Imigrasi Batam Bangun Green House di Sagulung

Green house imigrasi batam
Kepala Kantor Imigrasi Batam Hajar Aswad menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan green house bersama Camat Sagulung Arfi Eranof dan perwakilan PT Singapura Segarhijau Sayuran di Batam, Kamis (23/10). Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat di Sagulung. GOKEPRI/Engesti Fedro

BATAM (gokepri) — Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggandeng Kecamatan Sagulung dan PT Singapura Segarhijau Sayuran (Batamindo Green Farm) membangun green house pertanian di Sagulung. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi warga di wilayah padat penduduk tersebut.

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Hajar Aswad, mengatakan kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan sosial, melainkan gerakan berkelanjutan untuk menguatkan ekonomi masyarakat. “Kami ingin gerakan ini tumbuh menjadi upaya bersama membangun kemandirian pangan dan kepedulian lingkungan,” ujarnya, Kamis, 23 Oktober.

Pembangunan green house dijadwalkan mulai pekan depan. Imigrasi Batam berharap kelompok tani di Kelurahan Tembesi dapat memanfaatkan fasilitas itu untuk meningkatkan pendapatan melalui produksi sayuran lokal.

Kerja sama ini melibatkan PT Singapura Segarhijau Sayuran (Batamindo Green Farm) sebagai mitra teknis dan edukasi pertanian. Perwakilan perusahaan, Yoga, menyebut kolaborasi lintas sektor ini menjadi contoh sinergi antara dunia usaha, lembaga negara, dan pemerintah daerah. “Kami ingin green house ini menjadi pusat produksi sekaligus tempat belajar masyarakat,” kata Yoga.

Camat Sagulung, Arfi Eranof, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai program ini sejalan dengan kebutuhan warganya yang banyak bekerja di sektor informal. “Sagulung adalah kecamatan dengan populasi terbesar di Batam. Kolaborasi seperti ini penting agar warga bisa mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Arfi juga menekankan pentingnya keberlanjutan program. “Membangun itu mudah, tapi menjaga agar tetap berjalan dan bermanfaat, itu tantangan sesungguhnya,” katanya.

Sagulung merupakan kawasan padat penduduk dengan lebih dari 228 ribu jiwa. Wilayah ini kerap menghadapi persoalan keterbatasan lahan dan ketimpangan ekonomi. Melalui green house ini, para pihak berharap dapat mengembangkan pertanian perkotaan (urban farming) yang produktif dan ramah lingkungan.

Imigrasi Batam menargetkan proyek ini menjadi percontohan bagi program tanggung jawab sosial lembaga negara lain di Batam.

Baca Juga: Serba Pertama Menteri Singapura Maliki Osman di Batam dan Pulau Penyengat

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait