Belawan, Penang, dan Perlis terhubung. Jalur logistik lebih pendek dan efisien.
KUALA LUMPUR (gokepri) — Indonesia dan Malaysia membuka jalur logistik baru yang berpotensi memangkas waktu pengiriman barang dari Sumatera ke Asia Tenggara hingga Asia Timur. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan Nota Kolaborasi antara PT Belawan New Container Terminal (BNCT), Penang Port Sdn. Bhd. (PPSB), dan Mutiara Perlis Sdn. Bhd. (MPSB).
Kesepakatan tersebut tidak sekadar menghubungkan tiga pelabuhan. Di baliknya terdapat upaya membangun koridor perdagangan alternatif yang menghubungkan Sumatera, Malaysia bagian utara, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, hingga Tiongkok melalui rantai pasok yang lebih pendek dan terintegrasi.
Baca Juga: Seberapa Kuat Logistik Indonesia di Tengah Disrupsi Global?
Penandatanganan nota kolaborasi berlangsung di Perlis Inland Port, Malaysia, Sabtu (30/5/2026), bertepatan dengan peresmian Kawasan Perdagangan Bebas Tuanku Syed Sirajuddin.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di Penang, Wanton Saragih, menilai kerja sama tersebut menjadi langkah penting untuk memperkuat konektivitas perdagangan regional.
“Kolaborasi ini merupakan langkah penting dalam memperkuat konektivitas pergerakan barang dan perdagangan regional yang menghubungkan Sumatera, Malaysia bagian utara, serta negara-negara Asia Tenggara lainnya hingga Asia Timur,” ujar Wanton dalam keterangan tertulis yang diterima di Kuala Lumpur.
Dalam skema yang disepakati, BNCT di Pelabuhan Belawan akan berfungsi sebagai gerbang utama distribusi barang dari Sumatera. Penang Port menjadi pusat alih muatan (transshipment hub), sementara Perlis Inland Port berperan sebagai penghubung logistik darat menuju negara-negara Asia Tenggara dan Asia Timur.

Ketiga pihak juga bersepakat mengintegrasikan sistem digital dan memperkuat koordinasi operasional untuk mempercepat arus barang lintas negara. Tujuannya, meningkatkan efisiensi rantai pasok dari pelabuhan asal hingga tujuan akhir.
Menurut Wanton, salah satu keunggulan koridor baru itu terletak pada jarak tempuh yang lebih singkat. Jalur Belawan-Penang memiliki panjang sekitar 255 kilometer dan dilanjutkan ke Perlis Inland Port sejauh 133 kilometer. Total jarak sekitar 388 kilometer.
Rute tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan jalur konvensional melalui Singapura yang hampir dua kali lebih jauh. Jalur yang lebih pendek berpotensi menekan biaya logistik sekaligus mempercepat distribusi komoditas Indonesia ke pasar Malaysia dan kawasan sekitarnya.
Manfaat lain yang diharapkan adalah meningkatnya pergerakan perdagangan di kawasan Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT), kerja sama ekonomi subregional yang selama ini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan di wilayah perbatasan ketiga negara.
“BNCT dapat berperan sebagai gerbang utama di Sumatera untuk memperkuat konektivitas rantai pasok antarnegara ASEAN dan dengan kawasan Asia Timur seperti Tiongkok yang lebih efisien,” ujar Wanton.
Ia menambahkan, koridor tersebut dapat mempercepat distribusi berbagai komoditas unggulan Sumatera, seperti minyak sawit beserta turunannya, kopi, kakao, teh, dan hasil pertanian lainnya ke Malaysia dan pasar regional.
Presiden Direktur PT Belawan New Container Terminal Mohamed Suffian bin Abdul Manaf menyebut kerja sama itu sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Pelabuhan Belawan dalam jaringan logistik internasional.
“MoC ini membuka koridor logistik baru yang menghubungkan Sumatera dengan pasar regional dan global. BNCT siap mendukung kelancaran perdagangan internasional sekaligus meningkatkan daya saing logistik nasional,” ujarnya.
Optimisme terhadap prospek koridor baru tersebut sejalan dengan pertumbuhan aktivitas peti kemas di Pelabuhan Belawan. Berdasarkan data BNCT, volume peti kemas pada April 2026 mencapai 59.663 TEUs atau meningkat 24,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 47.831 TEUs.
Corporate Secretary PT Belawan New Container Terminal Rizki Affandi Nasution mengatakan peningkatan volume itu didorong pulihnya aktivitas perdagangan dan distribusi setelah libur Idul Fitri.
“Aktivitas ekspor dan impor kembali meningkat seiring beroperasinya sektor industri dan distribusi secara penuh, yang berdampak pada bertambahnya arus barang melalui Pelabuhan Belawan,” ujar Rizki.
Pertumbuhan arus peti kemas tersebut menjadi sinyal meningkatnya aktivitas logistik di Sumatera bagian utara. Dengan hadirnya koridor baru Belawan-Penang-Perlis, pelaku usaha berharap akses menuju pasar regional dapat semakin cepat, efisien, dan kompetitif. ANTARA
Baca Juga: Kenaikan BBM Picu Kenaikan Ongkos Logistik Batam
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News









