Li Claudia Tempuh Dialog dengan Warga Rempang soal Sekolah Rakyat

Li Claudia Chandra berdialog dengan perwakilan masyarakat Rempang membahas pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra berdialog dengan Aliansi Masyarakat Rempang-Galang Bersatu mengenai rencana pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang, Batam, Selasa (21/7/2026). Foto: BP Batam

Li Claudia membuka ruang aspirasi. Warga diajak membahas pembangunan sekolah.

BATAM (gokepri) — BP Batam memilih jalur dialog untuk meredam potensi gesekan sosial dalam rencana pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang. Pendekatan itu ditempuh agar program prioritas pemerintah di bidang pendidikan berjalan seiring dengan penerimaan dan aspirasi masyarakat setempat.

Pilihan berdialog menjadi penting mengingat Rempang merupakan kawasan yang selama beberapa tahun terakhir kerap diwarnai dinamika sosial terkait agenda pembangunan. Karena itu, komunikasi sejak tahap perencanaan dipandang menjadi prasyarat agar kebijakan publik dapat diterima masyarakat.

Baca Juga: Sekolah Gratis Rempang Mulai Dibangun

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra mengundang Aliansi Masyarakat Rempang-Galang Bersatu untuk berdiskusi, Selasa (21/7/2026). Pertemuan tersebut difokuskan pada rencana pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di kawasan Rempang-Galang.

Li Claudia mengatakan, forum itu bertujuan mendengar langsung pandangan masyarakat sebelum program dijalankan. Aspirasi yang muncul akan menjadi bahan penyempurnaan pelaksanaan pembangunan sekolah.

“Kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat. Komunikasi dan dialog akan terus kami bangun agar seluruh proses berjalan baik dan menghindari konflik sosial di kemudian hari,” ujar Li Claudia.

Li Claudia Chandra berdialog dengan perwakilan masyarakat Rempang membahas pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih.
Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra berdialog dengan Aliansi Masyarakat Rempang-Galang Bersatu mengenai rencana pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih di Rempang, Batam, Selasa (21/7/2026). Foto: BP Batam

Menurut Li Claudia, pembangunan Sekolah Rakyat Merah Putih merupakan amanat pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Program tersebut diharapkan membuka kesempatan memperoleh pendidikan yang layak dengan dukungan sarana belajar dan pembinaan karakter.

Sekolah itu direncanakan berdiri di atas lahan seluas 18,5 hektare. BP Batam memandang proyek tersebut bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Program ini merupakan amanat Pemerintah Pusat yang bertujuan menyiapkan generasi Indonesia yang unggul,” kata Li Claudia.

Ia menambahkan, manfaat program akan lebih besar apabila pelaksanaannya memperhatikan kepentingan masyarakat sekitar. Karena itu, BP Batam berkomitmen menjaga komunikasi dengan warga sepanjang proses pembangunan.

Li Claudia juga mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung peningkatan mutu pendidikan sebagai fondasi daya saing Batam pada masa depan. Menurut dia, kualitas sumber daya manusia akan menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan kawasan.

Dialog tersebut turut melibatkan unsur Polda Kepulauan Riau, Pemerintah Kota Batam, Koramil 04 Galang, dan instansi terkait lainnya. Kehadiran berbagai pihak diharapkan memperkuat koordinasi sekaligus menjaga pelaksanaan pembangunan berlangsung kondusif.

Baca Juga: Polemik Lahan Sekolah Rakyat di Rempang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Pos terkait