TANJUNGPINANG (gokepri) – Muhammad Rudi dan Aunur Rafiq yang diusung Nasdem-PDIP dan tiga parpol dalam pilkada Kepri resmi mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum, Rabu 28 Agustus 2024. Kendati jumlah parpol pengusung lebih sedikit, Rudi optimistis memenangi pilkada 2024.
Rudi-Aunur mendaftar sebagai bakal calon gubernur-wakil gubernur Kepulauan Riau. Mereka menjadi bakal pasangan calon yang kedua mendaftar ke KPU. Saat mendaftar, pasangan ini diantar oleh ribuan pendukung, simpatisan dan kader partai pendukung.
Ribuan pendukung dan pimpinan partai politik mengiringi langkah Rudi dan Rafiq menuju KPU. Partai Nasdem, PDIP, Hanura, PSI, dan Partai Buruh menjadi pengusung pasangan ini.
Sebelum menuju KPU, pasangan Rudi-Rafiq terlebih dahulu mendeklarasikan pencalonan mereka di kawasan Bintan Center, Tanjungpinang. Dalam pidatonya, Rudi mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada mereka.
“Kami telah mengantongi hasil survei. Jadi, jangan khawatir. Walaupun jumlah partai pendukung kita lebih sedikit, tetapi dukungan rakyat berada di pihak kita. Survei menunjukkan bahwa kami unggul dibandingkan pasangan lain,” ujar Rudi.
Sebelumnya, di Batam, zikir dan doa bersama juga digelar sebagai bentuk ikhtiar sebelum pasangan dengan tagline “Saatnya Kepri Maju” ini melakukan deklarasi dan pendaftaran ke KPU Provinsi Kepri di Tanjungpinang.

Gabungan parpol pengusung Rudi-Rafiq memiliki 346.525 atau sekitar 31,8 persen suara hasil pileg 2024. Nasdem 149.781 suara (13,8 persen), PDIP 114.482 (10,8 persen), PSI 34.994 (3,2 persen), Hanura 34.894 (3,2 persen), Buruh 10.590 (0,9 persen) dan PKN 1.784 (0,1 persen). PSI dan Hanura masing-masing punya satu kursi. PDIP 4 kursi dan Nasdem 7 kursi di DPRD Kepri.
Rudi vs Ansar
Rudi-Aunur berhadapan dengan partai koalisi gemuk pengusung petahana Ansar Ahmad-Nyanyang Haris Pratamura. Paslon ini diusung Gerindra, Golkar, PKS, Demokrat, PKB, PAN dan Perindo. Total kursi pengusung Ansar-Nyanyang sebanyak 32 kursi. Partai Gelora dikabarkan bergabung ke koalisi ini.
Mayoritas partai DPRD Kepri mendukung Ansar-Nyanyang. Pada pileg 2024, ada 11 partai yang lolos parlemen atau peraih kursi DPRD Kepri.
Efek Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilpres 2024 berdampak pula ke peta koalisi di pilgub Kepri. PKS yang sempat mendukung Rudi-Aunur, putar haluan ke Ansar-Nyanyang karena DPP PKS bergabung ke pemerintahan yang digalang partai pendukung Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Rudi adalah salah satu tokoh politik paling kuat di Kepri. Selain sebagai Ketua DPW Nasdem Kepri, ia menjabat Walikota Batam sejak 2016. Lima tahun terakhir ia menjabat Kepala BP Batam ex officio. Sejak 2019, Rudi berhasil mengakhiri dualisme pemerintahan di Batam antara Pemerintah Kota Batam dan BP Batam yang tidak mampu dilakukan para pendahulunya sejak 2001.
Karier politik Rudi dimulai sejak ia menjabat anggota DPRD Batam pada 2009-2010. Setahun kemudian ia bertarung di pemilihan walikota sebagai wakil dari Ahmad Dahlan. Aunur adalah Bupati Karimun dua periode dan Ketua DPD Golkar Karimun. Aunur kemungkinan hengkang dari Golkar karena berbeda jalan politik dengan partainya yang mengusung Ansar.
Sedang Ansar Ahmad sekarang menjabat Gubernur Kepri. Ia meraih kemenangan pada Pilkada 2020 dengan menggandeng istri Rudi, Marlin Agustina, sebagai wakil gubernur. Mereka mengalahkan Gubernur Kepri 2020-2021 Isdianto dan Wakil Gubernur Kepri 2010-2015 Soerya Respationo.
Lekat dengan Golkar, Ansar adalah tokoh senior politik di Kepri. Ia memiliki basis pendukung yang kuat karena pernah menjabat Bupati Bintan 2005-2015. Ia juga pernah duduk sebagai anggota Komisi V DPR pada 2019-2020 dengan perolehan suara terbanyak di dapil Kepri.
Baca: Nuryanto: Kalah dan Menang, Risiko Petarung dalam Demokrasi
Ketika 2019, Pilgub Kepri ada tiga poros. yaitu Ansar-Marlin, Isdianto-Suryani dan Surya Respationo-Iman Sutiawan. Ansar-Marlin menang 39,7 persen. Poros Nasdem-Golkar yang menang pilkada 2019 akan berpisah dan berhadapan.
Pemilihan gubernur Kepulauan Riau pada Pilkada 2024 akan menjadi laga puncak politik Ansar Ahmad dan Muhammad Rudi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Penulis: Muhammad Ravi








