Labfor Kunci Penetapan Tersangka Kebakaran Kapal MT Federal II

Kapal tanker terbakar di batam
Asap hitam mengepul dari kapal tanker yang terbakar di kawasan galangan kapal PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Batam, Selasa (24/7/2025). Insiden ini menewaskan lima pekerja. Foto: istimewa

BATAM (gokepri) – Penyebab kecelakaan maut di galangan kapal PT ASL Shipyard Batam masih menunggu titik terang. Penyidik masih menanti hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Pekanbaru.

Kepolisian belum menetapkan tersangka dalam kasus kecelakaan kerja kapal tanker tersebut. Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, menyatakan hasil Labfor penting untuk memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian. “Tim Labfor dari Pekanbaru sudah turun langsung ke lokasi, namun hingga kini kami masih menunggu hasil akhirnya,” ujar Zaenal, Senin (28/7).

Sejak insiden terjadi, polisi telah memeriksa sedikitnya 20 saksi dari berbagai pihak yang berkaitan langsung dengan aktivitas di kapal tanker. Mereka termasuk pekerja, pengawas lapangan, dan pihak manajemen perusahaan.

HBRL

Zaenal menegaskan tidak akan ada kesimpulan atau penetapan pihak yang bertanggung jawab sebelum hasil resmi dari Labfor keluar. Pihak kepolisian berjanji akan mengumumkan perkembangan kasus segera setelah laporan forensik diterima.

Peristiwa kecelakaan kerja itu terjadi pada Selasa sore, 24 Juni. Awalnya, tiga pekerja meninggal dunia dan enam lainnya terluka. Belakangan, satu korban luka berat menyusul meninggal, sehingga total korban tewas menjadi lima orang. Dari empat korban luka, tiga masih dirawat di rumah sakit, sementara satu sudah pulang karena luka ringan. Kebakaran MT Federal II terjadi saat kapal tersebut sedang docking atau perawatan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, langsung meninjau lokasi kejadian pada Rabu pagi, 26 Juni 2025. Diky memastikan lima pekerja meninggal dunia dan empat lainnya luka bakar, serta semua korban sedang dalam pendataan lebih lanjut.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Setelah kebakaran, pekerja dievakuasi ke titik kumpul darurat, namun beberapa orang masih terperangkap di dalam kapal. Tim penyelamat menemukan tiga korban di lantai satu kapal, disusul dua korban lain di dalam tangki kapal. Semua korban ditemukan meninggal dunia.

Disnakertrans Kepri juga menelusuri status kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan para korban. Menurut Diky, seluruh korban, baik yang meninggal maupun terluka, terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk memastikan hak-hak tenaga kerja yang terdampak kecelakaan kerja.

Baca Juga: INVESTIGASI MT FEDERAL II: Polisi Periksa 24 Saksi, Puslabfor Selidiki Faktor Kelalaian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait