Alun-alun Engku Putri Siap Jadi Arena FIBA 3×3, 32 Tim Internasional Ambil Bagian

Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kepulauan Riau sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Suhadi (tengah). (foto: gokepri/engesti)

BATAM (gokepri.com) – Kota Batam untuk pertama kalinya menjadi tuan rumah ajang basket internasional FIBA 3×3 Women’s Series dan FIBA 3×3 Challenger yang akan berlangsung di Alun-alun Engku Putri pada 23–26 Juli 2026. Sebanyak 32 tim dari 21 negara dipastikan ambil bagian dalam turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian kompetisi resmi Federasi Bola Basket Internasional (FIBA).

Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kepulauan Riau sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Suhadi, mengatakan persiapan arena pertandingan hampir rampung dan siap digunakan untuk sesi latihan resmi para peserta.

“Persiapan venue sudah mencapai sekitar 95 persen. Besok pagi kami harapkan sudah bisa dipakai untuk latihan resmi seluruh tim,” kata Suhadi di Batam, Selasa.
Ia menjelaskan, FIBA 3×3 Women’s Series akan digelar pada 23–24 Juli, disusul FIBA 3×3 Challenger Putra pada 25–26 Juli.

Menurut Suhadi, sejumlah kontingen telah tiba di Batam, sementara tim lainnya dijadwalkan datang sehari sebelum pertandingan. Seluruh agenda teknis, termasuk technical meeting, akan dilaksanakan di Harris Hotel Batam Center.

Turnamen kategori putri akan diikuti tim-tim dari Belanda, Mongolia, Prancis, Latvia, Thailand, Jepang, Rumania, Slovenia, Mesir, Vietnam, Filipina, hingga Indonesia.

Suhadi mengatakan penyelenggara tidak menyediakan hadiah uang tunai bagi para atlet karena hadiah sepenuhnya disiapkan oleh FIBA.

“Para pemenang akan memperoleh poin peringkat dunia dan hadiah uang sekitar 20 ribu dolar AS yang disediakan langsung oleh FIBA,” katanya.

Ia berharap penyelenggaraan FIBA 3×3 di Batam menjadi pintu masuk bagi semakin banyak agenda olahraga internasional di Kepulauan Riau yang dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.

“Event seperti ini bukan hanya menghadirkan pertandingan kelas dunia, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Batam kepada masyarakat internasional sekaligus menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” ujar Suhadi.

Penyelenggaraan FIBA 3×3 Batam mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, BP Batam, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan olahraga.

Sementara itu, Ketua Badan 3×3 Perbasi Pusat Nani Soer Budimansyah mengatakan kualitas peserta yang berlaga di Batam merupakan salah satu yang terbaik dalam sirkuit FIBA 3×3 tahun ini.

Ia menyebut juara pada seri Batam akan memperoleh tiket untuk melanjutkan persaingan pada rangkaian FIBA 3×3 World Tour.

“Ini merupakan bagian dari rangkaian kompetisi dunia. Tim yang menjadi juara di Batam akan melanjutkan ke seri berikutnya di World Tour,” ujar Nani.

Ia menambahkan, kategori Women’s Series akan menghadirkan tim peringkat pertama dunia asal Ulaanbaatar, Mongolia, serta tim peringkat kedua dunia dari Prancis. Tim Nasional Putri Indonesia juga dipastikan tampil di hadapan publik sendiri.

Adapun pada kategori Challenger Putra, tim peringkat pertama dunia asal Serbia yang juga berstatus juara Olimpiade dipastikan ikut bersaing bersama tim peringkat kedua dunia dari Miami, Amerika Serikat.
Indonesia akan menurunkan tiga wakil pada kategori putra, yakni Waisai, Ambon, dan Balige.

Panitia menyiapkan arena berstandar internasional dengan kapasitas sekitar 800 penonton, termasuk 200 kursi VIP. Karena keterbatasan kapasitas, penjualan tiket dilakukan secara terbatas dengan harga mulai Rp30 ribu untuk sesi awal, Rp50 ribu untuk sesi reguler, hingga Rp75 ribu sampai Rp100 ribu pada partai final. *

Penulis: Engesti

 

Pos terkait