Kapal Pengangkut 10 Orang PMI Ilegal Karam di Perairan Malaysia

Kapal tenggelam di Malaysia
Kapal pengangkut PMI karam di perairan Johor Bahru, Malaysia, Rabu (15/12). (MRSC Johor Bahru)

Batam (Gokepri.com) – Sebuah kapal pengangkut Pekerja Migran Indonesia (PMI) dilaporkan karam di perairan Malaysia. Kapal itu hendak pulang ke Indonesia melalui Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri).

Konsul Penerangan Sosial Budaya KJRI Johor Bahru Mohamad Rizali Noor mengatakan kapal tersebut dikabarkan karam di perairan Batu Putih Malaysia pada Senin 19 September 2022. Kapal membawa penumpang 10 orang PMI yang tidak dilengkapi berkas resmi.

Karamnya kapal itu berawal dari laporan emergency call yang diterima Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) dari salah seorang diduga penumpang kapal, Junaidi.

“Laporan emergency call dari seseorang bernama Junaidi (WNI yang diduga merupakan salah satu korban kapal karam) bahwa kapal yang ditumpanginya telah karam di sekitar Batu Putih (jarak ± 9.5 BN dari Tanjung Penyusop, Johor). Saudara Junaidi tidak dapat memberikan lokasi pasti karena tidak terdapat GPS di dalam kapal tersebut,” katanya melalui keterangan resmi yang awak media terima, Selasa 20 September 2022.

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari Junaidi, di dalam kapal tersebut terdapat 10 (sepuluh) WNI. Hanya terdapat 1 (satu) jaket keselamatan dan saat ini para korban masih bersandar di badan perahu.

“KJRI Johor Bahru saat ini tengah berkoordinasi dengan instansi terkait di Malaysia dan Indonesia untuk memastikan kebenaran atas informasi di atas, mencari keberadaan kapal dan korban, serta mempersiapkan langkah-langkah penyelamatan yang perlu dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri, Kombes Pol Amingga M. Primastito mengaku telah mendapatkan informasi tersebut. Tapi, belum bisa dipastikan hal itu benar atau tidak.

“Pihak KJRI Johor Bahru tengah berkoordinasi dengan instansi terkait di Malaysia untuk memastikan kebenaran atas informasi tersebut,” katanya.

BP3MI Kepri juga telah berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Ditpolair Polda Kepri serta KJRI Johor Bahru untuk melakukan pencarian di lokasi yang diduga tempat tenggelamnya kapal itu. Namun sampai saat ini masih nihil.

“Belum ditemukan petunjuk adanya kapal karam maupun korban di lokasi tersebut,” lanjutnya.

Penulis: Engesti

Pos terkait