BATAM (gokepri) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menunggu kepastian dari pemerintah pusat untuk merealisasikan pembangunan Sekolah Garuda. Lahan seluas 20 hektare sudah disiapkan di kawasan Dompak, Tanjungpinang.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Andi Agung mengatakan, penetapan lokasi menjadi bentuk kesiapan awal pemerintah daerah dalam menyambut program pendidikan unggulan nasional itu. Dompak dipilih karena dinilai strategis dan memungkinkan pengembangan kawasan pendidikan terpadu.
“Untuk Sekolah Garuda di Kepri, kami masih menunggu aturan dan keputusan dari pemerintah pusat. Lahannya sudah siap di Dompak, seluas 20 hektare,” kata Andi Agung, di Batam.
Baca Juga: Kepri Bangun Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda di Dompak
Sekolah Garuda dirancang sebagai sekolah unggul berasrama untuk menyiapkan sumber daya manusia berprestasi, berkarakter, dan berdaya saing global. Kurikulumnya menekankan penguasaan sains dan teknologi, kepemimpinan, serta penguatan karakter kebangsaan. Program ini diharapkan menjadi salah satu penggerak transformasi pendidikan nasional.
Andi Agung menjelaskan, di sejumlah daerah lain, pemerintah pusat telah menunjuk sekolah pelaksana meski bangunan fisik belum tersedia. Sekolah dapat berjalan dengan memanfaatkan fasilitas sementara. Namun, skema tersebut belum diterapkan di Kepulauan Riau.
“Untuk Kepri, mekanismenya belum seperti itu. Kami masih menunggu arahan pusat, apakah pembangunan fisik dilakukan lebih dulu atau sekolah bisa mulai berjalan dengan fasilitas sementara,” ujarnya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung program tersebut. Selain menyiapkan lahan, pemerintah daerah juga siap melakukan koordinasi lintas sektor agar pembangunan sekolah unggul itu dapat berjalan sesuai rencana.
“Kami berharap karena lahan sudah tersedia, keputusan pembangunan Sekolah Garuda di Kepri bisa segera ditetapkan. Soal kapan dimulai, itu sepenuhnya kewenangan pemerintah pusat,” kata Andi Agung.
Harapan terhadap Sekolah Garuda di Kepulauan Riau bukan semata soal kehadiran bangunan baru. Lebih dari itu, sekolah ini diharapkan membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak daerah kepulauan, sekaligus menjadi pusat pengembangan talenta unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global.
Secara nasional, Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program ini dirancang untuk memperkuat fondasi pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda menuju visi Indonesia Emas 2045.
Pemerintah mengalokasikan dana Rp2 triliun melalui APBN 2025 untuk penyelenggaraan Sekolah Garuda. Dari jumlah tersebut, Rp1 triliun dialokasikan sebagai dana abadi sekolah unggul guna menjamin keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Peluncuran Sekolah Garuda dilakukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di 16 titik wilayah. Sebanyak 12 sekolah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi, sementara empat lainnya merupakan Sekolah Garuda Baru yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027. Hingga 2029, pemerintah menargetkan pembinaan 80 Sekolah Garuda Transformasi dan pembangunan 20 Sekolah Garuda Baru.
Sekolah Garuda Transformasi ditujukan bagi SMA atau Madrasah Aliyah unggul yang telah ada, agar kapasitasnya meningkat dan mampu mengantarkan lulusan ke perguruan tinggi kelas dunia. Penguatan dilakukan melalui peningkatan kompetensi siswa, kualitas guru, serta manajemen sekolah.
Adapun Sekolah Garuda Baru dibangun dari awal di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta daerah yang minim akses pendidikan unggul. Langkah ini dimaksudkan untuk mempersempit kesenjangan mutu pendidikan antardaerah.
Salah satu sekolah yang ditetapkan sebagai pionir Sekolah Garuda Transformasi adalah SMA Pradita Dirgantara. Kepala SMA Pradita Dirgantara M Ridwan Aziz menilai program ini memberi ruang lebih luas bagi peserta didik berprestasi untuk berkembang sesuai potensinya.
“Potensi yang sudah besar, jika dikelola dan dididik dengan sumber daya terbaik, akan menjadi lebih unggul. Harapannya, pada 2045 Indonesia benar-benar menjadi kekuatan yang diperhitungkan di dunia,” ujar Aziz.
Baca Juga: Batam Kekurangan Sekolah, Disdik Kepri Bangun Dua SMK Baru
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News







