Genderuwo di Balik Framing Calon Gubernur 2024

Calon Gubernur 2024
Konten foto yang memasang wajah Ansar Ahmad dan Amsakar Achmad di aplikasi pesan WhatsApp, Kamis 13 Januari 2022. (Foto: gokepri/Candra Gunawan)

Mengawinkan silang petinggi partai Ansar Ahmad-Amsakar Achmad dan Muhammad Rudi-Aunur Rafiq menjadi pemanasan menjelang Pilkada 2024. Konten itu dipabrikasi dan disebar hingga mewarnai jagat maya hingga mengisi grup percakapan WhatsApp. Demi memenangkan opini publik, ibarat genderuwo yang kasat mata, ulah tim bayangan atau broker politik?

Pada layar iPhone XR Abdul, 40 tahun, warga Batam, terpampang poto Ansar Ahmad tersenyum. Di sebelah Gubernur Kepri itu ada Amsakar Achmad yang juga tersenyum tapi bibirnya rapat. Foto itu konten digital yang menggambarkan Ansar Ahmad berpasangan dengan Amsakar Achmad untuk 2024.

“Dari grup WA (WhatsApp) katanya,” kata Abdul Rabu pekan lalu.

Selang dua hari, ia kembali mendapat gambar digital lain yakni foto Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq dalam satu bingkai. Keduanya memakai peci hitam dan baju koko warna putih.

Muhammad Rudi adalah Wali Kota Batam dua periode dan Ketua DPW NasDem Kepri. Sedangkan Aunur Bupati Karimun dua periode dan Ketua DPD Golkar Karimun.

Tangkapan layar grup percakapan WhastApp yang menamai diri SUARA RAKYAT BATAM juga beredar mengisi halaman media pada Rabu pekan lalu. Grup itu dihiasi foto-foto digital empat tokoh politik di Kepri tersebut yang kemudian jadi perbincangan. Foto itu juga beredar di sejumlah grup percakapan WhatsApp lain yang berisi tokoh berpengaruh di Kepri hingga wartawan.

Konten foto Ansar-Amsakar itu tidak terang menyebut Pilkada atau Pilgub Kepri 2024 tapi ada embel-embel tulisan “AA SIAP 2024” dan “MENUJU KEPRI 2024” dengan font warna putih, huruf kapital dan latar belakang hitam. 2024 adalah tahun politik karena akan dilangsungkan pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah. Sedangkan AA bisa disimpulkan akronim dari Ansar dan Amsakar.

Ansar mengenakan peci hitam dan baju koko putih. Foto ini diketahui foto yang sering digunakan tim kampanye Ansar ketika Pilkada Kepri dua tahun lalu. Sedangkan foto Amsakar adalah foto resmi milik Pemko Batam. Ia mengenakan peci hitam, jas hitam dan dasi biru. Foto ini biasa disandingkan dengan Muhammad Rudi yang juga memakai setelan yang sama.

Sulit mengetahui siapa yang di belakang atau yang mengagas sampai mengolah konten tersebut karena sudah berkali-kali diteruskan.

Hanya saja, konten terebut diketahui pertama kali disebar sekitar awal pekan lalu. Supaya viral, konten disebarkan dan pesannya berantai-rantai dari grup WhatsApp ke grup Whatsapp. Belakangan juga muncul di Facebook.

Gokepri juga menelusuri bahwa gerakan tentang gagasan mengusung Ansar-Amsakar mulai bergaung sejak akhir 2021 dengan foto karusel Ansar dan Amsakar membonceng masing-masing istrinya dengan motor.

Tukang dengung lewat konten foto tersebut memutar-mutar calon-calon yang secara koalisi partai pada Pilkada 2020 adalah satu gerbong.

NasDem bersama Golkar misalnya, mengusung Ansar-Marlin. Sebaliknya, Golkar, partai Ansar dan Aunur, mendukung Rudi-Amsakar.

Ansar adalah tokoh senior Golkar yang sekarang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Kepri. Golkar berkoalisi dengan NasDem yang mencalonkan Marlin Agustina sebagai Wakil Gubernur Kepri. Keduanya meraih perolehan suara 39,97 persen saat memenangi Pilkada Kepri 2020.

Tapi sejak tahun lalu, muncul perseteruan antara NasDem dan Golkar yang membuat koalisi keduanya disinyalir retak yang lalu merembet ke hubungan Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri. Kontrak politik Golkar dan NasDem ditengarai jadi pemicu ketidakharmonisan hubungan Gubernur Ansar dan Wakil Gubernur Marlin.

Apalagi, Rudi digadang-gadang maju sebagai calon gubernur Kepri setelah dua periode memimpin Batam dan berpeluang berhadapan dengan Ansar Ahmad.

Pengamat politik Zamzami A Karim menilai wajar fenomena konten digital foto calon gubernur dan wakil gubernur yang bertujuan meraih opini di dunia maya. “Kalau pandangan saya itu hanya orang iseng untuk menguji respons publik,” kata Dosen STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang itu, akhir pekan lalu. “Jadi bagaimana nih respons publik kalau ini dipasangkan dengan ini.”

Ia juga mencurigai konten tersebut diproduksi broker politik. Ia berharap masyarakat agar dapat memilah dan lebih cerdas dalam menanggapi konten-konten politik di media sosial sehingga tak terjebak.

“Tren seperti itu ya akan terus ada sekarang ini. Kan banyak broker politik yang main konten. Itu permainan saja. Kita harapkan masyarakat cerdas,” kata dia.

***

Muncul fotonya bersama, Ansar Ahmad, Amsakar Achmad menganggap konten itu hanya iseng dan gurauan politik.

Amsakar mengaku tidak tahu siapa yang membuat poster atau foto editan tersebut. Tapi, menurut Ketua Partai NasDem Batam itu hal itu hanya gurau politik, sehingga tidak perlu ditanggapi serius.

“Itu hanya gurau politik saja, tidak perlu ditanggapi serius,” kata Amsakar yang saat diwawancarai tengah bersama Bupati Lingga Muhammad Nizar di sebuah kedai kopi di bilangan Batam Center, Kamis pekan lalu.

Amsakar menyatakan saat ini ia belum terpikir pada Pilkada 2024 mendatang. Ia mengaku masih fokus untuk bekerja.

Ia menganggap beredarnya poster yang menampilkan dirinya bersanding dengan Ansar Ahmad, hanya suatu bentuk warna-warni yang menghiasi politik lokal di Kepri.

“Saya sekarang fokus untuk kerja, cerita 2024 masih jauh,” katanya.

Berbeda dengan Amsakar, Ansar merespons konten tersebut dengan nada bercanda. Gubernur Kepri Ansar Ahmad hanya tersenyum saat ditanya terkait konten foto dirinya dengan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Ahmad beredar di media sosial.

Beberapa OPD lainnya juga terkejut saat awak media menunjukkan fotodirinya dengan Amsakar.

“Ya boleh lah. Sah-sah saja apalagi yang namanya politik itukan dinamis,” kata Ansar di Gedung Graha Kepri, Rabu 12 Januari 2022.

Saat ditanya, apakah dirinya akan mencalonkan lagi sebagai Gubernur Kepri dan siapa Wakilnya dirinya tak menggubris. ”Ya bisa saja,” tutupnya.

Penulis: Engesti, Candra Gunawan
Baca Juga Topik Politik yang lain:

 

 

 

 

 

 

BAGIKAN