Faktor Penguatan Dolar Ikut Menentukan Pilihan Turis Wisata ke Kepri

Wisman ke Bintan 2026
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menyambut wisatawan mancanegara (Wisman) perdana tahun 2026 dengan budaya khas Melayu di Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BTT) Lagoi, Kabupaten Bintan, Kamis (1/1/2026). ANTARA/Ogen

Kunjungan wisman ke Kepri melonjak 43,31 persen. Faktor kurs ternyata dianggap BPS ikut menentukan pilihan wisata.

TANJUNGPINANG (gokepri) – Penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat dan ringgit Malaysia terhadap rupiah ikut mendorong lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke Kepulauan Riau pada Mei 2026. Nilai tukar yang lebih menguntungkan membuat biaya berwisata di Indonesia terasa lebih murah bagi wisatawan asing, terutama dari Singapura dan Malaysia.

Kondisi itu tercermin pada data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau. Jumlah kunjungan wisman sepanjang Mei 2026 mencapai 210.737 kunjungan, naik 43,31 persen dibanding April 2026 yang sebanyak 147.053 kunjungan.

Baca Juga: Libur Panjang Dongkrak Wisman ke Batam

Kepala BPS Kepulauan Riau Toto Haryanto mengatakan, pelemahan rupiah terhadap dolar AS dan ringgit menjadi salah satu faktor yang meningkatkan daya tarik Kepri sebagai tujuan wisata.

“Menguatnya nilai tukar dolar dan ringgit jadi salah satu pemicu meningkatnya kunjungan wisman sebesar 43,31 persen periode Mei 2026,” ujar Toto di Tanjungpinang, Rabu (2/7/2026).

Menurut Toto, kenaikan kunjungan tidak hanya dipengaruhi faktor kurs. Sejumlah hari libur nasional pada Mei, seperti Hari Buruh Internasional, Kenaikan Yesus Kristus, dan Idul Adha, ikut meningkatkan mobilitas wisatawan ke Kepri.

Selain itu, libur sekolah di Malaysia yang dimulai pada 22 Mei turut memperbesar arus wisatawan dari negara tersebut. Kepri menjadi salah satu destinasi yang mudah dijangkau karena kedekatan geografis dengan Malaysia dan Singapura.

Data BPS menunjukkan, wisatawan asal Singapura masih mendominasi kunjungan ke Kepri dengan 84.547 kunjungan atau 40,12 persen dari total wisman selama Mei 2026.

Malaysia berada di posisi kedua dengan 71.752 kunjungan atau 34,05 persen. Selanjutnya, Tiongkok mencatat 8.272 kunjungan, India 7.756, Filipina 3.676, Jepang 2.360, Inggris 2.322, Myanmar 2.091, Australia 1.639, Korea Selatan 1.325, serta negara lain sebanyak 24.997 kunjungan.

Dominasi wisatawan Singapura dan Malaysia menunjukkan pasar wisata lintas batas masih menjadi penopang utama sektor pariwisata Kepri. Kedekatan jarak tempuh serta biaya perjalanan yang relatif murah menjadi keunggulan provinsi kepulauan tersebut.

Agenda wisata Juli

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyiapkan enam agenda wisata sepanjang Juli 2026 untuk menjaga tren peningkatan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Hasan mengatakan, kalender kegiatan tahun ini menggabungkan atraksi budaya, olahraga, religi, lingkungan, dan kuliner sebagai daya tarik wisata.

Rangkaian kegiatan diawali Kenduri Seni Melayu 2026 pada 2–5 Juli di Dataran Engku Putri, Batam. Pada periode yang sama, Kabupaten Karimun menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) X Kepulauan Riau pada 2–8 Juli.

Kota Tanjungpinang kemudian menggelar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XII Tingkat Provinsi Kepulauan Riau pada 4–9 Juli.

Agenda berikutnya ialah Ocean Clean Up di Nirwana Gardens, Bintan, pada 15 Juli, yang mengangkat isu pelestarian lingkungan pesisir.

Selanjutnya, Festival Mandi Safar berlangsung pada 20 Juli di Desa Mantang Baru, Bintan. Kalender wisata Juli ditutup dengan Kenduri dan Festival Durian Bentan 2026 pada 26 Juli di Lapangan Bola Gunung Bintan.

“Rangkaian kalender event Juli 2026 akan ditutup Kenduri dan Festival Durian Bentan 2026,” ujar Hasan. ANTARA

Baca Juga: Batam Jadi Incaran Turis Singapura dan Malaysia di Tengah Lonjakan Biaya Hidup

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait