُهُمُ اللَّهُ: مَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ، ‌وَغَنِيٌّ ‌بَخِيلٌ</p>
<p>“Ada tiga golongan yang dibenci Allah: seorang penguasa yang suka berdusta, orang miskin yang sombong, dan orang kaya yang kikir.” (HR Ath-Thabrani dalam al-Ausath)</p>
<p>Ibu Hayyan al-Andalusi, dalam al-Bahr al-Muhith, menjelaskan kikir memiliki banyak bentuk. Seseorang bisa kikir terhadap hartanya, ilmunya, makanan, salam, perkataan, kedudukan, bahkan kikir untuk bershalawat kepada Nabi SAW.</p>
<p>Semua bentuk tersebut merupakan kekurangan dan akhlak tercela, baik menurut akal maupun syariat.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>شَرُّ مَا فِي الرَّجُلِ: ‌شُحٌّ ‌هَالِعٌ</p>
<p>“Seburuk-buruk sifat yang ada pada seseorang adalah kekikiran yang sangat berat.”</p>
<p>(Hadis sahih, HR. Ahmad)</p>
<p>Maksudnya, ia begitu dikuasai oleh sifat kikir hingga merasa sangat berat dan gelisah ketika harus mengeluarkan sesuatu yang menjadi hak orang lain.</p>
<p>Nabi SAW juga bersabda:</p>
<p>إِنَّ ‌أَبْخَلَ ‌النَّاسِ ‌مَنْ ‌بَخِلَ بِالسَّلَامِ</p>
<p>“Sesungguhnya manusia yang paling kikir adalah orang yang kikir mengucapkan salam.”</p>
<p>(Hadis sahih, HR. Ibnu Hibban)</p>
<p>Beliau juga bersabda:</p>
<p>الْبَخِيلُ ‌مَنْ ‌ذُكِرْتُ ‌عِنْدَهُ؛ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ</p>
<p>“Orang yang kikir adalah orang yang ketika namaku disebut di hadapannya, ia tidak bershalawat kepadaku.” (Hadis sahih, HR Ahmad)</p>
<p>Lalu, adakah orang yang lebih kikir daripada orang seperti ini?</p>
<p>3. Perkataan dan perilaku keji</p>
<p>Akhlak berikutnya yang dibenci Allah adalah perbuatan keji dan kebiasaan berkata-kata kotor.</p>
<p>Fuhsy adalah segala ucapan dan perbuatan yang sangat buruk dan tercela. Menurut al-Jurjani, dalam at-Ta’rifat, ada pula yang mendefinisikannya sebagai sesuatu yang secara alami dijauhi oleh tabiat yang sehat dan dipandang buruk oleh akal yang lurus.</p>
<p>Nabi SAW menjelaskan bahwa Allah tidak menyukai perbuatan keji dan kebiasaan berkata keji. Beliau bersabda:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفُحْشَ وَالتَّفَحُّشَ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah tidak menyukai perkataan dan perbuatan keji serta sikap suka berkata keji.” (HR Muslim)</p>
<p>Beliau juga memperingatkan umatnya:</p>
<p>إِيَّاكُمْ ‌وَالْفُحْشَ؛ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَاحِشَ وَالْمُتَفَحِّشَ</p>
<p>“Jauhilah perbuatan keji, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berkata dan berbuat keji.” (Hadis sahih, HR Ibnu Hibban)</p>
<p>Bahkan, Nabi SAW secara tegas menyatakan bahwa Allah membenci orang yang berkata-kata kotor:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ لَيَبْغَضُ الْفَاحِشَ الْبَذِيءَ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah benar-benar membenci orang yang berkata keji dan kotor.”</p>
<p>(Hadis sahih, HR At-Tirmidzi)</p>
<p>Badzi’ adalah perkataan yang keji, buruk, dan kasar, meskipun apa yang dikatakannya itu benar.</p>
<p>Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik dalam menjauhi perkataan dan perbuatan keji. Abdullah bin Amr dan berkata:</p>
<p>لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا</p>
<p>“Nabi SAW bukanlah orang yang berkata keji dan bukan pula orang yang sengaja berkata-kata keji.” (HR Bukhari)</p>
<p>4. Berlebihan dan dibuat-buat dalam berbicara</p>
<p>Akhlak berikutnya yang dibenci Allah adalah berlebihan dan dibuat-buat dalam berbicara.</p>
<p>Sikap ini memiliki beberapa bentuk, antara lain tasyaddud dalam berbicara, taqa‘‘ur, tafasuh, tafayhuq, dan tsartsarah—yakni berbicara dengan gaya yang dibuat-buat, berlebihan, terlalu banyak, dan sengaja mempertontonkan kemampuan bahasa untuk menunjukkan kehebatan diri.</p>
<p>Semua bentuk tersebut merupakan gaya berbicara yang tidak disukai Allah dan tidak disukai pula dari orang yang melakukannya.</p>
<p>Nabi SAW bersabda tentang orang yang sengaja memperindah dan memperumit perkataannya untuk menunjukkan kefasihan, kehebatan, serta superioritas dirinya:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبْغِضُ الْبَلِيغَ مِنَ الرِّجَالِ، الَّذِي يَتَخَلَّلُ بِلِسَانِهِ تَخَلُّلَ الْبَاقِرَةِ بِلِسَانِهَا</p>
<p>“Sesungguhnya Allah SAW membenci orang yang sangat pandai berbicara dari kalangan laki-laki, yang memutar-mutar lidahnya sebagaimana sapi memutar-mutarkan lidahnya.” (Hadis sahih, HR Abu Dawud)</p>
<p>Nabi SAW menggambarkan orang yang sengaja berlebihan dalam berbicara seperti sapi yang memutar lidahnya. Sebab, orang tersebut memainkan dan memutar-mutarkan lidahnya di sekitar giginya ketika berbicara, sebagaimana sapi memutar lidahnya ketika makan.</p>
<p>Bukan hanya Allah yang membenci perilaku semacam ini. Rasulullah SAW juga tidak menyukainya. Bahkan, beliau menyatakan bahwa orang-orang yang gemar berbicara berlebihan akan menjadi orang yang paling jauh tempat duduknya dari beliau pada hari kiamat.</p>
<p>Beliau SAW bersabda:</p>
<p>إِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ، وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ: الثَّرْثَارُونَ، وَالْمُتَشَدِّقُونَ، وَالْمُتَفَيْهِقُونَ</p>
<p>قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَدْ عَلِمْنَا &#8220;الثَّرْثَارُونَ، وَالْمُتَشَدِّقُونَ&#8221; فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ؟ قَالَ: الْمُتَكَبِّرُونَ</p>
<p>“Sesungguhnya orang yang paling aku benci di antara kalian dan yang paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat adalah orang-orang yang banyak bicara, orang-orang yang suka berlebih-lebihan dalam berbicara, dan orang-orang yang suka membual dengan perkataannya.”</p>
<p>Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, kami telah mengetahui siapa yang banyak bicara dan siapa yang berlebih-lebihan dalam berbicara. Lalu, siapa yang dimaksud dengan mutafayhiqun?” Beliau menjawab, “Orang-orang yang sombong.”</p>
<p>(Hadis hasan, HR At-Tirmidzi)</p>
<p>Bahkan, mereka termasuk golongan manusia yang paling buruk. Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>‌شِرَارُ ‌أُمَّتِي: ‌الثَّرْثَارُونَ، الْمُشَّدِّقُونَ، الْمُتَفَيْهِقُونَ</p>
<p>“Seburuk-buruk umatku adalah orang-orang yang banyak bicara, orang-orang yang suka berlebih-lebihan dalam berbicara, dan orang-orang yang sombong.”</p>
<p>(Hadis sahih, HR Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad)</p>
<p>Semua bentuk berlebihan dalam berbicara tersebut pada hakikatnya termasuk tanaththu‘, yaitu sikap melampaui batas dalam perkataan dan perkara lainnya. Nabi SAW telah memperingatkan:</p>
<p>هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ</p>
<p>“Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan.” Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali.</p>
<p>(HR Muslim)</p>
<p>Dalam kitab Ikmal al-Mu&#8217;allim bi Fawaid al-Muslim, Qadhi ‘Iyadh, menjelaskan tanaththu‘ berarti terlalu mendalam, berlebihan, memperumit, bersikap keras, serta melampaui batas dalam berbagai perkara.</p>
<p>Adapun mutanaththi‘ adalah orang yang berbicara dengan cara dibuat-buat hingga mengeluarkan suara dari bagian terdalam tenggorokannya. Istilah ini berasal dari kata nath‘, yaitu bagian langit-langit mulut.</p>
<p>5. Menampakkan kesengsaraan dan berpura-pura hidup susah</p>
<p>Penampilan seseorang di tengah masyarakat memiliki makna yang jelas dan dapat dipahami oleh siapa pun.</p>
<p>Allah Ta’ala tidak menyukai seorang hamba yang sengaja menampilkan dirinya di hadapan orang lain dalam keadaan hina, lemah, dan serba kekurangan hanya untuk menarik belas kasihan serta mendapatkan bantuan mereka.</p>
<p>Sebaliknya, Allah menyukai seorang hamba yang menampakkan rasa syukur dengan menggunakan dan merawat nikmat yang telah diberikan kepadanya. Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى إِذَا أَنْعَمْ عَلَى عَبْدٍ نِعْمَةً يُحِبُّ أَنْ يَرَى أَثَرَ النِّعْمَةِ عَلَيْهِ، ‌وَيَكْرَهُ ‌الْبُؤْسَ ‌وَالتَّبَاؤُسَ</p>
<p>“Sesungguhnya apabila Allah memberikan suatu nikmat kepada seorang hamba, Dia suka melihat bekas nikmat tersebut pada dirinya dan membenci kesengsaraan serta sikap berpura-pura sengsara.” (Hadis sahih, HR Al-Baihaqi)</p>
<p>Beliau SAW juga bersabda:</p>
<p>إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، وَيُحِبُّ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ عَلَى عَبْدِهِ، ‌وَيُبْغِضُ ‌الْبُؤْسَ ‌وَالتَّبَاؤُسَ</p>
<p>“Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Dia suka melihat bekas nikmat-Nya pada diri hamba-Nya dan membenci kesengsaraan serta sikap berpura-pura sengsara.”</p>
<p>(Hadis sahih, HR Al-Baihaqi)</p>
<p>Menampakkan kemiskinan dan kebutuhan padahal seseorang sebenarnya berkecukupan pada hakikatnya seperti mengadukan nikmat Allah kepada manusia.</p>
<p>Sikap tersebut juga dapat menyebabkan seseorang dipandang rendah dan diremehkan oleh orang lain, bahkan dapat menjadi bahan kegembiraan bagi musuh-musuhnya.</p>
<p>Karena itu, seorang mukmin tidak sepatutnya mengabaikan dirinya sendiri atau sengaja mengabaikan penampilannya, sementara berbagai sarana untuk memperbaiki dan menjaga penampilan tersebut sebenarnya tersedia baginya.</p>
<p>Tentu, hal ini bukan berarti seorang Muslim harus hidup bermewah-mewahan atau memamerkan kekayaan. Yang dimaksud adalah mensyukuri nikmat Allah dan tidak sengaja menampilkan diri dalam keadaan buruk demi mendapatkan simpati manusia.</p>
<p>6. Cemburu yang tercela</p>
<p>Cemburu atau ghirah ada yang terpuji dan ada pula yang tercela. Ada kecemburuan yang diridhai Allah, dan ada kecemburuan yang dibenci-Nya.</p>
<p>Kecemburuan yang dicintai Allah adalah kecemburuan seorang laki-laki terhadap kehormatan dan keluarganya ketika melihat mereka melakukan sesuatu yang diharamkan.</p>
<p>Adapun kecemburuan yang tercela dan dibenci Allah adalah kecemburuan yang dibangun di atas prasangka, kecurigaan, dan dugaan-dugaan tanpa dasar.</p>
<p>Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p>إِنَّ مِنَ الْغَيْرَةِ مَا يُحِبُّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ، وَمِنْهَا مَا يُبْغِضُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ&#8230; فَأَمَّا الْغَيْرَةُ الَّتِي يُحِبُّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ؛ فَالْغَيْرَةُ فِي الرِّيبَةِ، وَأَمَّا الْغَيْرَةُ الَّتِي يُبْغِضُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ؛ فَالْغَيْرَةُ فِي غَيْرِ رِيبَةٍ</p>
<p>“Sesungguhnya di antara kecemburuan ada yang dicintai Allah dan ada pula yang dibenci Allah. Adapun kecemburuan yang dicintai Allah adalah kecemburuan dalam perkara yang memang patut dicurigai, sedangkan kecemburuan yang dibenci Allah adalah kecemburuan dalam perkara yang tidak patut dicurigai.” (Hadis hasan, HR An-Nasa’i)</p>
<p>Dalam kecemburuan yang tercela, dorongan amarah yang muncul akibat iri hati dan keengganan menerima adanya pihak lain dalam kehidupan seseorang mulai bergerak. Dorongan tersebut kemudian membuat seseorang bertindak berdasarkan prasangka dan dugaan-dugaan.</p>
<p>Di sinilah setan memanfaatkannya untuk membisikkan berbagai macam pikiran buruk kepada manusia.</p>
<p>Aisyah RA menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah keluar dari rumahnya pada malam hari. Aisyah berkata, “Aku merasa cemburu kepadanya.”</p>
<p>Kemudian Rasulullah SAW datang dan melihat apa yang aku lakukan. Beliau bertanya, “Ada apa denganmu, wahai Aisyah? Apakah engkau cemburu?”</p>
<p>Aku menjawab, “Apa yang membuat orang sepertiku tidak cemburu kepada orang seperti dirimu?” Rasulullah SAW kemudian bertanya, “Apakah setanmu telah datang kepadamu?”</p>
<p>Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah bersamaku ada setan?” Beliau menjawab, “Ya.”Aku bertanya lagi, “Apakah setiap manusia juga disertai setan?” Beliau menjawab, “Ya.”</p>
<p>Aku bertanya, “Termasuk engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ya. Akan tetapi, Rabb-ku telah menolongku menghadapinya hingga ia tunduk kepadaku.”</p>
<p>(HR Muslim)</p>
<p>Kisah ini memberikan pelajaran penting bahwa perasaan cemburu, apabila tidak dikendalikan oleh iman dan akal sehat, dapat menjadi pintu masuk bagi bisikan setan.</p>
<p>Karena itu, seorang Muslim harus membedakan antara kecemburuan yang lahir dari kepedulian terhadap kehormatan dan kecemburuan yang hanya dibangun di atas prasangka serta dugaan tanpa bukti.</p>
<p>Semoga Allah membersihkan hati kita dari kesombongan, kekikiran, perkataan keji, sikap berlebihan dalam berbicara, kebiasaan menampakkan kesengsaraan, serta kecemburuan yang tercela.</p>
<p>Semoga Allah menghiasi diri kita dengan akhlak yang dicintai-Nya dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati, dermawan, santun, menjaga lisan, bersyukur atas nikmat, dan mampu mengendalikan hawa nafsu. *</p>
<p>(sumber: republika.co.id)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://gokepri.com/sifat-tercela-yang-dibenci-allah-swt-yang-banyak-dijumpai-saat-ini/">Sifat Tercela yang Dibenci Allah SWT yang Banyak Dijumpai Saat Ini</a> appeared first on <a href="https://gokepri.com">gokepri</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/?utm_source=w3tc&utm_medium=footer_comment&utm_campaign=free_plugin

Object Caching 21/55 objects using Disk
Page Caching using Disk: Enhanced 
Lazy Loading (feed)

Served from: gokepri.com @ 2026-09-12 21:11:06 by W3 Total Cache
-->