Natuna (gokepri.com) – Kapal China masih terus melakukan aktivitasnya di Laut Natuna Utara. Mondar-mandirnya kapal China ini memicu kekhawatiran tersendiri kalangan nelayan sekitar.
“Nelayan merasa takut gara-gara ada mereka di sana, apalagi itu kapal perang. Kami ingin pemerintah ada perhatian soal ini supaya nelayan merasa aman saat mencari ikan,” kata Ketua Aliansi Nelayan Natuna, Hendri, kepada awak media.
Di tengah maraknya aktivitas kapal-kapal asing di Laut Natuna, TNI Angkatan Laut (TNI AL) dan Angkatan Laut Singapura (The Republic of Singapore Navy/RSN) menggelar latihan pertempuran laut bertajuk Latma Eagle Indopura 2021, di laut Natuna, Jumat (17/9/2021).
Dalam latihan ini, TNI AL melibatkan dua unsur KRI dari jajaran Satuan Kapal Eskorta Koarmada II. Yakni KRI Diponegoro-365 yang dikomandani KRI Letkol Laut (P) Adam Tjahja Saputra sekaligus Komandan Satgas Latma Eagle Indopura 2021 dan KRI Malahayati-362 yang dikomandani Letkol Laut (P) Nurulloh Zemy Prasetyo.
Sementara itu, RSN juga melibatkan dua kapal perangnya yakni, Kapal RSS Tenacious-71 dan RSS Justice-18.
Latihan di perairan Batam, Selat Singapura, dan laut Natuna juga melibatkan pesawat udara dari TNI AL mengerahkan helly panther dan pesawat Cassa TNI AL, sedangkan RSN mengikutkan pesawat udara F50.
Latihan yang telah dilaksanakan sejak 13 September 2021 dan akan berakhir 20 September 2021 dengan materi yang dilatihkan antara lain Photo Exercise (Photex), Search and Rescue Exercise (Sarex), VOI Tracking Exercise (Trackex)), Over the horizone exercise (Othtex), Replenishment At Sea (Rason), Killer Tomato Surface Firing Target Exercise (KT SUFTX), Encounter Exercise (Encounterex), Flash Exercise (Flashex), Flag Hoist Exercise (Flaghoist).
Kegiatan yang saat ini sudah memasuki phase manuvra lapangan (Manlap) diawali dengan latihan foto Exercise (Photoex) dimana unsur-unsur yang terlibat latihan membentuk gugus tugas formasi dan iring-iringan mulai di perairan Batam, Selat Singapura dan Laut Natuna. (wan)
Baca juga: Kapal China Matikan Sistem Lacak di Laut Natuna Utara









