Libur Panjang Dongkrak Wisman ke Batam

Wisatawan Batam 2025
Pemko Batam menyambut wisatawan mancanegara (wisman) pertama yang tiba di Terminal Ferry Internasional Batam Centre pada Rabu, 1 Januari 2025. Foto: Pemko Batam

BATAM (gokepri) – Libur panjang akhir Mei mendorong kenaikan kunjungan wisatawan asing di Batam. Faktor akses yang mudah, biaya kompetitif, dan ragam atraksi baru menjaga daya tarik daerah ini di tengah tambahan biaya perjalanan feri.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam mencatat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara asal Malaysia dan Singapura melalui pelabuhan internasional pada periode libur panjang akhir Mei 2026, didorong kedekatan geografis, kemudahan akses, serta berkembangnya pilihan wisata yang ditawarkan kota tersebut.

Lonjakan kunjungan terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan, kawasan wisata, dan pusat aktivitas rekreasi setelah perayaan Idul Adha pada Rabu, 27 Mei 2026. Arus wisatawan dari dua negara tetangga itu mendominasi aktivitas perjalanan internasional menuju Batam sepanjang akhir pekan panjang.

Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Kepri Melandai Usai Imlek

Data Badan Pusat Statistik Kota Batam menunjukkan tren kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2026 masih berada di jalur positif. Jumlah kunjungan mencapai 126.620 orang pada Januari, meningkat menjadi 131.308 orang pada Februari, lalu tercatat 114.837 orang pada Maret. Wisatawan terbanyak berasal dari Singapura, disusul Malaysia, kemudian China, India, dan Filipina.

“Sedang long weekend. Jadi kunjungan wisatawan dari Malaysia maupun Singapura meningkat ke Batam,” ujar Ardiwinata, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Minggu 31 Mei 2026.

Kenaikan kunjungan terjadi meski penumpang feri internasional harus menanggung biaya tambahan berupa fuel surcharge dan pajak pelabuhan. Kondisi tersebut menunjukkan faktor harga tiket bukan satu-satunya pertimbangan wisatawan dalam memilih destinasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, Batam juga mengalami pergeseran dari destinasi belanja dan rekreasi singkat menjadi tujuan wisata dengan pilihan aktivitas yang lebih beragam. Pengembangan fasilitas kesehatan, kebugaran, olahraga, hingga penyelenggaraan acara bisnis mulai memperluas pasar wisata kota ini.

Ardiwinata mengatakan wisatawan asal Malaysia masih didominasi pengunjung yang mencari pengalaman berbelanja, layanan wellness, pijat, dan golf. Menurut dia, kombinasi harga yang kompetitif dan kualitas layanan menjadi salah satu faktor yang menjaga daya saing Batam dibandingkan destinasi lain di kawasan.

“Mereka datang untuk shopping, massage, golf, dan wisata wellness. Harga di Batam relatif lebih kompetitif dengan pelayanan yang lebih baik, sehingga menjadi daya tarik tersendiri,” kata Ardiwinata kepada Tempo, Minggu, 31 Mei 2026.

Di sisi lain, munculnya fasilitas olahraga baru seperti padel dan pickleball menunjukkan upaya diversifikasi produk wisata. Kehadiran pusat perbelanjaan modern, wisata religi, dan kegiatan olahraga membuka peluang agar wisatawan tidak hanya datang untuk perjalanan singkat, tetapi juga memperpanjang masa tinggal mereka.

“Mall di Batam semakin bagus dan banyak pilihan. Wisata olahraga juga berkembang. Padel dan pickleball sekarang sudah banyak. Ini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,” ujar Ardiwinata.

Akses transportasi menjadi faktor lain yang memperkuat pertumbuhan kunjungan. Modernisasi layanan pelabuhan, peningkatan kenyamanan armada feri, serta penerapan autogate di pos keimigrasian mempercepat proses keluar masuk penumpang internasional.

“Transportasi semakin lancar, ferinya nyaman, pelayanan pelabuhan juga semakin baik. Dengan autogate, proses keimigrasian juga menjadi lebih efisien,” kata Ardiwinata.

Disbudpar Batam juga mencatat mulai tumbuhnya segmen wisata pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran atau MICE. Selain itu, sejumlah wisatawan Malaysia mulai memanfaatkan Batam sebagai lokasi penyelenggaraan acara pernikahan yang menghadirkan tamu dari luar negeri.

“Kemarin ada pasangan asal Malaysia yang menggelar pernikahannya di Batam, membawa banyak wisatawan masuk. Selain itu, Batam juga aman bagi wisatawan,” ujar Ardiwinata. ANTARA

Baca Juga: 257.928 Wisman Masuk Batam Dua Bulan Pertama 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait