Rupiah Menguat Awal Pekan, Dipicu PSBB Transisi di Jakarta

Nilai tukar rupiah
Karyawan menghitung uang pecahan 100 dolar AS di salah satu gerai penukaran uang asing, di Jakarta, Selasa (29/9/2020). (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Jakarta (gokepri.com) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank pada awal pekan ini bergerak menguat seiring dengan pelonggaran kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta.
​​​​
Rupiah dibuka menguat 12 poin atau 0,09 persen menjadi Rp14.688 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.700 per dolar AS.

“Rupiah hari ini ada potensi penguatan karena PSBB transisi,” kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (12/10/2020).

Tapi di sisi lain, lanjut Ariston, pasar mewaspadai isu penerimaan UU Cipta Kerja yang masih berpotensi demo.

HBRL

Mempertimbangkan hal tersebut, ia memprediksi penguatan rupiah kemungkinan tidak besar.

Sementara itu dari eksternal, pasar masih memantau perkembangan pembicaraan stimulus AS yang masih mandek.

“Ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS lagi,” ujar Ariston.

Ariston memperkirakan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp14.650 per dolar AS hingga Rp14.750 per dolar AS.

Pada Jumat (12/10) lalu, rupiah ditutup menguat 10 poin atau 0,07 persen menjadi Rp14.700 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.710 per dolar AS. (Can)

Editor: Candra Gunawan

Baca Juga:

Pos terkait