Nobar Piala Dunia, Peluang Cuan bagi UMKM Batam

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam Yusfa Hendri memimpin rapat persiapan nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 di Kantor Wali Kota Batam.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam Yusfa Hendri memimpin rapat persiapan penyelenggaraan nonton bareng Piala Dunia FIFA 2026 di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (24/6/2026). Pemerintah Kota Batam menyiapkan nobar di seluruh kecamatan dan sejumlah titik strategis untuk menggerakkan ekonomi masyarakat serta pelaku UMKM. Foto: Pemko Batam

Pemko libatkan UMKM di seluruh kecamatan. Laga final direncanakan di Dataran Engku Putri.

BATAM (gokepri) — Pemerintah Kota Batam memanfaatkan antusiasme masyarakat menyaksikan Piala Dunia FIFA 2026 untuk menggerakkan ekonomi lokal. Melalui penyelenggaraan nonton bareng (nobar), pemerintah berharap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperoleh tambahan pendapatan sekaligus menghadirkan ruang publik yang aman bagi warga.

Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri yang meminta pemerintah daerah memanfaatkan momentum Piala Dunia FIFA 2026 untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Pemko Batam kemudian menyiapkan penyelenggaraan nobar di seluruh kecamatan dan pada sejumlah pertandingan tingkat kota.

Baca Juga: Kepri Padukan Wisata Budaya dengan Nobar Piala Dunia

Persiapan itu dibahas dalam rapat yang dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Batam Yusfa Hendri di Kantor Wali Kota Batam, Rabu (24/6/2026).

Yusfa mengatakan pemerintah pusat melihat ajang olahraga terbesar di dunia itu bukan sekadar hiburan. Antusiasme masyarakat dinilai mampu mendorong perputaran ekonomi di daerah.

“Momentum Piala Dunia ini diharapkan mampu meningkatkan perputaran ekonomi masyarakat,” ujar Yusfa.

Pemerintah Kota Batam telah menerbitkan surat edaran Wali Kota Batam sebagai pedoman penyelenggaraan nobar. Pedoman tersebut menjadi acuan bagi seluruh kecamatan dan penyelenggara kegiatan.

Selain nobar di tingkat kecamatan, pemerintah juga menyiapkan nobar tingkat kota di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Lokasi tersebut diprioritaskan untuk pertandingan besar hingga partai final.

Yusfa mengatakan pemerintah juga mempertimbangkan menggabungkan sejumlah agenda nobar dengan bazar UMKM. Langkah itu diharapkan memberi ruang bagi pelaku usaha memperoleh tambahan penghasilan dari tingginya jumlah pengunjung.

“Untuk laga final, kita rencanakan di Dataran Engku Putri. Pertandingan tertentu juga akan dipadukan dengan bazar UMKM agar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat,” kata Yusfa.

Seluruh camat diminta mendata lokasi nobar yang telah ada di wilayah masing-masing. Setiap titik kegiatan juga harus memiliki penanggung jawab.

Pendataan tersebut akan terhubung dalam sistem pelaporan berbasis daring. Sistem itu memuat informasi lokasi, jumlah pengunjung, serta dokumentasi kegiatan hingga partai final yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juli 2026 dini hari.

Pemerintah juga mengingatkan seluruh penyelenggara mematuhi ketentuan penggunaan atribut dan materi publikasi sesuai aturan pemegang hak siar. Pemko Batam akan menyiapkan banner dan spanduk yang dapat digunakan pada setiap lokasi nobar.

“Seluruh penyelenggara juga wajib mengisi data melalui tautan yang telah disediakan,” ujar Yusfa.

Pengamat sepak bola Kepulauan Riau Chris Triwinasis mengatakan penyelenggaraan nobar harus tetap menghormati aturan hak siar. Saat ini TVRI menjadi pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia.

Menurut Chris, hingga kini terdapat sekitar 110 titik nobar berlisensi di Kota Batam. Keberadaan nobar di ruang publik dinilai memberi kesempatan lebih luas kepada masyarakat menikmati pertandingan bersama.

“Saat ini sudah terdapat sekitar 110 titik nobar berlisensi di Batam. Pelaksanaan nobar di ruang publik perlu terus didorong agar masyarakat dapat menikmati pertandingan bersama,” ujar Chris.

Ia mengingatkan materi publikasi tidak boleh menggunakan logo resmi FIFA World Cup, maskot, maupun gambar trofi Piala Dunia. Penyelenggara hanya diperbolehkan menggunakan tulisan “Nonton Bareng” sesuai ketentuan pemegang hak siar.

Melalui penyelenggaraan nobar Piala Dunia FIFA 2026, Pemerintah Kota Batam berharap ruang publik menjadi lebih hidup, aktivitas ekonomi masyarakat meningkat, dan pelaku UMKM memperoleh manfaat dari bertambahnya pengunjung di setiap lokasi penyelenggaraan.

Baca Juga: 7 Negara Angkat koper, 13 Tim Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait