Curi Cumi-Cumi, Lima Kapal Vietnam Diamankan di Laut Natuna

Kelima kapal Vietnam yang ditangkap di Laut Natuna Utara, antara lain KM. BD 93277 (28,6 GT), KM. BD 30925 TS (27 GT), KM. BD 30135 TS (23 GT), KM. BV 99689 TS (27 GT), dan KM. BV 78409 (27 GT).
Kelima kapal Vietnam yang ditangkap di Laut Natuna Utara, antara lain KM. BD 93277 (28,6 GT), KM. BD 30925 TS (27 GT), KM. BD 30135 TS (23 GT), KM. BV 99689 TS (27 GT), dan KM. BV 78409 (27 GT).

Natuna (gokepri.com) – Pencurian ikan oleh kapal-kapal asing di Laut Natuna Utara masih marak terjadi. Kali ini kembali dilakukan oleh kapal ikan asing ilegal berbendera Vietnam.

Sebanyak lima kapal Vietnam itu akhirnya diamankan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Para pencuri ikan di Laut Natuna Utara ini mengincar cumi-cumi sebagai komoditas sasaran.

Sekretaris Jenderal KKP sekaligus Plt. Direktur Jenderal PSDKP Antam Novambar bercerita, kelima kapal Vietnam itu ditangkap oleh Kapal Pengawas Perikanan di bawah komando Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada.

“Armada terdiri dari Hiu Macan Tutul 1, Hiu Macan Tutul 2, Hiu 11, serta Orca 3 di Perairan Laut Natuna Utara, berhasil mengamankan lima kapal ilegal berbendera Vietnam pada hari Kamis (8/4/2021),” ujar Antam dalam keterangan pers, Selasa (13/4/2021).

Antam melanjutkan, para pelaku pencuri ikan ini sempat melakukan perlawanan dengan melarikan diri dari kejaran aparat, sebelum akhirnya dilumpuhkan. Kelima kapal Vietnam yang ditangkap, antara lain KM. BD 93277 (28,6 GT), KM. BD 30925 TS (27 GT), KM. BD 30135 TS (23 GT), KM. BV 99689 TS (27 GT), dan KM. BV 78409 (27 GT).

Antam menjelaskan, aparat turut mengamankan 28 awak kapal yang semuanya berkewarganegaraan Vietnam. “Saya memastikan proses hukum akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Antam.

Baca juga: Pakai Trawl, Dua Kapal Asing Keruk Ikan di Laut Natuna

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada, Pung Nugroho Saksono menyampaikan, alat tangkap yang digunakan kelima kapal tersebut berupa jaring cumi. Hal ini berbeda dengan yang biasa digunakan oleh kapal Vietnam sebelumnya, yakni trawl yang menarget ikan-ikan dasar (demersal).

“Ini modus operandi yang relatif baru, mereka mengincar komoditas cumi di perairan kita,” terang Ipunk.

Sebagai informasi, penangkapan 5 kapal ikan asing ilegal ini memperpanjang catatan penangkapan pelaku pencurian ikan di laut Indonesia. Pada tahun 2021, KKP telah melakukan proses hukum terhadap 72 kapal yang terdiri dari 7 kapal berbendera Vietnam, 5 kapal berbendera Malaysia, dan 60 kapal berbendera Indonesia. (wan)

BAGIKAN