SPMB KEPRI 2026: SMK Kini Jadi Pilihan Utama Siswa

Hardiknas 2026 Kepri
Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad didampingi Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari menjawab pertanyaan pers pelajar SMK Negeri 1 Tanjungpinang di sela upacara Hardiknas, Senin (4/5/2026). (Foto: Harun/Diskominfo Kepri)

TANJUNGPINANG (gokepri) – Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau membuka penerimaan tahap kedua setelah ribuan siswa belum lolos seleksi SMK/SMA. Tren pilihan sekolah kini didominasi oleh SMK

Ribuan calon siswa di Provinsi Kepulauan Riau belum tertampung di sekolah negeri pada seleksi tahap pertama. Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan seleksi tahap kedua sebagai solusi atas persoalan tersebut.

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Tahun Ajaran 2026/2027 mencatat jumlah pendaftar mencapai 30.476 siswa. Total rencana daya tampung keseluruhan di wilayah ini sebanyak 35.452 siswa.

Baca Juga: Minat ke SMK Melonjak, Disdik Kepri Siapkan Alih Fungsi SMA

Pendaftar tersebut terdiri dari 15.229 siswa SMA dan 15.247 siswa SMK. Data ini menunjukkan persaingan yang ketat pada kedua jenjang pendidikan tersebut.

Dari total pendaftar, sebanyak 26.602 siswa sudah menerima status kelulusan. Mereka tersebar di tujuh kabupaten dan kota di seluruh wilayah Kepulauan Riau.

Rincian siswa yang diterima meliputi 14.374 siswa SMA dan 12.228 siswa SMK. Sementara itu, terdapat 3.874 siswa yang belum berhasil lolos pada tahap ini.

Siswa yang belum diterima tersebut terdiri atas 855 siswa SMA dan 3.019 siswa SMK. Mereka belum lolos di sekolah tujuan karena kuota daya tampung sekolah sudah penuh.

Faktor lain penyebab kegagalan adalah dokumen persyaratan belum lengkap saat pengunggahan melalui sistem daring. Masalah administrasi ini menghambat proses verifikasi data pendaftar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Andi Agung meminta para siswa yang belum diterima tidak perlu khawatir. Pihaknya membuka kembali pendaftaran SPMB tahap kedua pada 6-8 Juli 2026.

“Mereka akan diarahkan atau memilih sekolah-sekolah yang masih memiliki kuota daya tampung siswa,” ujar Andi Agung di Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (29/6/2026).

Peserta tahap kedua tidak perlu mengunggah berkas persyaratan pendaftaran lagi melalui sistem daring. Dinas Pendidikan memastikan seluruh siswa akan tertampung pada tahun ajaran ini.

Kuota daya tampung untuk jalur susulan SMA masih tersedia sebanyak 1.709 kursi. Sementara itu, sisa kuota untuk SMK masih tersisa sekitar 2.000 kursi.

SPMB tahun ini merekam perubahan pola pendaftaran yang kini didominasi oleh SMK sebesar 62 persen. Sisanya, sebanyak 38 persen pendaftar memilih masuk SMA.

Pada tahun lalu, persentase pilihan masuk SMK sebesar 52 persen dan SMA sebesar 42 persen. Perubahan ini menandakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap satuan pendidikan SMK semakin tinggi.

Peningkatan minat terhadap sekolah vokasi ini terlihat sangat melonjak, khususnya di Kota Batam. Karakteristik wilayah yang berbasis industri menjadi pemantik utama pergeseran orientasi ini.

Andi Agung menyampaikan lulusan SMK memiliki keunggulan kompetitif karena langsung siap kerja. Kurikulum sekolah vokasi telah membekali siswa dengan keterampilan khusus.

“Soalnya lulusan SMK bisa langsung bekerja, karena mereka dibekali skill khusus seperti pengelasan,” tutur Andi.

Wilayah Kepulauan Riau merupakan kawasan industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja. Kebutuhan pasar kerja yang tinggi ini merespons ketersediaan lulusan terampil dari sekolah vokasi. ANTARA

Baca Juga: Sanggupkah Pemko Batam Mengejar Batas Belanja Pegawai?

Pos terkait