Pemain Argentina Luapkan Kemarahan Usai Kalah dari Spanyol

(internet)

JAKARTA (gokepri.com) – Para pemain Argentina meluapkan kemarahan dan terlibat perkelahian dengan pemain Spanyol saat peluit akhir pertandingan dibunyikan, menandai kekalahan 1-0 mereka di final Piala Dunia. Para pemain Argentina juga bermain kasar sepanjang pertandingan.

Argentina, yang harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-93 setelah Enzo Fernández menerima kartu kuning kedua, bereaksi dengan penuh amarah begitu kekalahan mereka dipastikan.

Nahuel Molina, pemain pengganti Argentina, melayangkan pukulan ke arah tubuh kapten Spanyol, Rodri, saat para pemain Spanyol berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan mereka. Molina juga sempat menantang Rodri secara langsung, namun Rodri memilih untuk pergi daripada meladeni perkelahian tersebut.

Selain itu, gelandang Argentina Leandro Paredes menendang Eric García sebelum mendorong tangannya ke arah tenggorokan pemain Spanyol tersebut. Paredes juga membanting gelandang Spanyol, Gavi, ke tanah di tengah upaya sejumlah pemain Argentina untuk memicu keributan.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, berusaha memisahkan para pemain dengan menarik bek Spanyol, García, menjauh dari keributan tersebut.

Saat berbicara di BBC, mantan kapten Inggris Alan Shearer menyebut insiden itu “mengerikan” seraya berkata: “Paredes melayangkan dua atau tiga pukulan keras ke wajah seseorang. Dia sengaja menyerang mereka. Tidak ada tempat atau pembenaran untuk tindakan seperti itu.

“Kita tahu betapa pentingnya pertandingan ini bagi mereka dan kita tahu betapa menyakitkannya kekalahan, tetapi ada cara yang pantas dalam menerima kekalahan. Sudah terlalu sering kita melihat hal itu dari Argentina. Reaksi setelah peluit akhir dibunyikan sungguh mengerikan.”

Argentina menerapkan pendekatan agresif sepanjang pertandingan, sama seperti saat mereka menghadapi Inggris dalam laga semifinal yang penuh ketegangan pada pertengahan pekan lalu. Para pemain asuhan Scaloni kerap melakukan tekel keras sepanjang babak pertama; Alexis Mac Allister dan Nicolás Tagliafico bahkan beruntung tidak diganjar kartu kuning akibat tekel-tekel agresif yang mereka lakukan di awal pertandingan.

Lima pemain Argentina diganjar kartu selama pertandingan final, yang berlanjut ke babak perpanjangan waktu setelah tim asuhan Scaloni tampil dengan gaya permainan yang sangat defensif.

Argentina hanya mencatatkan penguasaan bola sebesar 35 persen sepanjang 120 menit pertandingan dan mengakhirinya dengan dua tembakan, berbanding 20 tembakan milik Spanyol. Tak satu pun dari upaya Argentina tersebut yang mengarah tepat ke gawang.

Sejumlah pemain Inggris, yang negaranya dikalahkan Argentina pada semifinal, menyoroti permainan kasar Albiceleste.

“Memuakkan. Hanya ada satu orang di lapangan yang menunjukkan kelasnya, yaitu Lionel Messi—dia menyalami setiap pemain Spanyol itu,” kata mantan kiper Inggris, Joe Hart, dilansir the Mirror. “Pertandingan sudah usai, mereka sama sekali tidak punya alasan untuk mengeluhkan apa yang terjadi hari ini. Perilaku yang memuakkan.”

Ia menilai, wajar pemain Spanyol merayakan kemenangan dramatis mereka. “Menurut saya, Rodri tidak perlu sampai memprovokasi lawan di depan wajah mereka. Namun, setelah dipancing emosinya selama 120 menit, merasa diperlakukan tidak adil, merasa wasit terus menekan Anda, lalu akhirnya menang dan wasit meniup peluit panjang—seharusnya sudahi saja. Dan menurut saya, Argentina… apakah Anda terkejut mereka kembali bertindak melampaui batas?”

Eks pemain Manchester City, Micah Richards, memastikan adanya kesepakatan bulat di antara para pengamat mengenai penilaian mereka. Argentina, kata dia, semestinya mendapat lebih banyak kartu kuning.

“Kartu kuning pertama baru keluar setelah laga berjalan sekitar 40 menit di babak pertama, namun melihat hal semacam itu terjadi setelah pertandingan usai dan ada tim yang baru saja dinobatkan sebagai juara Piala Dunia—itu sungguh tidak bisa diterima.” *

(sumber: republika.co.id)

Pos terkait